Jemaat Jemaat Allah Al Maséhi

 

[CB101]

 

 

 

TAAT [101]

 

(Edisi 2.0 19970809-20060921)

 

Allah memberitahu kita bahawa Dia menginginkan ketaatan atau belas kasihan lebih daripada pengorbanan. Sesungguhnya, ketaatan kepada Perintah Hukum menghasilkan kebaikan atau belas kasihan, dan yakni, ini adalah satu pengorbanan.

 

 

 

Christian Churches of God

PO Box 369,  WODEN  ACT 2606,  AUSTRALIA

 

E-mail:  secretary@ccg.org

 

 

(Hak Cipta ã 1997, 2006 CCG, ed. Wade Cox)

 (Tr. 2006)

 

Makalah ini dapat diperbanyak dan didistribusikan tanpa dipungut biaya dengan syarat bahwa tak ada bagiannya yang diubah atau dihilangkan. Nama dan alamat penerbit dan pernyataan hak-cipta harus disertakan. Tidak dibenarkan untuk memungut biaya atas salinan yang didistribusikan. Kutipan singkat dapat dimuat dalam artikel kritis dan ulasan tanpa melanggar ketentuan hak-cipta.

 

Makalah ini tersedia di World Wide Web pada alamat:
http://www.logon.org dan http://www.ccg.org

 


TAAT [CB101]

 


Anak-anak tidak suka taat kepada ibu bapa, guru, atau pegawai polis. Orang dewasa tidak selalu taat kepada peraturan trafik.

 

Kadang-kadang, para pemimpin pemerintahan membuat sendiri peraturan-peraturan mereka, merubah hukum, mengganti undang-undang, dan kemudian berbuat curang atas hukum-hukum yang telah mereka buat sendiri. Para pemimpin tidak selalu mentaati hukum negara.

 

Jadi kita boleh melihat ketidaktaatan ada dimana-mana. Pada masa para hakim, Alkitab menuliskan: Setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (Hakim-hakim 17:6).

 

Allah berkata bahwa Ia menginginkan belas kasihan lebih daripada kurban. Pada kenyataannya, seperti yang kita lihat, ketaatan terhadap hukum menghasilkan kasih setia atau belas kasihan, yang dengan demikian berarti sebuah kurban (Hosea 6:6; Matius 9:13; Matius 12:7).

 

Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, Ia memberikan satu paket hukum-hukumNya, peraturan-peraturanNya, dan memerintahkan ketaatan. Mengapa Ia memerintahkan kita untuk menjaga hukum-hukum tersebut? Mengapa Ia tidak menganjurkan kita untuk mentaatinya sebagai sebuah jalan yang baik untuk dilalui? Ulangan 6:24 mengatakan alasannya kepada kita.

 

Tuhan, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan Tuhan, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita  dan supaya ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.

 

Allah memberikan hukum-hukumNya kepada kita untuk kebaikan kita, untuk menyelamatkan hidup kita. Hukum-hukumNya merupakan perpanjangan dari karakterNya; jadi Allah dan Perintah Hukum-hukumNya adalah:

 

 

Karena ketaatan Abraham, Allah memberikan janji-janji besar kepadanya dan kepada keturunannya.

 

Kejadian 12:1-3 Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

 

Ia memperbarui janjiNya kepada Ishak.

 

Kejadian 26:4-5 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5 karena Abraham telah mendengarkan firmanKu dan memelihara kewajibannya kepadaKu, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukumKu.

 

Allah memperpanjang janji-janjiNya lebih jauh lagi kepada Yakub (yang kemudian diberi nama Israel, dan menjadi ayah atas keduabelas suku Israel).

 

Kejadian 35:11-12 Lagi firman Allah kepadanya: “Akulah Allah yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu, dan raja-raja akan berasal dari padamu. 12 Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu.”

 

Oleh sebab itu kita lihat, bahwa hak keturunan adalah buah dari ketaatan.

 

Ketika Israel memasuki tanah perjanjian, Allah mendorong Yosua untuk terus rajin dalam menghormati hukum (Yosua 1:5-9). Allah berkata kepada kita bahwa kemakmuran dan sukses akan menjadi milik kita apabila kita taat.

 

Selama bertahun-tahun, Israel lupa untuk taat dan seteleah satu periode beberapa tahun diperintah oleh hakim-hakim dan raja-raja yang benar maupun tidak, Israel menjadi tawanan. Negara bagian yang lain dari Yehuda tidak memandang tinggi permohonan para nabi Allah untuk tetap taat, dan sebagai akibatnya, mereka diusir keluar. Penawanan Israel tertulis dalam 2 Raja-raja 17:5-23. Nebukadnezar mengepung Yerusalem dan membawa Yehuda pergi pada tahun 587 sebelum masehi (2Raja-raja 24:17-20; 2 Raja-raja 25).

 

“Kebenaran” adalah istilah Alkitab untuk mencakup hukum-hukum Allah.

Mazmur 119:172 172 Biarlah lidahku menyanyikan janjiMu, sebab segala perintahMu benar.

 

Kebenaran dan keadilan adalah kata yang sama dalam bahasa Ibrani (tsedek). Orang yang mentaati hukum-hukum Allah dipuji didalam Mazmur 15:1-2.

Mazmur 15:1-2 Tuhan siapa yang oleh menumpang dalam kemahMu? Siapa yang boleh diam di gunungMu yang kudus? 2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil, dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya.

 

Yang melakukan firmanNyalah yang menyenangkan hati Allah

Yakobus 1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

 

Isi rumah yang takut akan Allah dan orang-orang yang taat adalah seperti rumah yang dibangun di atas batu.

Matius 7:24 Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

 

Para orang tua diperintahkan untuk mengajarkan hukum-hukum Allah kepada keturunannya.

Ulangan 6:1-2  Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah Tuhan, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, kemana kamu pergi untuk mendudukinya, 2 supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan, Allahmu dan berpegang pada segala ketetapan dan perintahNya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.  

 

Ulangan 6:6-7 Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila  engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

 

Pengajaran kepada anak-anak ini akan memimpin kepada suasana rumah tangga yang damai dan harmonis, dan umur panjang bagi mereka yang terlibat di dalamnya.

 

Anak-anak perlu diajar tentang perintah hukum ini dari umur yang masih muda lagi, kerana belajar untuk taat kepada perintah hukum ini membantu mereka untuk memulakan sikap mereka yang akan menghormati wewenang, peraturan dan hukum-hukum – hukum-hukum Allah dan manusia. Kemudian sementara mereka menjadi lebih tua, anak-anak tidak akan menghadapi masalah memberikan kasih, ketaatan dan hormat yang mereka miliki terhadap ibu bapa mereka kepada Bapa di sorga.

 

Ketika Salomo diurapi menjadi raja atas Israel, Allah bertanya kepada Salomo apa yang ia inginkan dari Allah. Apa yang diminta oleh Salomo bukanlah kekayaan atau kuasa atau kemasyuran (meskipun Allah tetap memberikan ketiga hal tersebut kepadanya). Namun dia meminta hikmat.

 

2Tawarikh 1:10  Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umatMu yang besar ini?

 

Alkitab berkata banyak tentang ketaatan dan hikmat – dan aspek sebaliknya, kebodohan.

Amsal 1:7  Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

 

Ada akibat yang negatif dalam hidup orang-orang yang tidak mempedulikan Allah dan hukum-hukumNya.

Amsal 1:29-32 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan Tuhan, 30 tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku, 31 maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. 32 Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.

 

Amsal 3:1-2 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 2 supaya panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.

 

Amsal 3:35 Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.

 

Kita diperintahkan: Untuk mendengar nasihat dan menerima dirikan, supaya kita menjadi bijak di masa depan (Amsal 19:20).

 

Ibu bapa telah diperingatkan oleh Allah, dan harus membuat anak-anak mereka waspada atas lubang-lubang ketidaktaatan.

Amsal 19:27 Hai anakku, jangan lagi mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan.

 

Allah memberikan pikiran kepada manusia untuk berpikir, untuk dapat secara sadar memilih jalan yang akan ia lalui. Berarti potensi untuk tidak taatpun juga terdapat disana. Kekuasaan untuk memilih mengangkat manusia lebih tinggi dari binatang yang semua respon-responnya sudah diprogram, dan dengan demikian ia bertanggung jawab atas semua pilihan-pilihannya.

 

Jalan Allah memimpin pada kehidupan, namun ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 14:12)

Amsal 12:15 Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.

 

Kita mempunyai pilihan. Tanpa ketaatan, manusia tidak dapat mendekat kepada Allah – karena pikiran yang memberontak merupakan kejahatan terhadap Allah. Pemberontakan adalah sama dengan dosa perdukunan (1Samuel 15:23), karena di dalamnya terdapat suatu kehendak yang bertentangan atau berlawanan dengan Allah.

 

Dalam Ulangan 28 dan Imamat 26 tentang berkat-berkat karena ketaatan terhadap hukum-hukumNya dan mengutuk orang yang tidak taat kepadanya (lihat karya tulis Berkat-berkat dan Kutuk-kutuk (No. 75)

 

Rencana ini dituliskan dengan kata-kata yang jelas dalam Ulangan 30:19-20.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, 20 dengan mengasihi Tuhan Allahmu, mendengarkan suaraNya dan berpaut padaNya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu  untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.

 

Ada sebuah penerapan rohani yang juga diambil dari kalimat diatas. Kata apakah yang merumuskan ketidaktaatan terhadap hukum Allah?

1Yohanes 3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

 

Paulus mengajarkan lebih lanjut lagi bagi pengertian kita.

Roma 6:12 12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

 

Roma 6:16-23 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran  yang membawa kamu kepada pengudusan. 20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

 

Paulus juga menyatakan dengan jelas tentang manfaat yang diperoleh dari “ketaatan” yang memimpin kepada “hidup kekal”, dan sebaliknya, “geram dan amarah” bagi mereka yang “menolak kebenaran dan mengikuti kejahatan.”

Roma 2:6-11 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, 7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun  berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidak-binasaan, 8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. 9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani, 10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. 11 Sebab Allah tidak memandang bulu.

 

Pekerjaan Paulus telah disalahgunakan untuk menyangkal hukum Allah bahkan pada masa para rasul dan gereja mula-mula (2Petrus 3:15-16). Banyak orang telah dengan salah berpendapat bahwa hukum tidak diperlukan lagi karena kelalaian mereka terhadap istilah-istilah lain yang terkandung didalamnya.

 

Ada sebuah perintah khusus di dalam Roma 1:18 bagi kelompok orang jahat yang lain “yang menekan kebenaran dengan kejahatan mereka”.

Roma 1:18  Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.

 

Allah selalu memerintahkan agar kita menjadi “pelaku” firmanNya, yakni taat kepadaNya, dan dengan demikian memperoleh kehidupan kekal dalam Kerajaan Allah yang akan datang.

 

TAAT – satu kata yang dibenci – namun apabila dilakukan dengan perintah hukum yang benar, diterapkan dalam kemanusiaan dihadapan Allah dari yang paling kecil hingga paling besar, dari yang paling miskin hingga yang paling kaya, dari yang para orang tua yang sederhana hingga para raja dan imam, akan menghasilkan sebuah surga dibumi, sebuah pendahuluan akan datangnya Kerajaan Allah.

 

Oh (Tentulah)

Become (Akan menjadi kekal bagi)

Eternal (Anak-anak

You children of God (Tuhan)

 

Kita diberikan keselamatan dan kehidupan kekal melalui anugrah, namun untuk memeliharanya kita perlu taat.

 

Allah menginginkan ketaatan kita atas segalanya. Dia berkata bahawa itulah caranya untuk menunjukkan kasih kepada Dia.

 

 

q