Jemaat-jemaat Allah Al Masehi
[032]
Bersumpah Demi Tuhan
(Edisi 1.0 20010804-20010804)
Patutkah seorang Kristian bersumpah demi Alkitab atau demi apa-apa benda lain: Apakah yang dikatakan Alkitab tentang bersumpah dan pengambilan sumpah?
E-mail: secretary@ccg.org
(Hakcipta © 2001 Wade Cox, Ron Proposch, Andrew and Dale Nelson, Storm Cox)
(Tr. 2005)
Karya tulis ini boleh disalin semula dan didistribusikan secara bebas dengan syarat ia disalin semuanya tanpa apa-apa perubahan atau penghapusan kata. Nama dan alamat penerbit serta notis hakcipta harus disertakan. Sebarang bayaran tidak boleh dikenakan ke atas penerima-penerima salinan yang didistribusikan. Petikan-petikan ringkas daripadanya boleh dimasukkan ke dalam artikel-artikel kritis dan karya ulasan tanpa melanggar undang-undang hakcipta.
Karya ini boleh didapati daripada Internet di:
http://www.logon.org dan http://www.ccg.org
Bersumpah Demi Tuhan
Di seluruh Perjanjian Lama terdapat banyak contoh orang bersumpah bahawa mereka akan melakukan tugas bagi pihak seorang yang lain.
Satu contoh adalah Kejadian 24:37:41:
Tuanku itu telah mengambil sumpahku: Engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan, yang negerinya kudiami ini, tetapi engkau harus pergi ke rumah ayahku dan kepada kaumku untuk mengambil seorang isteri bagi anakku. Jawabku kepada tuanku itu: Mungkin perempuan itu tidak mau mengikut aku. Tetapi katanya kepadaku: TUHAN, yang di hadapan-Nya aku hidup, akan mengutus malaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil, sehingga engkau akan mengambil bagi anakku seorang isteri dari kaumku dan dari rumah ayahku. Barulah engkau lepas dari sumpahmu kepadaku, jika engkau sampai kepada kaumku dan mereka tidak memberikan perempuan itu kepadamu; hanya dalam hal itulah engkau lepas dari sumpahmu kepadaku.
Dan Kejadian 50:5-6:
bahwa ayahku telah menyuruh aku bersumpah, katanya: Tidak lama lagi aku akan mati; dalam kuburku yang telah kugali di tanah Kanaan, di situlah kaukuburkan aku. Oleh sebab itu, izinkanlah aku pergi ke sana, supaya aku menguburkan ayahku; kemudian aku akan kembali. Lalu berkatalah Firaun: "Pergilah ke sana dan kuburkanlah ayahmu itu, seperti yang telah disuruhnya engkau bersumpah."
Terdapat banyak contoh orang bersumpah/berjanji/membuat sumpah (kadangkala hingga memudaratkan diri mereka sendiri) untuk melakukan sesuatu sebagai balasan bagi tindakan yang mereka ingin Tuhan lakukan untuk membantu mereka dengan cara tertentu. Lazimnya keinginan ini bertentangan dengan kehendak Tuhan serta nubuatan yang jelas, seperti yang diungkapkan melalui hamba-hambaNya para nabi.
Satu contoh jenis tindakan yang dikehendaki seseorang yang bertentangan dengan kehendak Tuhan dan dalam pengadilan bertentangan dengan hukumNya, ditemui dalam teks ganjil dan penuh teka-teki dalam Hakim 11:29-40:
29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon. 30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, 31 maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran." 32 Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya. 33 Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroer sampai dekat Minit--dua puluh kota banyaknya--dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
Di sini kita melihat bahawa Roh Tuhan telah turun kepada Yefta dan Tuhan telah menggunakan Yefta untuk menundukkan Amon di hadapan bani Israel. Yefta salah mengerti penundukan tersebut sebagai keinginan Tuhan untuk menghapuskan Amon sedangkan itu bukanlah maksudnya. Orang Moab disebabkan keberhalaan mereka telah disingkirkan dari jemaat Tuhan dan hanya sebagai anak-anak Amon barulah mereka dapat memasuki bangsa Israel dan diserap seperti yang Tuhan ramalkan akan terjadi pada zaman akhir. Amon akan mentaati Israel pada zaman akhir seperti yang kita lihat dari Yesaya 11:14. Dalam Yeremia 49 kita perhatikan kemusnahan ternubuat bangsa-bangsa Esau dan Edom namun ayat 6 menunjukkan penawanan Amon dalam Israel. Mereka tidak dibinasakan dan kehendak Tuhan disalaherti. Kita teruskan dalam Hakim 11 pada ayat 24 di mana kita perhatikan bahawa Amon sedang menyembah Kamos yang dilarang kepada anak-anak Abraham (lihat Anak Lembu Emas (No. 222)). Dalam ayat 34 kita lihat:
34 Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan. 35 Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur."
Teks ini tidak difahami dengan baik. Yefta telah bersumpah untuk menghapuskan Amon. Jika mereka diserahkan ke dalam tangannya maka apa saja yang keluar dari rumahnya pada kepulangannya akan menjadi milik Tuhan sebagai satu nazar khas. Memang ada peruntukan dalam Hukum untuk sumpah ini, namun ia khasnya dilayakkan dalam kes seorang perempuan kepada tiga puluh syikal perak (rujuk Imamat 27:1-8). Tiada peruntukan apa sekalipun untuk mengorbankan seorang manusia. Malah ianya dilarang di bawah Hukum dan dilayakkan oleh teks ini. Yefta memakaikan idea dan hukum yang sama dari ibadah Kamos kepada umatnya sendiri walaupun adanya Hukum Tuhan dan dia dihakimi oleh fakta tersebut. Ianya jelas bahawa anak perempuannya dari kelakuannya, pergi ke pergunungan seperti mana adatnya dengan ibadah sistem anak lembu di dalam Amon.
36 Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kau ucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu." 37 Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku." 38 Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan. 39 Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel, 40 bahwa dari tahun ke tahun anak-anak perempuan orang Israel selama empat hari setahun meratapi anak perempuan Yefta, orang Gilead itu.
Dalam kes ini dia tidak boleh mengenal sesiapa lelaki dan diasingkan. Sama ada dia membunuhnya (anak) atau dia diasingkan dari perkahwinan dan dibaktikan kepada pelayanan Bait, kita tidak tahu, namun dari perbuatan ini keturunannya dalam anak perempuannya diputuskan kerana dia telah mengingini untuk menghapuskan keturunan Amon. Terdapat empat hari puasa yang disebutkan dalam Alkitab sebagai puasa di kalangan Yehuda. Adat bagi setiap hari tersebut mungkin mempunyai pertalian tertentu, namun prosesnya adalah sebelum waktu-waktu puasa itu.
Kita harus mengetahui melalui para nabi bahawa anak-anak lelaki tidak akan dihukum kerana dosa-dosa para bapa dan setiap orang akan dihukum kerana dosanya sendiri.
Adat kebaktian pagan tidak pernah dihapuskan dari Israel untuk sepanjang tempoh pendudukan tersebut. Pada zaman Kristus, Herodes memelihara adat hari kelahiran. Anak-anak Ayub telah dibunuh kerana amalan ini. Pada zaman Rom, mereka membunuh orang-orang tawanan dan orang Yahudi ditangkap dan digunakan untuk tujuan ini pada hari-hari kelahiran maharaja dengan kejatuhan Yudea dan segala pemberontakan .
Dan Markus 6:21-28:
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Dalam teks ini dia juga melanggar Keluaran 23:2. Dia takutkan orang ramai di hadapannya dan dia merampas pengadilan untuk berbuat jahat agar tidak menyinggung kumpulan orang ramai itu.
Dalam semua contoh-contoh ini kita perhatikan satu kecenderungan kepada konsep Kristus sebagai korban bagi setiap dan semua orang tanpa mengira keadaan atau sumpahnya.
Apabila seseorang bersumpah ia berbuat demikian demi autoriti yang yang lebih tinggi daripada dirinya. Dia juga diikat oleh sumpah tersebut seperti yang dinyatakan dalam Bilangan 30:2.
Bilangan 30:2 Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.
Dalam semua yang di atas, ia adalah amalan sosial yang biasa dan pengukuhan kontrak lisan. Satu versi benda yang sama dalam masyarakat hari ini adalah “berjabat untuknya” iaitu berjabat tangan atau dalam mahkamah undang-undang memberi sumpah demi autoriti Alkitab.
Satu lanjutan menarik dari yang di atas adalah perjanjian-perjanjian Tuhan dengan manusia. Ini juga adalah kontrak lisan yang disahkannya dengan sebuah janji dan satu sumpah.
Ulangan 7:8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.
Jelasnya Tuhan tidak berubah dari sehari ke hari berikutnya dan tidak akan mungkir janji yang telah diberikannya sama ada dia bersumpah atau tidak. Ianya hanya untuk manfaat kita apabila dia mengesahkan janjinya dengan sumpah. Ianya cara bagaimana kita lazimnya mendengar janji disahkan.
Ibrani 6:16-17
16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,
Adakah kitab-kitab Perjanjian Baru membatalkan amalan bersumpah ini seperti yang jelas dilakukan dalam Perjanjian Lama?
Matius 23:16-22
Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. 17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? 18 Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. 19 Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? 20 Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. 21 Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. 22 Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.
Ayat kitab ini menunjukkan bahawa orang Yahudi bersumpah. Bagaimanapun, pokoknya bukanlah bersumpah, tetapi bahawa ahli-ahli Taurat dan Farisi begitu buta sekali dari segi rohani sehingga mereka tidak nampak apa yang berharga dari segi rohani dan apa yang tidak berharga. Bukti salah arah mereka ini adalah bahawa apabila mereka bersumpah mereka akan berbuat demikian demi benda yang bernilai lebih rendah. Perintahnya adalah supaya ahli Taurat dan Farisi memerhatikan kerohanian mereka. Dalam teks ini juga kita melihat rencana Tuhan sebagai penubuhan Bait Suci Tuhan sebagai umat pilihan. Dalam hal ini konsepnya dipertingkatkan kepada Takhta Tuhan.
Mereka sepatutnya telah menumpukan fikiran mereka pada hal-hal rohani namun mereka tidak. Mereka menggunakan Tempat Maha Suci untuk menyimpan emas seperti yang didapati Pompey ketika dia memasuki Bait itu. Baik baginya, dia telah meninggalkannya di situ.
Amalan sumpah palsu ini telah dibiarkan oleh pemikiran Roman Katolik umum sepanjang abad-abad lalu. Mereka mengajar, bertentangan kepada ajaran nyata Alkitab, bahawa mereka tidak terikat oleh sumpah kepada orang bukan Roman Katolik dan jabatan pelayanan mereka dapat melakukan berapa saja bilangan atau apa saja jenis dosa untuk membunuh dan mengkhianati disebabkan sumpah-sumpah mereka kepada sistem kepausan. Mereka percaya bahawa sumpah mereka mengatasi segala macam kemoralan yang lain dan mereka kemudiannya diberi kuasa untuk membuat sumpah palsu dalam sebarang keadaan yang lain. Pandangan ini bertentangan dengan Alkitab dan Hukum-hukum Tuhan serta kesaksian Yesus Kristus.
Yakobus 5:12 Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.
Yakobus 5:12 (seperti juga Matius 5:33-36) adalah ayat yang pada pandangan pertama memang nampaknya bercanggahan langsung dengan semua ayat lain tentang hal ini. Melihatnya dengan lebih dekat kita perhatikan bahawa Yakobus sedang menyatakan bahawa jika seorang Kristian mengatakan dia akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, atau keadaannya begitu, kita harus maksudkan apa yang kita katakan, iaitu kita harus benar-benar maksudkan ‘ya’ atau ‘tidak’. Tidak patut adanya keperluan untuk menyokongnya dengan sumpah untuk menyatakan pendirian kita dengan lebih lanjut. Kenyataan ‘ya’ atau ‘tidak’ patut mencukupi dengan sendirinya. Jika tidak, kita akan menghina Tuhan setiap kali kita mengatakan ya sedangkan kita tidak benar-benar bermaksud begitu. Kita akan melanggar perintah untuk tidak bersaksi dusta. Oleh itu, sumpah atau janji sudah tidak terpakai atau sepatutnya begitu dan tidak perlu dalam kes umat pilihan.
Ini sejajar dengan perintah untuk tidak bersumpah palsu. Lihat Imamat 19:12, Matius 5:33-36 dan Bilangan 30:2.
Terdapat juga peringatan keras untuk mengelak dari bersumpah hingga merugikan kita (Hakim 11:29-40 dan Markus 6:21-28). Dalam kedua-dua kes ini, pengucap sumpah menyesal dia telah berbuat begitu, namun dalam semua kes patut menunaikan apa yang dijanjikan. (Terdapat pengecualian kepada peraturan ini; lihat Bilangan 30:10-13. Hal ini juga berkaitan dengan pembatalan sumpah oleh perempuan di bawah autoriti bapa atau suami mereka).
Sebagai kesimpulan, hujah yang digunakan bahawa Tuhan tidak membenarkan kita bersumpah atas Alkitab untuk mengesahkan bahawa kita akan memberitahu perkara benar, atau dalam kata lain bahawa ucapan ‘ya’ kita memang bermaksud ‘ya’ dan ‘tidak’ adalah ‘tidak’ tidak tepat sepenuhnya. Kerana dunia ini faham bahawa pengesahan adalah perlu dengan merujuk kepada autoriti yang lebih tinggi. Tuhan juga memberi peruntukan untuk ini dalam hukum. Pokoknya adalah ia sepatutnya tidak perlu, kerana kita patut berpegang pada apa yang kita katakan tanpa perlu untuk bersumpah bahawa kita melakukannya. Jika kita bersumpah kita bukannya dipertanggungjawabkan lebih atau kurang untuk kata-kata atau perbuatan kita berbanding jika kita tidak bersumpah. Apa saja yang keluar dari mulut kita sepatutnya sama dengan sumpah.
Hukum Tuhan memberi peruntukan untuk pemberian sumpah. Cara yang dicadangkan untuk membuat sumpah dalam Jemaat-jemaaat Allah Al Masehi adalah dengan pengesahan. Bagaimanapun, ianya dibenarkan untuk membuat sumpah di mana kemudahan-kemudahan tidak ada.