Jemaat-jemaat
Allah Al Masehi
[152]
Perjanjian Tuhan [152]
(Edisi 1.2
19960217-19991204)
Satu kesilapan
yang lazim diucapkan adalah bahawa Tuhan telah membuat perjanjian-perjanjian
yang berbeza sepenuhnya pada zaman-zaman Perjanjian Lama dan Baru, seolah-olah
Tuhan telah berbuat kesilapan dengan Israel kuno dan gagal dengan mereka, dan
kini
E-mail: secretary@ccg.org
(Hakcipta ã 1996, 1999 Wade Cox)
(Tr. 2002)
Karya tulis ini boleh disalin semula dan didistribusikan secara bebas dengan syarat ia disalin semuanya tanpa apa-apa perubahan atau penghapusan kata. Nama dan alamat penerbit serta notis hakcipta harus disertakan. Sebarang bayaran tidak boleh dikenakan ke atas penerima-penerima salinan yang didistribusikan. Petikan-petikan ringkas daripadanya boleh dimasukkan ke dalam artikel-artikel kritis dan karya ulasan tanpa melanggar undang-undang hakcipta.
Karya ini
boleh didapati daripada Internet di:
http://www.logon.org
dan http://www.ccg.org
Bahagian 1 - Perjanjian Tuhan [152]
Tuhan telah memilih untuk menyatakan
diriNya kepada manusia dengan cara yang khusus. Dia telah memilih untuk
bertindak di dalam hal-ehwal umat manusia menurut suatu
Rencana Keselamatan telahpun dibincangkan di dalam pelbagai karya berkenaan Hari-hari Kudus. Setiap Perayaan ini menggambarkan peringkat-peringkat rencana tersebut dan bertindak sebagai peringatan tahunan terhadap apa yang Tuhan lakukan dan bagaimana hal-hal ini akan dilaksanakan.
Namun begitu, untuk memahami sepenuhnya
rencana Tuhan bagi kita, kita haruslah juga memahami bagaimana kita sepadan
dengan keadaan ini dan apakah tanggungjawab- tanggungjawab kita di dalam
penggenapan rencana tersebut. Bahagian terpenting tanggungjawab kita terdapat
di dalam perjanjian itu, yang dibuat Tuhan dengan
Dalam ertikata mudah, apabila kita
berpegang pada rencana dengan Tuhan itu, kita akan menerima hidup kekal dan
jika kita melanggarnya, maka kita akan binasa. Tuhan telah menetapkan di bawah
perjanjianNya dengan kita itu, janji-janjiNya kepada kita serta akibat-akibat
kepada kegagalan kita memelihara janji-janji kita kepadaNya. Sejak daripada
zaman Kristus, pembaptisan kita adalah janji kita untuk taat setia kepada
perjanjian tersebut. Pembaptisan ini merupakan tanda bagi para bangsa, yang
sama peranannya dengan tanda asal
Perjanjian Tuhan dengan Abraham
Kitab Perjanjian Lama menggambarkan
perjanjian awal Tuhan dan menunjukkan bagaimana
Tuhan telah mula-mula sekali membentuk suatu hubungan dengan Adam. Adam dan Hawa telah dianugerahkan dengan Pohon Kehidupan (Kejadian 2:16-25). Namun, Adam telah gagal dan ciptaan itu terpaksa dipindahkan untuk membolehkan rencana Tuhan dilaksanakan tanpa gangguan ataupun cacat-cela.
Untuk sebab inilah, bumi telah dihakimi di bawah Henokh dan dibinasakan di bawah Nuh. Sejak dari itu Tuhan telah bersedia untuk menempatkan perjanjian itu di dalam suatu umat yang boleh digunakanNya sebagai teladan kepada bangsa-bangsa. Daripada umat itulah Dia akan menyediakan seorang juruselamat dan sulung (Kejadian 3:14-19). Penebus itu datang daripada golongan dalaman Angkatan surgawi selaku salah seorang daripada seribu itu (Ayub 33:23-28).
Tuhan telah membuat perjanjianNya dengan Abraham, lantas mengenalpasti keturunannya sebagai umat pilihan melalui mana orang-orang dunia ini akan diberkati (Kejadian 12:1-3). Berkat ini secara muktamadnya datang dalam bentuk Mesias dan Jemaat sebagai Israel. Penebus itu merupakan Malaikat Yahovah, yang merupakan elohim bagi Israel pada kepala umat-umat pilihan (Zakharia 12:8). Elohim ini dikenalpasti sebagai Mesias daripada Ibrani 1:8-9.
Kejadian 12:1-3 1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Pertama sekali, Abraham haruslah membuktikan keinginannya untuk taat setia kepada Tuhan, dan juga menunjukkan bahawa dia percaya yang Tuhan akan menunaikan janji-janjiNya. Abraham akan berjalan tanpa salah-silap di hadapan Tuhan dan Tuhan akan kemudiannya membuat perjanjianNya dengan dia dan keturunannya. Berjalan tanpa cacat-cela di hadapan Tuhan bermaksud memelihara Hukum Tuhan. Hukum Tuhan datangnya daripada sifat semulajadiNya dan kerana itu tidak berubah. Hukum ini dipamerkan di dalam perintah-perintah yang telah diberikan kepada bangsa Israel di Sinai tetapi sudah lama wujud sebelumpun aktiviti tersebut (lihat karya Perbezaan di dalam Hukum [096]).
Kejadian 17:1-8 1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. 2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." 3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 4 "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. 7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."
Ini menetapkan garis dasarnya dan ayat-ayat 7 dan 8 merupakan titik tumpuan bagi perjanjian tersebut.
Malaikat Tuhan atau Yahovah, yang kita ketahui merupakan Yesus Kristus, telah menguji Abraham untuk melihat sama ada dia akan taat setia kepada Tuhan.
Kejadian 22:1-18 1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." 2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." 3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. 4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. 5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." 6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" 8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. 10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. 11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." 12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. 14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." 15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, 16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, 17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. 18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
Tuhan tahu apa yang akan terjadi. Dia menguji Abraham supaya Abraham tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari nanti. Abraham taat kepada Tuhan di dalam menuruti suaraNya (Malaikat Yahovah) dan Tuhan telah memperkukuhkan perjanjianNya itu.
Ibrani 6:13-18 13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, 18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
Perjanjian itu terdiri daripada matlamat yang tidak berubah dan dua elemen yang tidak berubah. Poin-poin utama bagi perjanjian itu adalah:
1. Penurutan terhadap kehendak Tuhan – “hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela” iaitu bermaksud memelihara perintah-perintah Tuhan (Kejadian 12:1; 17:1; 26:5).
2. Janji-janji Tuhan:
· Keturunan Abraham akan menjadi sangat banyak (Kejadian 12:2; 17:5-6; 22:17).
· Tuhan akan memberkati Abraham dan menjadikan namanya masyhur (Kejadian 12:2; 17:6).
· Melalui Abraham, semua bangsa akan diberkati (Kejadian 12:3).
· Mereka akan memiliki suatu negeri penuh berkat untuk selamanya (Kejadian 17:8).
Perjanjian ini dilanjutkan kepada Ishak dan waris-warisnya (Kejadian 17:19; 26:1-5; 26:24).
Kejadian 17:19 19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
Kejadian 26:1-5 1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. 3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. 4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, 5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku."
Kejadian 26:24 24 Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu."
Kemudiannya perjanjian itu telah diperturunkan kepada Yakub.
Kejadian 28:13-15 13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. 14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. 15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
Terdapat kunci-kunci penting bagi memahami maksud-maksud rohaniah dalam yang terkandung di dalam Alkitab. Di dalam isu ini terdapat kunci-kunci sebegitu. Prinsip utamanya adalah bahawa Tuhan telah menetapkan suatu perhubungan di dalam Angkatan surgawi, yang dicerminkan di dalam keluarga Abraham. Abraham, sebagai patriark, menggambarkan posisi Allah Bapa, dan dari mana asalnya Angkatan itu. Ishak merupakan taip bagi Yesus Kristus sementara Yakub pula merupakan taip bagi kesemua orang-orang kudus yang telah mengalahkan dosa-dosa daging kemanusiaan mereka dan, dengan berjalan menurut jalan-jalan Tuhan, menjadi anak-anak Tuhan sebagai sebahagian daripada kebangkitan pertama itu. Esau pula adalah taip bagi mereka yang, sungguhpun mewarisi hak kesulungan itu, menolaknya dan dengan itu mereka sendiri ditolak oleh Tuhan dan menjadi sebahagian daripada kebangkitan kedua. Taip/anti-taip ini mula-mula sekali dilihat di dalam generasi-generasi Adam ke Henokh. Hak ke atas penciptaan datangnya daripada ketaatan yang ditemui di dalam keturunan Set. Keturunan Kain mencerminkan penciptaan yang telah rosak/murtad dan yang merupakan sebab kenapa dunia yang dahulu itu terpaksa dimusnahkan. Proses ini sekali lagi dilihat di dalam keturunan Abraham (lihat karya Doktrin Dosa Asal Bahagian 2 Generasi-generasi Adam [248]).
Perjanjian itu kemudiannya dilanjutkan daripada Abraham melalui Ishak dan Yakub (yang telah dinamakan semula sebagai Israel) kepada keturunan Yakub, iaitu seluruh bangsa Israel. Buku Kejadian selanjutnya mengisahkan kehidupan Yakub, keluarganya dan keadaan-keadaan dalam mana Israel sebagai suatu bangsa telah berada di dalam tawanan orang-orang Mesir. Bacalah bab-bab tersebut dengan idea-idea kekunci ini dalam fikiran, sambil mengingati bahawa setiap peristiwa mempunyai maksud-maksud rohani yang dalam, dengan pengajaran-pengajarannya yang boleh dipelajari. Dari takat ini kita lihat bahawa perjanjian itu telah ditubuhkan dengan Israel sebagai suatu bangsa fizikal.
Tuhan sedar akan kesusahan-kesusahan umatNya dan, tanpa pernah melupai perjanjianNya, berjanji untuk memulihkan mereka kembali ke negeri mereka sendiri.
Keluaran 6:5-7 5 tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku. 6 Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat. 7 Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.
Kisah Keluaran itu telah dibincangkan dengan terperinci di dalam pelbagai karya yang mengisahkan Musa, Keluaran, Paskah dan Roti Tidak Beragi (rujuk karya-karya Musa dan Dewa-dewa Mesir [105]; Hari Paskah [098]; Tujuh Hari Paskah Terbesar Alkitab [107]).
Ini membawa kita kepada takat di mana Tuhan telah menyatakan semula perjanjianNya itu dengan umatNya melalui Malaikat Tuhan yang telah memberikan Hukum Sepuluh itu kepada Musa. Pada waktu ini, Musa juga diberikan kesemua ketetapan dan peraturan yang diperlukan bagi memerintah bangsa Israel. Dan Musa menerangkan semua ini kepada orang-orang yang telah menerima perjanjian itu.
Keluaran 24:3 3 Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: "Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan."
Perjanjian dengan Israel
Perjanjian itu dibuat dengan Israel bukan kerana Israel adalah benar. Ianya dibuat kerana Tuhan adalah benar dan bangsa-bangsa adalah jahat. Tuhan berpegang pada janji-janjiNya dan tujuan perjanjian itu ditekankan berulang-kali.
Perjanjian melalui Abraham itu telah dilanjutkan melalui Ishak. Kemudian perjanjian dengan Israel telah dilanjutkan kepada anak-anaknya yang menjadi bangsa Israel, yang dinamakan sebegitu sempena namanya. Nama Israel terbit daripada istilah-istilah Ibrani yang bermaksud Dia akan memerintah sebagai Tuhan (El). Nama ini mencerminkan tujuan muktamad perjanjian Tuhan itu. Umat-umat pilihan akan memerintah sebagai elohim (lihat karya Umat-umat Pilihan Sebagai Elohim [001]). Hal ini difahami dengan lebih sempurna lagi daripada Zakharia 12:8. Ini merupakan pemahaman lazim jemaat awal (lihat khasnya karya Irenaeus Adv. Her.)
Zakharia 12:8 8 Pada waktu itu TUHAN akan melindungi penduduk Yerusalem, dan orang yang tersandung di antara mereka pada waktu itu akan menjadi seperti Daud, dan keluarga Daud akan menjadi seperti Allah, seperti Malaikat TUHAN, yang mengepalai mereka. (KJV)
Zakharia 12:8 8 Pada waktu itu TUHAN akan meletakkan perisai di sekeliling penduduk Yerusalem, dan orang yang paling lemah di antara mereka pada waktu itu akan menjadi seperti Daud, dan keluarga Daud akan menjadi seperti Allah, seperti Malaikat TUHAN, yang mengepalai mereka. (RSV)
Ini merupakan zaman akhir. Harus diperhatikan ungkapan yang mengepalai mereka. Mesias adalah orang yang akan berada pada kepala umat-umat pilihan itu.
Sebabnya bagi implementasi perjanjian itu diterangkan di dalam Ulangan 9:4-5.
Ulangan 9:4-5 4 Janganlah engkau berkata dalam hatimu, apabila TUHAN, Allahmu, telah mengusir mereka dari hadapanmu: Karena jasa-jasakulah TUHAN membawa aku masuk menduduki negeri ini; padahal karena kefasikan bangsa-bangsa itulah TUHAN menghalau mereka dari hadapanmu. 5 Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.
Oleh itu bangsa-bangsa yang jahat akan digulingkan dan hak pemerintahan akan datang melalui Mesias dan umat-umat pilihan selaku Israel (lihat Daniel 2:1 dan seterusnya).
Poin-poin utama perjanjian dengan umat tersebut adalah:
1. Dia akan menjadi Tuhan mereka dan mereka akan menjadi umatNya.
· Mereka akan menjadi harta atau umat kesayanganNya melebihi semua bangsa lain (Keluaran 19:5; Ulangan 4:29).
· Mereka akan menjadi suatu umat yang kudus dan benar (Ulangan 6:25; 7:6; 10:15; 14:2,21, 26:18-19; 32:9; 1 Raja-raja 8:53; Mazmur 33:12; 135:4; Yesaya 41:8; 43:1; Yeremia 10:16).
· Mereka memelihara perintah-perintahNya.
Ulangan 26:18-19 18 Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya, 19 dan Iapun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya."
2. Tuhan akan memberikan suatu negeri kepada mereka untuk selamanya (Ulangan 4:1; 6:25; 8:7-10; 11:9-12; 30:20).
3. Tuhan mengharapkan penurutan yang akan membawakan berkat ke atas umatNya (Ulangan 6:2-3). Mereka yang telah menurut perintah-perintah itu telah terus hidup melalui tempoh 40 tahun di gurun itu (Ulangan 4:4). Juga baca Ulangan 6:24; 30:15-16; 19:20; 32:47 dan Mazmur 119.
4. Israel sepatutnya menjadi teladan bagi semua bangsa. Mereka akan melihat hikmat dan kebijaksaannya, dan dengan itu memuji serta memberi hormat kepada Tuhan (lihat Ulangan 4:6-8; 6:25; 26:19). Hikmat bijaksana ini terserlah hanya jika mereka menurut Tuhan. Penurutan HukumNya mengukuhkan fikiran-fikiran mereka (Mazmur 119:1 et seq.; Amsal 16:3). Mereka sepatutnya menjadi terang keselamatan untuk bangsa-bangsa lain (Mazmur 67:1-3; 117:1-2).
5. Jangkamasa di gurun pasir itu, di mana mereka dipimpin oleh Malaikat Tuhan, bertujuan untuk merendahkan diri mereka serta menguji mereka. 40 tahun di gurun pasir itu menggambarkan tempoh di mana kita hidup berusaha untuk menang dan hidup menerusi setiap firman Tuhan agar kita dapat memasuki Kerajaan Tuhan pada kebangkitan pertama itu. Tempoh ini juga menggambarkan Jemaat di dalam gurun selama 40 Jubli. Tempoh Keluaran itu merupakan tempoh di mana ianya dibuktikan sama ada mereka akan tetap setia kepada Tuhan. Pada hakikatnya, ramai yang tidak tetap setia, dan akhirnya hanya anak-anak mereka sahaja yang dapat memasuki tanah perjanjian itu (Yosua 5:6-7).
6. Perintah-perintah Tuhan seharusnya dipelihara. Ini dinyatakan berulang-kali. Kita sepatutnya hidup menurut setiap firman Tuhan (Ulangan 30:15-20; 32:46-47). Ini diperluaskan lagi serta diulangi pada zaman Kristus (Matius 4:4). Perintah-perintah Tuhan dan kesaksian atau iman Yesus Kristus, dilihat sebagai faktor penentu bagi keanggotaan perjanjian orang-orang kudus itu (Wahyu 12:17; 14:12). Hukum persembahan korban adalah penting bagi hukum taurat itu (lihat Keluaran 20 hingga 34). Hukum pengorbanan itu menunjuk kepada Mesias dan telah digenapi di dalam dia. Hukum tidak dibatalkan dengan tindakannya. Urutan sistem penyembahan tidak diubah. Cuma, perlambangan itu telah mengambil suatu maksud lain.
Israel tidak dapat mengekalkan persetujuannya dengan Tuhan. Kebanyakan daripada mereka telah gagal sementara di gurun itu. Mereka tidak percaya mahupun menurut Tuhan. Mereka tidak mempunyai iman di dalam Tuhan. Sebagai hukumannya mereka dibiarkan mati, dan sebaliknya anak-anak mereka yang memasuki tanah perjanjian itu. Dengan membaca kisah Alkitab itu kita lihat bahawa seluruh sejarah Israel di dalam Perjanjian Lama memperlihatkan tempoh-tempoh limpahan berkat apabila mereka taat setia, dan tempoh-tempoh bencana, tawanan dan penindasan apabila mereka berpaling kepada tuhan-tuhan asing dan tidak taat kepada perintah-perintah Tuhan. Semua ini telah dicatatkan di dalam Alkitab agar kita dapat belajar daripada contoh-contoh ini.
Dengan memahami apa yang Tuhan usahakan dengan Israel, kita dapat memupuk iman kita serta memahami apa yang harus kita lakukan untuk memasuki tanah perjanjian itu (iaitu hidup kekal di dalam Kerajaan Tuhan). Ramai dari kalangan Israel telah gugur di dalam gurun itu kerana ketidaktaatan (Ibrani 3:16-19). Injil itu telah diberitakan kepada mereka, namun mereka kekurangan iman (Ibrani 4:12). Janji perjanjian itu masih tetap ada, jadi perjanjian itu belum lagi digenapi (Ibrani 4:1,8).
Ibrani 8:7 mengatakan bahawa perjanjian yang mula-mula itu tidak mempunyai kecacatan.
Ibrani 8:7 7 Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.
Perjanjian kedua ini atau deuteros (SGD 1208) bermaksud yang kedua dari segi masa, tempat atau peringkat. Ianya mengikuti perjanjian pertama atau protos (SGD 4413). Ini membawakan maksud suatu perjanjian yang terutama dari segi masa, tempat, urutan atau kepentingan. Tiada konsep di sini yang mengurangkan kepentingan perjanjian pertama itu.
Bukannya perjanjian itu yang tidak sempurna tetapi orangnya yang tidak dapat memeliharanya kerana Roh Kudus Tuhan tidak disediakan bagi mereka. Tuhan tahu bahawa mereka akan gagal.
Ulangan 31:19-21 19 Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel. 20 Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya; mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya. Aku ini akan dinista mereka dan perjanjian-Ku akan diingkari mereka. 21 Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan, maka nyanyian ini akan menjadi kesaksian terhadap mereka, sebab nyanyian ini akan tetap melekat pada bibir keturunan mereka. Sebab Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka."
Namun begitu, seperti yang telahpun dinyatakan, ianya menjadi teladan untuk mereka yang telah dipanggil. Ianya menunjukkan betapa seriusnya panggilan kita dan ia menunjukkan apa yang dijangkakan daripada kita (1 Korintus 10:5-6; 1 Petrus 1:10-12). Ia juga memperlihatkan akibat-akibat ketidaktaatan.
Ibrani 12:25 25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?
Ibrani 2:3 3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai,
Perjanjian Baru
Tuhan telah menubuatkan ketibaan Perjanjian Baru itu melalui hamba-hambaNya nabi-nabi. Kedatangan Mesias dan pemulihan Israel telah dinubuatkan di dalam Yesaya 11:1 hingga 12:6. Kepulangan dari buangan itu juga diramalkan di dalam Yeremia 30:1-24. Pada hari-hari kemudiannya, aktiviti dan tujuannya akan difahami. Teks itu merujuk kepada kedua-dua Israel dan Yehuda, dan berkenaan pemulihan di bawah suatu Perjanjian Baru. Yehuda dimasukkan ke dalam golongan umat pilihan pada akhirnya, agar umat pilihan dan kota Yerusalem tidak meninggikan diri mereka terhadap Yehuda (Zakharia 12:7). Kembalian kepada Israel dengan kekali ada diramalkan.
Yeremia 31:31-40 31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." 35 Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, --TUHAN semesta alam nama-Nya: 36 "Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu. 37 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, seperti langit di atas tidak terukur dan dasar-dasar bumi di bawah tidak terselidiki, demikianlah juga Aku tidak akan menolak segala keturunan Israel, karena segala apa yang dilakukan mereka, demikianlah firman TUHAN. 38 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa kota itu akan dibangun kembali bagi TUHAN, dari menara Hananeel sampai Pintu Gerbang Sudut; 39 kemudian tali pengukur itu akan merentang terus sampai ke bukit Gareb, lalu membelok ke Goa. 40 Dan segenap lembah itu, dengan mayat-mayat dan abu korbannya, dan segenap tanah di tepi sungai Kidron sampai ke sudut Pintu Gerbang Kuda ke arah timur, akan menjadi kudus bagi TUHAN. Orang tidak akan meruntuhkan dan merobohkan lagi di sana untuk selama-lamanya."
Perjanjian Baru di sini menunjukkan suatu perbezaan asas di antara perjanjian pertama dan kedua. Perjanjian kedua itu dituliskan pada hati dan fikiran umat itu agari hukum itu dapat dipelihara oleh umat tersebut tanpa bantuan dan tanpa kesilapan. Ini tidak menghapuskan hukum itu, ianya sekadar menyempurnakan aplikasinya ke dalam individu dengan sebegitu cara sehingga mereka dapat menunaikan kehendak Tuhan melalui hukumNya. Keupayaan ini dan Perjanjian Baru membabitkan Yehuda sebelum pembinaan semula Yerusalem, yang menandakan penamatan urutan tersebut. Jadi pemulihan Israel tidak akan sempurna sehinggalah penempatan Yehuda ke dalam Perjanjian Baru. Perkataan bagi Perjanjian Baru di dalam Yeremia adalah SHD 2319 chadash yang bermaksud segar atau benda baru yang diterbitkan daripada SHD 2318 chadash kata dasar utama menjadi baru bermakna menyebabkan pembinaan semula bermakna memperbaharui atau memperbaiki. Oleh itu Tuhan memperbaharui perjanjianNya dengan bangsa itu tetapi juga memperbaharuinya atau memulihkannya supaya dapat dipelihara daripada hati menerusi pengantaraan Mesias. Namun begitu, perjanjian itu masih lagi bersama-sama dengan Israel, seperti yang kita lihat. Ajaran moden bahawa Perjanjian Baru itu membatalkan hukum Tuhan salah faham terhadap ciri perjanjian-perjanjian itu serta aktiviti Tuhan. Mereka yang memperkecilkan hukum tersebut dan mengajar orang lain berbuat demikian, dianggap sebagai yang paling kecil di dalam Kerajaan Tuhan.
Matius 5:17-20 17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Sehinggalah langit dan bumi berlalu, hukum Tuhan akan terus teguh berdiri dan diajarkan dan dikuatkuasakan oleh Yesus Kristus dan murid-murid sejatinya. Ukuran bagi seorang guru atau nabi adalah bagaimana mereka berkata-kata berbandingkan hukum dan kesaksian itu. Jika mereka berkata-kata tidak menurut hukum dan kesaksian itu maka tidak ada terang atau fajar di dalam mereka (Yesaya 8:20) – Bintang Fajar tidak ada di dalam mereka (2 Petrus 1:19). Perjanjian Tuhan masih kekal teguh dan akan digenapi. Ianya akan menjadi penting kepada semua orang.
Ibrani 8:10 10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Dengan itu buku Ibrani memetik daripada Yeremia. Ibrani menunjukkan bahawa Perjanjian Baru itu mengandungi janji-janji yang lebih baik.
Ibrani 8:6 6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.
Perjanjian Lama itu adalah fizikal sementara Perjanjian Baru pula adalah rohani., namun kedua-duanya berdasarkan pada hukum-hukum serta prinsip-prinsip yang sama. Tuhan menjanjikan atau menerangkan perkara-perkara yang berikut:
1. Dia akan menjadi Tuhan mereka dan mereka akan menjadi umatNya.
Tuhan pada masa itu berurusan dengan bangsa Israel jasmaniah. Kini Dia berurusan dengan bangsa Israel rohaniah. Kesemua mereka yang ingin untuk melaksanakan kehendak Tuhan dan dibaptiskan, menjadi sebahagian daripada Israel rohani. Jemaat-lah yang kini menjadi Israel, iaitu, Jemaat-lah yang memelihara semua hukum dan perintah Tuhan. Mereka adalah umat yang berjalan melalui jalan dan pintu gerbang yang sempit itu. Mereka yang menemuinya sedikit sahaja (Matius 7:13-14). Oleh itu, Tuhan bekerja dengan sedikit sahaja dan bukannya ramai di dalam hal ini dan di dalam zaman ini.
Matius 7:13-14 13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
2. Tuhan akan memberikan negeri yang kekal kepada mereka.
Umat-umat Kristian hari ini akan menerima hidup kekal di dalam Kerajaan Tuhan. Ukuran bagi kebolehan untuk menerima hidup kekal adalah berdasarkan pada pengetahuan Tuhan sebenar yang satu dan anakNya Yesus Kristus yang telah diutusNya (Yohanes 17:3; 1Yohanes 5:20).
3. Penurutan akan membawakan berkat-berkat.
Umat Kristian seharusnya hidup menerusi setiap firman Tuhan.
Matius 4:4 4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
Mereka seharusnya taat memelihara Perintah-perintah itu.
Yohanes 14:15 15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Ingat bahawa Tuhan telah memberikan perintah-perintahNya kepada Musa melalui Malaikat Yahovah yang kemudiannya menjadi Kristus. Orang-orang kudus-lah yang memelihara perintah-perintah Tuhan (Wahyu 12:17; 14:12).
4. Mereka akan menjadi suatu berkat kepada para bangsa.
Keselamatan akan datang kepada semua orang melalui teladan dan ajaran umat-umat Tuhan yang mengkhabarkan kebenaran (Kisah 10:34-35; 13:46-47; Matius 5:14). Tuhan tidak pilih kasih terhadap orang -- semua yang takut akan Dia dan hidup berasaskan firmanNya, diterima oleh Dia dan kita seharusnya menjadi terang dunia ini.
Kisah 13:47 47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."
5. Kristus menguji kesetiaan umat-umat Kristian (Roma 8:27; Wahyu 2:23).
Iman kita diuji dengan nyalaan api (1Petrus 1:7), kita seharusnya menjadi suci (1Petrus 1:15-16), kita berada di bawah penghakiman sekarang ini (1Petrus 4:17) dan kita diajar dan didisiplinkan agar kita dapat mewarisi perjanjian itu (Ibrani 12:1-10).
6. Kita diwajibkan memelihara Hukum itu (Matius 5:17-18; Kisah 24:14; Roma 2:13; 3:31; 7:12).
Hukum itu adalah hukum kemerdekaan yang sempurna dengan mana kita akan diadili (Yakobus 1:25; 2:12).
Yakobus 1:25 25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
Seluruh hukum itu adalah wajib, bukan sebahagiannya saja.
Yakobus 2:8-12 8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. 9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. 10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. 11 Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. 12 Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.
Tahap-tahap hukum itu juga bergantung pada orangnya agar seluruh hukum itu dibahagi-bahagikan pada tahap ini. Kerumitan isu itu dari segi ertikata Roh Kudus memerlukan penerangan. Mereka yang mengajar bahawa hukum itu telah dibatalkan nampaknya tidak faham sesungguhnya dasar-dasar Perjanjian Baru itu. Komen-komen Paulus disalahfaham dengan begitu ketara sekali dan disalahgambarkan berbanding hukum itu (lihat karya Teks Pekerjaan Hukum – atau MMT [104]).
Jadi perjanjian itu masih kekal, dan tiada berlakunya perubahan yang ketara, namun apakah perbezaan sebenar di antara yang Lama dan yang Baru? Jawabnya adalah Roh Kudus. Umat Israel Perjanjian Lama telah gagal kerana mereka tidak memiliki Roh Kudus. Mereka tidak benar-benar diubahkan. Kristus telah berkata kepada Petrus sebelum kematiannya di dalam Lukas 22:32 bahawa apabila dia telah diubahkan dia haruslah menguatkan saudara-saudaranya. Kristus tahu bahawa sehinggalah mereka menerima Roh Kudus itu pada waktu Pentakosta, mereka tidak diubahkan. Ini adalah perbezaannya yang penting. Kristus mengatakan bahawa kita haruslah bertaubat dan dibaptiskan. Dengan permohonan sesudah pembaptisan, yang dilambangkan oleh pengurapan dengan tangan, Roh Kudus diberikan dan ia menuliskan hukum itu ke atas hati kita. Bermula dari masa itu kita boleh mula memenangi kelemahan-kelemahan kita dan memupuk iman serta pengetahuan kita tentang Tuhan dan Kristus. Kita terus bertumbuh di dalam pengetahuan dan pemahaman hukum itu dan di dalam cara dengan mana kita harus hidup serta menyembah Tuhan.
Harus diperhatikan, daripada pernyataan-pernataan Yohanes 17:3 dan 1 Yohanes 5:20, bahwa seseorang itu harus faham bahawa Yesus Kristus bukanlah Tuhan sebenar yang satu tetapi sebaliknya adalah anakNya yang telah diutusNya demi melayakkan diri bagi perjanjian itu serta kehidupan kekal melalui perintah pertama. Oleh itu, Trinitarianisme dan sekutunya Binitarianisme merupakan pelanggaran terhadap perintah pertama itu dan menolak kelayakan seseorang itu terhadap Kerajaan Tuhan. Oleh itu, sememangnya sedikit sahaja di dalam abad kedua puluh yang mewarisi Perjanjian Baru itu serta kehidupan kekal.
Israel Moden
Umat Israel Perjanjian Baru adalah mereka yang menjadi anak-anak Tuhan melalui Yesus Kristus. Israel Moden membentuk anak-anak Abraham. Golongan ini adalah mereka yang melakukan pekerjaan Abraham serta mendengar firman Tuhan (Yohanes 8:39-47). Bukannya keturunan jasmani yang menjadi anak-anak tetapi keturunan rohani. Tuhan dapat membangunkan anak-anak bagi Abraham daripada batu-batu sepertimana yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis (Lukas 3:8). Anak-anak perjanjian diambil kira sebagai keturunan sebenar (Roma 9:6-8; Galatia 3:7).
Roma 9:6-8 6 Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, 7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu." 8 Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.
Setiap satu dicantumkan kepada pohon Israel (Roma 11:17). Mereka dicantumkan kepada pohon Israel kerana janji perjanjian itu masih menjadi milik Israel (Efesus 2:12). Anak-anak ini membentuk Israel hari ini adalah Jemaat (Roma 4:14,17; 11:17; Yohanes 8:39-47; Galatia 3:26-29; 6:16). Juga:
1Yohanes 5:1-10 1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. 2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. 3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Dalam kata lain, Israel adalah kini suatu umat bangsa rohaniah, yang dipanggil keluar oleh Tuhan dan diberikan kepada Kristus, iaitu mereka yang:
· bertaubat;
· telah dibaptiskan;
· telah menerima Roh Kudus;
· menyembah Tuhan sebenar yang tunggal;
· taat kepada perintah-perintahNya; dan
· percaya bahawa Kristus adalah anakNya yang telah diutusNya (Yohanes 17:3).
Ini adalah mereka untuk siapa para nabi tujukan serta layani di dalam pekhabaran-pekhabaran mereka (1 Petrus 2:12).
Penting untuk kita perhatikan bahawa kasih Tuhan hanya kekal tersedia kepada mereka yang memelihara perjanjian itu (Mazmur 103:17-18; Mazmur 25:10). Namun begitu, Tuhan akan menerima semua yang bertaubat, dan dosa-dosa mereka akan diampuni.
Kita sudahpun meninjau apakah dia perjanjian itu dan kepada siapa ianya berkenaan. Kita tahu bahawa perjanjian itu adalah suatu persetujuan antara dua pihak untuk melakukan tanggungjawab-tanggungjawab tertentu. Dua pihak itu adalah Tuhan dan Israel. Keseluruhan jemaat Perjanjian Baru mengambil tempatnya sebagai Israel milik Tuhan secara nama (Galatia 6:16). Ini adalah anak-anak perjanjian itu (Roma 9:6-8). Perjanjian Tuhan adalah matlamat penciptaan dan rencana keselamatan sepertimana tercatat di dalam Kitab Suci.
Tanggungjawab-tanggungjawab Tuhan dan Israel
Tuhan mempunyai kasih teguh setia dan memelihara perjanjianNya terhadap mereka yang mengasihi dan takut akan Dia serta memelihara perjanjian itu (Mazmur 103:17-18), dan perintah-perintahNya (Mazmur 33:17-18; 106:45; Nehemia 1:5; 9:32; Daniel 9:4; 1 Raja-raja 8:23).
Dia menerima mereka yang bertaubat daripada ketidaksetiaan tetapi mengutuk mereka yang tidak setia (Roma 3:3-8). Dia memberikan penebusan dan keselamatan (Mazmur 111:9). Dia melindungi umatNya sementara Dia memimpin mereka kepada warisan pusaka mereka (Mazmur 5:11-12; 105:8-15).
Jalan-jalanNya adalah belas kasihan dan kebenaran kepada mereka yang memelihara perjanjianNya (Mazmur 25:10). Dia mengajar, melindungi dan mengampuni. Dia setia dan mengasihani, namun Dia akan pergi daripada kita apabila kita tidak setia. Kita boleh berlindung di dalam kasihNya (Mazmur 36:7). PersahabatanNya adalah bagi mereka yang takut akan Dia, dan Dia memperkenalkan kepada mereka perjanjianNya (Mazmur 25:14). Dengan itu seluruh perjanjian itu adalah berdasarkan pada takut akan Tuhan.
Israel harus ingat apa yang telah Tuhan lakukan untuk mereka (Ulangan 4:23,30-31; Mazmur 77:5-15; Mazmur 105). Mereka harus tetap setia dan berdedikasi, dan dengan percaya dan sabar menunggu Dia dengan penuh kesyukuran (Mazmur 26:1-3; 33:20-22; 92:2; 125:1-2) sambil memelihara perintah-perintah itu senantiasa.
Untuk berbuat demikian, perlu untuk mempelajari Alkitab dan berdoa serta berpuasa, lantas memupuk suatu hubungan erat dengan kedua-dua Allah dan Kristus, agar seseorang itu boleh tumbuh di dalam pengetahuan, iman dan kasih akan Tuhan serta sesama sendiri.
Hanya dengan memelihara perjanjian itu dengan Tuhan barulah kita dapat memahami Rencana Keselamatan itu, kerana rencana tersebut hanya dinyatakan kepada mereka yang tinggal di dalam perjanjian itu. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, kita membuat persetujuan itu dengan bertaubat daripada cara hidup kita sebelumnya dan berpaling kepada Tuhan, dengan dibaptiskan (Markus 16:16). Kemudiannya kita menerima Roh Kudus melalui doa, yang dilambangkan dengan peletakan tangan oleh seorang penatua Tuhan. Kita diuji dengan api dan pengorbanan, dan kemudiannya kita dikumpulkan kepada Tuhan di bawah perjanjian itu (Mazmur 50:5).
Mazmur 50:3-6 3 Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat. 4 Ia berseru kepada langit di atas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya: 5 "Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!" 6 Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela
Ini adalah korban bagi perayaan-perayaan itu. Mereka adalah umat pilihan seramai 144,000 itu (lihat karya Tuaian-tuaian Tuhan, Korban-korban Bulan Baru dan 144,000 [120]). Umat-umat pilihan ditindas kerana komitmen mereka terhadap perjanjian itu (Wahyu 12:17; 14:12). Mereka membentuk sebahagian daripada suatu bala tentera, yang bertujuan menggulingkan serta menundukkan kuasa-kuasa rohani yang memerintah bangsa-bangsa planet ini. Umat-umat pilihan memiliki kuasa untuk menjatuhkan benteng-benteng.
Melalui korban Kristus (Paskah), penyisihan dosa (Roti Tanpa Ragi) dan penerimaan Roh Kudus (Pentakosta), kita dapat didamaikan dengan Tuhan sebagai hasil-hasil sulungNya. Pada kedatangan Kristus (Sangkakala-sangkakala) kita akan menjadi sebahagian daripada kebangkitan pertama itu. Kristus dan umat pilihan didamaikan kepada Tuhan sejak daripada kenaikannya itu. Para bangsa didamaikan kepada Tuhan apabila Iblis diasingkan untuk masa Milenium itu (dilambangkan oleh Pendamaian). Kristus dan umat-umat pilihan, dengan menggunakan Roh Kudus, mengajar semua bangsa bagaimana untuk hidup di dalam perjanjian itu sewaktu Milenium tersebut (Perayaan Pondok Daun).
Pada penghujung Milenium itu, kesemua mereka yang tidak berpeluang sebelumnya akan dibangkitkan (kebangkitan kedua) dan diajarkan kewajipan-kewajipan perjanjian itu dan akhirnya juga menerima kehidupan kekal (Hari Besar Terakhir atau Penghakiman Besar Takhta Putih).
Karya-karya telah ditulis berkenaan setiap hari-hari kudus Tuhan ini, yang menerangkan maksud setiapnya dan bagaimana setiapnya harus dipelihara.
Bagaimana dengan mereka yang tidak menghormati perjanjian Tuhan? Golongan ini terdiri daripada dua jenis. Mereka, yang seumpama Esau mempunyai peluang itu tetapi telah menolaknya, dan mereka yang tidak pernah berpeluang untuk mengenali Kristus.
Kedua-duanya tidak memasuki kebangkitan pertama yang merupakan kebangkitan yang lebih baik (Ibrani 11:35; Wahyu 20:6), tetapi mereka semuanya dibangkitkan pada penghujung Milenium itu dan semuanya akan diajar kebenaran itu serta diberikan peluang untuk hidup menurut kehendak Tuhan.
Mereka yang masih lagi menolak Tuhan akan dibenarkan mati dan tubuh badan mereka akan dibakar. Namun begitu, Tuhan mengkehendaki agar tiada yang binasa (2Petrus 3:9), jadi nampaknya akhirnya, kebanyakan akan bertaubat dan akan menerima hidup kekal, iaitu tujuan muktamad Rencana Keselamatan itu.
Perjanjian Tuhan meliputi beberapa aspek. Perjanjian itu diletakkan pada bangsa Israel selaku umat pilihan. Ianya juga mempunyai aspek-aspek pemerintahan serta kawalan yang berdasarkan pada konsep-konsep peperangan. Peperangan ini adalah peperangan rohani.
Oleh itu, terdapatnya sebilangan hal-hal saling berkait yang terlibat di dalam pemilihan itu. Seluruh hal itu berkait dengan pertempuran antara kuasa-kuasa Angkatan surgawi. Hal asasnya adalah, siapa yang memerintah dan bagaimana mereka akan memerintah.
Kuasa Pemerintahan
Perjanjian Tuhan dengan Daud serta keturunannya berkaitan dengan takhta dan didirikan selamanya. Sistem pemerintahan ditetapkan di dalam Israel di bawah Mesias pada takhta Daud (Mazmur 89:3-4). Mazmur 89:5-7 menunjukkan bahawa pemerintahan ini berlanjut kepada sidang Angkatan surgawi yang Suci. Pemerintahan ini dan keturunannya adalah rohani (Wahyu 5:9-10). Keturunan ini kekal selamanya (Mazmur 89:19 dan seterusnya). Daud adalah yang sulung daripada keturunan perjanjian tersebut yang berdiri selamanya (Mazmur 89:28). Ianya berdasarkan pada penurutan terhadap perintah-perintah Tuhan, hukum-hukumNya serta ketetapan-ketetapanNya (Mazmur 89:30-32). Pelanggaran hukum itu membawakan hukuman namun ia tidak merosakkan perjanjian yang Tuhan telah janjikan (Mazmur 89:33-37). Jadi boleh disimpulkan daripada teks ini bahawa Mesias tidak boleh mewarisi takhta Daud jika dia melanggar syarat-syarat perjanjian itu, yang telah mendirikan takhta tersebut di dalam keturunan Daud. Ini dilanjutkan kepada semua umat pilihan, keluarga Daud, yang mencari-cari keimamatan dan keputeraan itu sebagai elohim (Zakharia 12:8).
Untuk mendapat hasil ini, pemilihan Israel ke dalam suatu bala tentera sebagai anak-anak Tuhan merupakan tujuan utama perjanjian tersebut. Ini akan diteliti di dalam Bahagian 2.
Penting untuk memahami bahawa kebanyakan bangsa dunia ini pada masa ini tidak mendengar Tuhan. Mereka tidak menerima Alkitab sebagai firman yang diilhamkan Tuhan dan tidak menurut ajaran-ajaran serta teladan Kristus. Mereka tidak akan terima perjanjian Tuhan. Kerana itulah, Tuhan telah menghukum umat-umat dunia. Dia akan meminta mereka bertaubat dan akan menghukum mereka yang tidak bertaubat. Ini dilaksanakan dengan membebaskan, daripada belenggu yang dikenakan ke atas mereka, malaikat-malaikat yang telah memberontak pada asalnya kerana penciptaan manusia. Banyak nubuatan alkitab yang mengatakan tentang malapetaka akhir zaman – peperangan, gempa bumi, penyakit, kelaparan dan sebagainya, yang disebabkan oleh pemberontakan manusia terhadap hukum-hukum Tuhan. Kalaulah para bangsa bertaubat semua ini boleh dihindari, tetapi nubuatan-nubuatan memberitahu kita bahawa manusia tidak bertaubat dan akan hampir memusnahkan bumi ini. Kristus akan datang tidak lama lagi untuk menyelamatkan umatnya, orang-orang kudus. Ini adalah mereka yang telah memelihara perintah-perintah Tuhan dan kesaksian Mesias (Wahyu 12:17; 14:12). Untuk menjayakan penaklukan ini Tuhan memerlukan suatu tentera anak-anak Tuhan yang baru. Kita akan lihat apakah pemilihan ini. Adakah kamu akan menjadi salah seorang daripada mereka?
Bahagian
2 – Bala Tentera Tuhan
Kita telah lihat daripada Bahagian 1 bahawa Jemaat adalah elemen Israel yang kita panggil Israel Rohani. Sememangnya bangsa Israel bukan lagi sekadar suatu konsep fizikal. Aspek ini telah diubah sejak daripada Penjelmaan dan Kebangkitan Mesias. Konsep matlamat serta tanggungjawab Israel juga telah berubah dengan pembentukan rohaniah tersebut. Untuk memahami peranan Israel pada zaman akhir, kita harus faham apakah peranan Israel sewaktu ia mula-mula didirikan di bawah Harun dan Musa.
Keluaran 6:26 menunjukkan bahawa Harun dan Musa telah diarahkan untuk membawa Israel keluar daripada Mesir menurut tentera-tentera mereka. Istilah yang digunakan terdapat di dalam SHD 6635 dan merupakan perkataan yang sama yang digunakan sepanjang Pentateuch (Lima Kitab Pertama Alkitab), iaitu tsaba. Ini bermakna suatu kumpulan besar orang dan khususnya dikenali sebagai kumpulan yang diatur untuk peperangan. Perkataan ini juga digunakan bagi Angkatan surgawi. Penggunaan istilah ini begitu nyata sekali dan mungkin agak pelik. Tsaba digunakan sepanjang Pentateuch dan lagi di dalam Mazmur (Mazmur 44:9; 60:10; 68:12) dan lagi di dalam Yesaya 34:2. Bentuk singularnya digunakan di dalam 1Tawarikh 20:1; 27:34; 2Tawarikh 25:7; 26:13. Kitab 1Samuel menggunakan istilah lain dengan terbitan-terbitannya, iaitu SHD 4630; ma’arah yang bermaksud suatu tempat terbuka dan secara implikasinya merujuk kepada suatu tentera (daripada catatan sampingan); SHD 4634 ma’arakah yang bermaksud suatu susunan atau longgokan jadi memaksudkan suatu aturan ketenteraan dan dengan itu suatu tentera yang teratur atau tersusun; 4264 machaneh yang bermaksud suatu perkhemahan (pengembara atau bala tentera). 2Raja-raja dan 1Tawarikh menggunakan SHD 2428 chayil yang bermakna suatu kumpulan kuasa orang-orang, cara-cara atau sumber-sumber lain seperti barang-barang, kekayaan, kebaikan hati, keberanian, kekuatan sementara Ayub 25:3 menggunakan SHD 1416 geduwd yang digunakan bagi suatu kumpulan orang, khususnya askar-askar tetapi juga bagi perompak dan bentuk singularnya digunakan di dalam 2Tawarikh 25:9,10,13. Kidung Agung 6:13 menggunakan SHD 4264 machaneh.
Pentateuch menggunakan bentuk singular SHD 2428 di dalam Keluaran 14:9 dan Ulangan 11:4 seperti juga 1Samuel 17:21; 1Raja-raja 20:19,25; 2 Raja-raja 25:5,10; 2Tawarikh 13:3,14:8.
Nampaknya pembezaan dibuat di antara bala tentera Israel yang merupakan tsaba atau Angkatan Tuhan, dengan bala tentera bangsa-bangsa lain. Suatu contoh boleh dilihat di daripada 2Tawarikh 24:24 yang merujuk kepada tentera Aram dengan menggunakan SHD 2428 yang bermakna suatu kuasa dan 2Tawarikh 26:13 dengan menggunakan tsaba. Pembezaan ini nampaknya telah dikekalkan di dalam Nehemia 2:9 dan 4:2 ketika merujuk kepada tentera-tentera Samaria. Istilah-istilah yang sama juga digunakan bagi tentera-tentera Babilon (Yeremia 32:2; 34:1,7, dsb). Istilah yang sama, tetap penggunaannya sepanjang buku-buku Yeremia, Yehezkiel, Daniel dan Yoel. Satu-satunya kelainan ditemui di dalam Zakharia 9:8 yang menggunakan SHD 4675 matstsaba yang bermaksud pengawal ketenteraan. Raja Israel, Mesias, mengelilingi rumahnya untuk melindunginya.
Pembezaan yang dilakukan itu nampaknya disengajakan dan berterusan. Tentera Israel adalah suatu angkatan di bawah pimpinan Tuhan Alam Semesta, Yahovah Sabaoth. Kuasa-kuasa lawan hanyalah kuasa-kuasa yang menentang Israel selaku umat pilihanNya yang diletakkan di bawah Mesias.
Angkatan Israel dibawa keluar daripada Mesir sebagai suatu tentera dengan tujuan khusus membezakannya daripada kuasa-kuasa bangsa lain.
Dari segi pandangan ini kita kemudiannya dapat terus meninjau apa yang berlaku di dalam kisah Alkitab mengenai Tuhan dan umat perjanjianNya.
Sepertimana yang telah kita lihat, Israel keluar dari Mesir sebagai tentera Tuhan (Keluaran 6:26; 7:4; 12:51). Mereka dipilih dan digambarkan sebagai perajurit (Yosua 5:4-6). Kesemua mereka yang dibawa keluar daripada Mesir termasuklah juga para perajurit, telah mati di gurun pasir. Kerana sebab ini Yosua telah menyunat Israel di Gilgal. Mereka yang dilahirkan di gurun tidak pernah disunat sehinggalah Gilgal. Oleh itu semua lelaki yang berumur 40 tahun ke bawah telah disunat di Gilgal sebagai suatu tentera baru. Maksud ini berkaitan dengan Jemaat dan empat puluh Jubli di gurun di antara tempoh Penjelmaan dan Kedatangan kembali Mesias. Kisah Yosua dan kejatuhan kota Yerikho berkaitan dengan kejatuhan negara-negara dan peperangan-peperangan daripada Wahyu (lihat karya-karya Kejatuhan Kota Yerikho [142]; Tujuh Meterai [140] dan Tujuh Sangkakala [141]).
Pemilihan ini terus kepada pendirian kerajaan di bawah Daud. Daud tahu bahawa Israel adalah tentera Tuhan yang hidup (1Samuel 17:26,36,45). Daud tahu bahawa dia berlawan untuk Tuhan di dalam tenteraNya dan bahawa Goliat dari Gat dan orang-orang Filistin telah melawan Tuhan (lihat juga karya Daud dan Goliat [126]). Pemilihan sebagai tentera Tuhan itu telah kekal sejak dari permulaan, dan Daud kenal bahawa ia adalah tentera Tuhan sebelumpun dia menjadi raja di bawah Saul. Oleh itu pemilihan tersebut tidak tertakhluk kepada siapa pemimpinnya.
Syarat-syarat dan pandangan itu terus kekal melalui para nabi dan tulisan-tulisan Perjanjian Lama sepertimana yang telah kita lihat.
Terminologi itu digunakan oleh Mesias di dalam Perjanjian Baru. Kristus sendiri melihat dirinya sebagai terlibat di dalam suatu peperangan dan menggunakan terminologi itu. Matius 12:28-29 menunjukkannya.
Matius 12:28-29 28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 29 Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.
Kristus di dalam proses merampok rumah tuhan dunia ini.
Paulus juga menggunakan terminologi tersebut.
Kolose 2:15 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.
Oleh itu kemenangan Kristus telahpun bermula pada Penyaliban itu. Dari kejayaannya di sana, Jemaat dibentuk dan memulakan fasa baru pergumulan tersebut. Proses ini berlangsung selama empat puluh Jubli atau dua ribu tahun. Pertempuran-pertempuran terakhir adalah yang terbesar sekali. Pertentangan ini digambarkan di dalam kuasa-kuasa empayar yang disebut di dalam Daniel 2. Mesias adalah batu yang akan akhirnya memusnahkan fasa terakhir empayar sepuluh jari kaki itu dan mendirikan Kerajaannya untuk selama-lamanya (Daniel 2:34-35,42-45).
Perang-perang terakhir digambarkan dengan terperinci di dalam Wahyu (lihat pelbagai karya). Mesias mempergunakan kuasa-kuasa bangsa terhadap diri mereka sendiri. Mereka akan dibawakan ke Yerusalem untuk dibinasakan oleh kuasa dan persenjataan mereka sendiri. Senjata-senjata dan segala kelengkapan itu akan cukup banyak untuk menyediakan keperluan-keperluan Israel bagi Milenium itu. Proses ini digambarkan sebagai kilangan besar kemurkaan Tuhan. Urutan peperangan-peperangan itu akan diterangkan berasingan (lihat karya-karya 30 Tahun Terakhir: Pergelutan Penghabisan [219] dan Jadual Waktu Ringkasan Segala Zaman [272]).
Anak-anak Tuhan ditetapkan sebagai para penaung bangsa-bangsa (Ulangan 32:8 RSV, MT dan lantas KJV menuliskannya sebagai anak-anak Israel, suatu perubahan kemudian, lihat LXX dan DSS). Makhluk-makhluk ini memberontak dan mereka juga dibinasakan di dalam kuasa. Ini adalah kuasa-kuasa yang dirampas. Oleh itu, perang itu adalah secara rohani dan fizikal –terhadap Iblis dan kerajaannya. Iblis mempergunakan dan memanipulasikan para bangsa, selaku penguasa kerajaan angkasa (Efesus 2:2).
Kristus selaku Malaikat Yahovah memilih dan melatih suatu sistem pentadbiran di kalangan Israel fizikal dari Sinai. Dia memilih dan melatih suatu sistem baru daripada Jemaat Perjanjian Baru dengan perlantikan dua belas rasul, serta kumpulan orang 70, 120, dan selanjutnya hinggalah yang 144,000. Setiap orang ini dipilih oleh Tuhan dan diberikan kepada Kristus untuk pertentangan ini.
Oleh itu, umat-umat Kristian dipanggil untuk menjadi sebahagian daripada tentera Tuhan. Mereka diberikan kuasa ke atas roh-roh jahat (Matius 10:1). Perjuangan ini bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu gelap dunia ini, dan melawan kejahatan-kejahatan rohani di tempat-tempat tinggi (Efesus 6:12). Oleh itu peperangan ini memerlukan kita bersaksi dan bergumul melawan kuasa-kuasa ini. Umat-umat Kristian mempunyai kewajipan untuk menyuarakan hal-hal berkenaan tatatertib masyarakat mereka.
Peperangan ini tidak dijuangkan dengan senjata-senjata duniawi.
2Korintus 10:3-4 3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
Perlawanan kita adalah perlawanan iman bagi mencapai hidup kekal (1 Timotius 6:12). Dengan itu status kita dinaikkan melalui proses ini. Umat-umat pilihan dipilih untuk menjadi askar-askar dan untuk berperang.
2Timotius 2:3-4 3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.
Persediaan untuk Berperang sebagai Tentera Tuhan
Tuhan hanya akan berperang bagi dan dengan Israel jika mereka tidak dicemari dosa dan kuasa-kuasa jahat. Oleh itu, bangsa itu haruslah dikuduskan dan bebas daripada berhala (Yosua 7:11-13). Dengan itu, terdapatnya dua aspek. Bangsa Israel haruslah bebas daripada penyembahan berhala; jika tidak, mereka terdedah kepada pencerobohan.
Langkah seterusnya adalah bahawa mereka harus didamaikan kepada Tuhan dan dikuduskan oleh proses persembahan korban. Sistem korban ini menunjuk kepada Mesias dan dia telah menggantikan proses korban ini di dalam Jemaat. Jemaat diletakkan pada suatu tahap kewajipan penurutan terhadap hukum Tuhan yang terhasil daripada penyunatan hati (Ulangan 30:6; Yeremia 4:4). Tuhan mengkehendaki penurutan dan belas kasihan, bukannya korban (Hosea 6:6; Roma 5:19; 6:16; 16:19,26), sebagaimana Kristus mempelajari penurutan melalui hal-hal yang dideritainya (Ibrani 5:8). Untuk mencapai tujuan ini, kita persembahkan tubuh kita sebagai korban hidup (Roma 12:1).
Pimpinan Tuhan adalah yang terpenting sekali di dalam menentukan tindakan-tindakan bangsa semasa peperangan. Ini juga melibatkan tindakan-tindakan bangsa terhadap suku kaumnya sendiri seperti di dalam kes yang melibatkan suku Benjamin (Hakim 20:18). Raja juga mendapat petunjuk dari Tuhan melalui para nabi atau Urim (1Samuel 14:37; 23:2,4; 30:8). Tuhan menjawab melalui mimpi, Urim ataupun melalui para nabi, namun Dia tidak akan beri jawapanNya jika raja atau bangsa itu dicemari oleh berhala.
Bangsa itu berdiri sendiri di bawah Tuhan. Kerana sebab inilah penyembahan berhala dilarang. Membentuk perikatan dengan bangsa-bangsa lain yang menyembah berhala cuma mengelirukan lagi isu aktiviti-aktiviti Tuhan, dan kerana itu perikatan-perikatan sebegini adalah dilarang kerana ianya mengkhianati perjanjian itu serta merupakan suatu perjanjian pengganti (Keluaran 23:32; Ulangan 7:2; Hakim 2:2-3; 2 Raja-raja 16:7; Yeremia 22:9).
Sekutu-sekutu bangsa itu hanyalah kuasa-kuasa Tuhan sahaja – yakni angkatan malaikat di bawah pimpinan Yesus Kristus selaku panglima bala tentera Tuhan (Yosua 5:14-15); lihat karya Kejatuhan Kota Yerikho [142]). Para malaikat ini telah berlawan bagi Israel (Hakim 5:20; 2 Tawarikh 32:21; Daniel 10:13-14,20-21). Perhatikan bahawa Daniel telah diberikan pemahaman itu bahawa konflik ini akan berlangsung selama suatu tempoh yang lama dan melibatkan jangkamasa yang dikenali sebagai hari-hari terakhir/zaman akhir (Daniel 10:13-14).
Kuasa-kuasa dunia ini dan kejahatan sistem-sistemnya seharusnya digulingkan dan digantikan dengan keadilan serta kebenaran oleh anak-anak Tuhan (Yohanes 16:33; Roma 12:21; 1Yohanes 2:13; 4:4; 5:4). Proses peperangan ini telah dimulakan sejak daripada Pentateuch dan dimuatkan di dalam perjanjian, menurut syarat hukum-hukum Tuhan.
Perikatan ini diasaskan pada pemahaman bahawa Tuhan akan berjuang bagi Israel dengan Angkatan surgawi itu jika Israel taat setia (Ulangan 7:2; Yosua 1:2-9). Tuhan tidak akan melanggar perjanjian itu (Hakim 2:1-2).
Apabila Israel dilanjutkan kepada dan membentuk Jemaat, maka syarat ini juga dikenakan ke atas Jemaat. Oleh itu jelas sekali bahawa hujah-hujah antinomian agama Kristian adalah suatu penipuan Iblis yang bertujuan membuatkan Jemaat melanggar perjanjian itu. Oleh itu andaian bahawa Perjanjian Baru menghapuskan Perjanjian Lama serta membatalkan perintah-perintah Tuhan, digunakan untuk menutup atau merosakkan pemahaman mengenai perjanjian Tuhan.
Tuhan bertekad untuk membinasakan kejahatan, bermula dengan dan daripada Israel. Oleh itu jika Israel dipesongkan oleh kejahatan, yang disamakan dengan kekurangan pengetahuan (Yesaya 5:13), atau mempercayai dusta-dusta (Yeremia 13:24-25), Tuhan akan membangkitkan bangsa-bangsa lain untuk menghancurkan kuasa Israel dan menghukumnya (Yesaya 63:10; Yehezkiel 5:8-17; 35:3), menawannya dan membinasakan kawasan tanahnya (Jer. 1:3; 13:19; 20:6; Ezek. 12:11; 39:23; Amos 9:4). Dia memperingatkan mereka tentang ini sejak dari mula lagi (Ulangan 28:63-66). Hukuman ini berkuatkuasa sepanjang tempoh nubuatan dan diaplikasikan kepada hari-hari terakhir, serta Israel rohani dan fizikal jika mereka berdosa (Amos 5:18-27; 7:7-17; Mikha 1:3-4,16).
Asyur merupakan martil atau tongkat Tuhan, yang digunakanNya untuk mencukur umatNya dan tanah itu akan dipenuhi puteri malu dan rumput (Yesaya 7:20-25). Tuhan menggunakan Asyur di dalam hukuman melalui nubuatan (Yesaya 8:1-10). Ribut Asyur akan menghukum Israel (Yesaya 10:22; 28:4) dan memerintah mereka (Hosea 11:5). Asyur memberi laluan kepada Babilon yang menjadi martil seluruh dunia (Yeremia 50:23). Nebukadnezar telah diutus untuk menghukum Israel dan membinasakannya (Yeremia 5:15-17; 21:11-14; 27:6; 34:2,22; 43:10; Yehezkiel 21:8-17). Namun, Babilon sendiri akan dihancurkan oleh pembalasan baitNya (Yeremia 50:23,28).
Sistem kuno ini membabitkan perampasan dari bangsa itu atau daripada barang-barang rampasan perang sama ada kepada Israel (Bilangan 31:11-12; Ulangan 20:14; Yosua 22:8), atau daripada Israel (Yesaya 10:6; Yehezkiel 7:21).
Tuhan berfirman melalui Yesaya untuk menunjukkan kepada Israel bahawa suatu persepakatan tidak akan dapat merosakkan matlamatNya. Tuhan sepatutnya ditakuti dan disembah (Yesaya 8:12-14). Tuhan adalah tempat perlindungan namun Dia telah menjadi batu sandungan dan batu sentuhan terhadap kedua-dua Israel dan Yerusalem. Mereka tidak memahami apa-apa, kerana hukum dan kesaksian itu telah dimeteraikan dan diikatkan di antara murid-muridNya (Yesaya 8:16) disebabkan ketidaktaatan mereka. Oleh itu, kita lihat bahawa hukum dan kesaksian itu harus diganti atau ditempatkan semula di dalam suatu sistem baru murid-murid Tuhan. Ini adalah Jemaat yang berada di bawah Mesias.
Oleh itu, terdapat dua elemen Israel, yang mengambil tempat di dalam pertempuran itu. Namun keupayaan Israel jasmaniah telah dikurangkan sehinggalah Jemaat, dan kini adalah lebih rendah daripada Jemaat dan hanya ketika mereka menurut perintah-perintah Tuhan. Itulah sebabnya kenapa Israel telah dilandai peperangan pada abad ini dan selepas Perang Dunia II para iblis telah dibenarkan membangunkan suatu sistem yang baru agar Israel dapat dihukum pada konflik seterusnya.
Israel adalah tidak kudus sebagai suatu bangsa. Dia dicemari, malah lebih lagi daripada abad-abad lalu. Para imam dan nabinya tercemar. Tiada seorangpun yang hadir untuk berdiri di tengah-tengah atau membentuk dinding pertahanan, untuk membolehkan Israel berdiri teguh pada hari Tuhan. Oleh itu para imam disalahkan dan dibuka kerana mereka menahan pengetahuan serta menghalang kemasukan ke dalam Kerajaan Tuhan (Lukas 11:42). Mereka dibuka agar akhirnya Israel dapat melihat (Yehezkiel 13:1-16; Matius 23:13-39; lihat karya Mengukur Bait Suci [137]).
Pemulihan
Pemulihan berlaku selepas Israel bertaubat. Contoh-contoh sebelumnya tentang hal ini jelas ternyata. Tuhan berurusan dengan bangsa itu di dalam tawanan. Nampaknya Israel hanya berpaling kepada Tuhan apabila berada di dalam kesusahan. Israel telah ditawan oleh Salmaneser. Mereka telah diselerakkan ke utara Asyur. Ini adalah supaya Israel dapat menerima hak sulungnya. Yehuda telah ditawan oleh orang-orang Babilon. Tuhan menyelamatkan nyawa mereka yang menyerah diri (Yeremia 38:17) tetapi membiarkan mereka yang cuba menentang atau lari (Yeremia 38:18 hingga 42:22, khususnya 42:17).
Pentahiran terakhir memang dahsyat sekali. Sepertiga yang tertinggal ditahirkan semula dan sisanya adalah Tunas Suci (Yesaya 6:13). Oleh itu hidup mati di dalam Israel pada hari-hari terakhir adalah tertakhluk pada perubahan diri dan kemasukan ke dalam tentera Tuhan. Elemen-elemen terakhir akan dibakar semula dan umat-umat pilihan sendiri akan ditahirkan oleh nyala api. Urutan itu bermula dengan pemusnahan Yerusalem (Yehezkiel 5:1-17). Fasa seterusnya ditemui di dalam penyelerakan dan pentahiran Israel di negeri-negeri yang didiami mereka (Yehezkiel 6:1-14). Pemusnahan dan pentahiran itu berterusan sehinggalah bangsa tersebut ditahirkan (Yehezkiel 7:1-27).
Tuhan menyucikan dengan menguji namun Dia tidak mengabaikan umatNya. Dia berbelas kasihan terhadap umatNya (Yesaya 54:7-8; Yeremia 46:28). Dia menghakimi bangsa-bangsa yang berurusan dengan Israel dan memberi kepada mereka setimpal dengan perbuatan mereka (Matius 25:31-46). Penghakiman ini berlangsung bagi Israel sebagai suatu bangsa dan Israel sebagai Jemaat.
Babilon telah dipergunakan untuk menghukum Israel namun telah diadili bersesuaian dengan belas kasihan yang ditunjukkannya. Ianya berat (Yeremia 30:16; Yeremia 51:34-37) dan sebagai akibatnya orang-orang Media telah dibangkitkan oleh Tuhan untuk menangani mereka ini (Yesaya 13:17; 45:1-6). Pembinasaan Babilon berasal dari timur dan urutannya diperkatakan di dalam Yesaya 46 dan 47. Burung buas dari timur disebutkan. Urutan tersebut nampaknya mempunyai makna berdua, yang ditujukan kepada hari-hari terakhir atau Hari Tuhan. Orang-orang Media sekali lagi disebutkan di dalam Yeremia 50 dan 51. Keadaan yang digambarkan adalah pada hari-hari terakhir di mana Israel diampuni. Masa tersebut akan menampakkan penetapan perjanjian kekal yang tidak dapat dihancurkan (Yeremia 50:5). Harus difahami bahawa Babilon adalah juga suatu sistem selain suatu kota. Ketika Wahyu dituliskan ia tidak wujud lagi. Kota sebenarnya sudahpun dimusnahkan dan satu kota lain telah diberikan nama yang serupa, namun terletak pada tempat yang lain. Namun begitu, Babilon bukannya difahami sebagai kota ini tetapi sebaliknya difahami adalah pusat kuasa serta agama dunia – suatu kota yang terletak di atas tujuh bukit yang disebutkan sebagai gunung-gunung kerana mereka mewakili kuasa-kuasa negara (Wahyu 17:1-18). Kota ini tidak lain dan tidak bukan adalah Rom.
Sistem Babilon itu akan dimusnahkan dan dilenyapkan (seperti Sodom dan Gomora) kerana ia adalah percanggahan terhadap sistem perjanjian yang Tuhan telah dirikan. Dengan itu, Hari Tuhan berhubung rapat dengan kejatuhan Babilon (lihat juga Yeremia 51:6-10). Ayat 11 menghubungkan kejatuhan tersebut dengan orang-orang Media, namun olahan ayatnya merujuk kepada masa depan serta berbentuk nubuatan. Perhatikan Yeremia 51:7 yang menggunakan bahasa yang serupa dengan Wahyu 17:2.
Yeremia 51:7 7 Babel tadinya seperti piala emas di tangan TUHAN yang memabukkan seluruh bumi. Bangsa-bangsa minum dari anggurnya, itulah sebabnya bangsa-bangsa menjadi gila.
Konflik yang terjadi adalah terhadap sistem ini dan iblis-iblis yang diwakilinya.
Pekhabarannya adalah bahawa Tuhan telah mengasingkan suatu umat untuk melaksanakan matlamatNya. Segala hal terjadi untuk kebaikan mereka yang mengasihi Tuhan dan yang dipanggil menurut tujuanNya (Roma 8:28). Israel, selaku tentera Tuhan, tidak mempunyai pilihan lain. Ia harus berlawan atau mati menurut peraturan-peraturan yang telah Tuhan berikan. Bangsa itu akan binasa kerana dosanya. Umat-umat pilihan tidak terelak daripada penghakiman dan penglibatan. Mereka terbabit bersama untuk masa ini.
Sama ada bangsa ini telah mengalami keadaan yang lebih tenang pada tahun-tahun sebelumnya dan dapat mengelak daripada penglibatan, ianya bukan begitu lagi pada masa kini, dan sementara bangsa ini merosot dari segi standard mereka, penawanan itu juga dipercepatkan kedatangannya. Hanya pertaubatan saja yang dapat memastikan keselamatan.
Terdapat suatu umat sisa yang tertinggal daripada bangsa itu (Yesaya 1:9). Ini adalah Tunas Kudus yang telahpun kita ketahui. Israel dipulihkan sesudah penghakiman atau pembetulan itu (Yeremia 4:27; 31:2; Yehezkiel 6:8-9; Yoel 2:18-19; Maleakhi 3:17). Ini membawa kepada pertauba