Jemaat Jemaat Allah Al Maséhi
[256]
Hukum
dan Perintah Allah yang Ke Empat [256]
(Edisi 2.0 19981007-20050717)
Perintah Allah yang Ke Empat mencakup Sabat atau perhentian. Ini mencakup juga hari Ke Tujuh mingguan, Bulan-bulan Baru, Hari-hari Kudus, Sabat Tanah Tujuh Tahunan dan sistem Yobel. Kesemuanya berkaitan dengan penanggalan astronomis berdasarkan bulan (lunar) dan harus tetap dipatuhi demi kepentian semua umat manusia (Markus 2:27). Kesemuanya tegak bersama-sama atau jatuh bersama-sama (Kolose 2:16-17).
Christian Churches of Allah
PO
Box 369, WODEN ACT 2606,
AUSTRALIA
Email: secretary@ccg.org
(Hak Cipta ã 1998, 1999, 2000, 2005 James Dailley)
Makalah ini dapat diperbanyak dan didistribusikan tanpa
dipungut biaya dengan syarat bahwa tak ada bagiannya yang diubah atau
dihilangkan. Nama dan alamat penerbit dan pernyataan hak-cipta harus
disertakan. Tidak dibenarkan untuk memungut biaya atas salinan yang
didistribusikan. Kutipan singkat dapat dimuat dalam artikel kritis dan ulasan
tanpa melanggar ketentuan hak-cipta.
Makalah ini
tersedia di World Wide Web pada alamat:
http://www.logon.org
dan http://www.ccg.org
Hukum
dan Perintah Allah yang Ke Empat [256]
Sabat terbagi-bagi dalam Sabat
mingguan atau Sabat Hari Ke Tujuh, bulanan atau Bulan Baru, tahunan atau Hari
Kudus, Sabat Tanah Tahun Ke Tujuh atau Sabat Pemulihan Yobel. Kesemuanya diperintahkan dan kesemuanya harus dipatuhi.
Ulangan 5:12-15 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang
diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu. 13 Enam hari lamanya
engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 14 tetapi hari ke tujuh adalah hari Sabat Tuhan,
Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki,
atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau
lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di
tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti
seperti engkau juga. 15
Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau
dibawa keluar dari sana oleh Tuhan, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan
yang teracung; itulah sebabnya Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan
hari Sabat.
Keluaran 20:8-11 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 10 tetapi hari ke tujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 11 Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ke tujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
sabbat (SHD 7676) adalah sebuah kata yang
berarti berhenti atau istirahat. Ini
merupakan hari penyembahan (Imamat 23:3) dan sebuah hari istirahat dan
penyegaran (Keluaran 23:12). Ini merupakan sebuah tanda Keillahian Allah atas
segala ciptaanNya dan merupakan berkat yang pertama dicatat dan dikuduskan atau
dipisahkan dari penciptaan Adam (Kejadian 2:2-3). Sabat diciptakan untuk umat
manusia (Markus 2:27) dan pelaksanaan Sabat berkaitan dengan iman. Sabat
dipatuhi oleh Abraham (Kejadian 26:5) yang telah menerima kebenaran (Kejadian
24:27) dan yang membimbing manusia lain ke dalam jalan Allah (Kejadian 24:48).
Dengan mematuhinya Israel bersaksi bahwa mereka adalah umat yang dibebaskanNya,
yang tunduk kepada HukumNya.
Melalui perhentian ini kita
mempertunjukkan kepercayaan kita kepada Allah. Kepatuhan pada Sabat dinyatakan
sebagai sebuah berkat (Yesaya 56:2-4; 58:13; 66:23; Yehezkiel 44:24; 45:17; 46:1,
3-4, 12). Israel ditegur karena melalaikannya (Yesaya 1:13; Yeremia 17:21-27;
Yehezkiel 20:12-24; Amos 8:5). Jangka waktu pembuangan suku Yudea di Babilon
ditentukan dengan kadar pelanggaran tahun sabat atau perhentian tanah (2
Tawarikh 36:21).
Hari Sabat adalah perintah ke empat
dan ditemukan baik di dalam Keluaran 20:8-11 dan Ulangan 5:12-15. Hari Sabat
adalah kudus bagi Tuhan Allah (Yahovah Elohim), menurut perintah yang ke empat.
Dalam Keluaran 20:8 kita membaca:
Keluaran 20:8-11 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 10 tetapi hari ke tujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 11 Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ke tujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Hal ini adalah agar setiap makhluk, termasuk hewan ternak, dapat beristirahat (Ulangan 5:14).
Selama enam hari kita harus bekerja
(Ulangan 5:13) mendandani dan memelihara dan merawat segala ciptaan (Kejadian
2:15) dan kita tidak boleh menganggur (2Tesalonika 3:6-11). Apapun yang dapat
dikerjakan oleh tanganmu, kerjakanlah itu dengan seluruh kekuatanmu
(Pengkhotbah 9:10). Karena apa yang engkau tanam akan engkau tuai (Galatia
6:7).
Hari ke tujuh adalah Sabat. Hari ke tujuh ini jatuh pada hari Sabtu jika dihitung menurut penciptaan Adam. Hari ini dicatat oleh semua bangsa sebagai Sabat dan jatuh pada hari Sabtu menurut penanggalan masa kini. Hari ke tujuh berada di dalam siklus yang terus-menerus dan tak dapat dialokasikan pada hari lain sekalipun hari Sabtu jatuh pada perputaran matahari atau bulan.
Penanggalan kita yang ada saat ini
tidaklah perenial, tetapi anual. Penanggalan anual berganti-ganti setiap tahun.
Pergantian itu disebabkan karena siklus khas 365 harinya tidak dapat dibagi
habis dengan jumlah hari di dalam satu minggu. Demikian pula dengan 29½ hari
pada bulan lunar astronomis.
Secara teknis, penanggalan Gregoria
kita merupakan sebuah variasi siklus teratur dari empatbelas penanggalan.
Penanggalan untuk tahun yang dimulai pada hari Minggu berbeda dengan tahun yang
dimulai pada hari Senin, dan demikian seterusnya untuk tujuh hari dalam setiap
minggu. Karena pemunculan tahun loncatan dapat berbeda dalam bagian mana saja
dari tujuh penanggalan ini, akibatnya jumlah keseluruhannya meningkat.
Imamat 23:32 menunjukkan bahwa
hari-hari dengan seharusnya berakhir pada dan dimulai pada sore hari dan bukan
pada tengah malam ataupun pada pagi hari.
Imamat 23:32 Itu harus menjadi suatu sabat, hari perhentian penuh bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Mulai pada malam tanggal sembilan bulan itu, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, kamu harus merayakan sabatmu.”
Hari yang ke tujuh dimulai pada akhir
dari hari yang ke enam dalam minggu, atau hari Jum’at kita sekarang, pada sore
hari terbenamnya matahari di cakrawala (lihat makalah Permulaan Bulan
dan Hari (No. 203)).
Hal ini dikonfirmasikan oleh Paulus di
dalam Kisah Para Rasul 27:27-34 dan dalam Mishna, yang merupakan kompilasi
tulisan pada abad ke dua yang mencakup tulisan dari abad ke dua Sebelum Masehi.
Lihat bagian ke dua, Moed, Sabat 1:3,
15:3.
Tak boleh ada yang menjual ataupun
yang membeli, atau yang bekerja dengan memperoleh kompensasi, pada hari Sabat.
Ini tidak berarti tidak boleh ada kegiatan apapun. Nehemia merupakan contoh
mengenai pekerjaan di hari Sabat.
Nehemia 10:28-31 Dan orang-orang yang lain, yakni: para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu pintu gerbang, para penyanyi, para budak di bait Allah dan segala orang yang memisahkan diri dari penduduk negeri untuk patuh kepada hukum Allah, serta isteri mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka, begitu juga semua orang yang cukup dewasa untuk mengerti, 29 menggabungkan diri dengan saudara-saudara mereka, yakni pemuka-pemuka mereka itu. Mereka bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Allah yang diberikan dengan perantaraan Musa, hamba Allah itu, dan untuk tetap mengikuti dan melakukan segala perintah Tuhan, yakni Tuhan kami, serta segala peraturan dan ketetapanNya. 30 Pula kami tidak akan memberi anak-anak perempuan kami kepada penduduk negeri, ataupun mengambil anak-anak perempuan mereka bagi anak-anak lelaki kami. 31 Dan bilamana penduduk negeri membawa barang-barang dan berbagai-bagai gandum untuk dijual pada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat atau pada hari yang kudus. Dan kami akan membiarkan begitu saja hasil tanah pada tahun yang ke tujuh dan tidak akan menagih sesuatu hutang.
Sistem Sabat harus dipahami sebagai
suatu representasi dari sebuah sistem, yang merupakan ke-khas-an dari umat
Allah.
Roti Tidak
Beragi merupakan tanda dari Hukum Allah (Ulangan 6:8) dan penebusanNya atas
Israel (Ulangan 6:10) yang, melalui pengurbanan Kristus, diperluas bagi semua
yang berada dalam Kristus (Roma 9:6; 11:25-26). Tanda ini membentengi Israel
dari penyembahan berhala (Ulangan 11:16) karena merupakan tanda dan meterai
dari umat pilihan Allah (Wahyu 7:3).
Sebuah tanda, SHD 226, owth atau ot merupakan sebuah tanda pembeda atau alat peringatan atas kewajiban seseorang. Sabat didaftar sebagai tanda dari umat Allah. Ini merupakan sebuah tanda antara kita dengan Allah yang menjadikan kita kudus.
Keluaran 31:12-14 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: 13 “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari SabatKu harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. 14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.
Seringkali diasumsikan secara keliaru bahwa Sabat-sabat yang disebutkan disini hanyalah sekedar merupakan penggandaan dari Sabat mingguan yang tunggal. Hal ini tidak benar. Sabat-sabat adalah perluasan dari keseluruhan cakupan dari penyembahan pada Bulan-bulan Baru, Hari-hari Kudus, dan sistem Yobel yang lengkap dengan implikasi ekonomisnya. Dengan dimatikan juga mengandung konotasi rohani dan secara berkesinambungan melindungi umat perjanjian dari penyembahan berhala.
Sabat bukanlah sebuah tanda eksklusif bagi Gereja Tuhan; ini juga merupakan sebuah tanda bagi umat perjanjian yang belum dipanggil ke dalam Gereja. Jika ini merupakan tanda dari umat pilihan, maka Yudaisme dan kelompok Binitarianis dan Trinitarianis penganut Sabat juga akan menjadi bagian dari kebangkitan yang pertama. Sebenarnya tidaklah demikian.
Tanda yang ke dua adalah Paskah dan Perayaan Roti Tidak Beragi.
Keluaran 13:9-10 Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu, supaya hukum Tuhan ada di bibirmu; sebab dengan tangan yang kuat Tuhan telah membawa engkau keluar dari Mesir. 10 Haruslah kaupegang ketetapan ini pada waktunya yang sudah ditentukan, dari tahun ke tahun. (lihat selanjutnya dalam Keluaran 13:11-16).
Pendamaian merupakan tanda lain dari umat perjanjian (Imamat 16:29-34). Kelalaian melaksanakan pendamaian dapat berakibat pengasingan; dengan kata lain, dari tubuh perjanjian Israel, yang dalam hal ini adalah gereja (Imamat 23:29; Roma 9:6-8).
Imamat 23:26-32 Tuhan berfirman kepada Musa: 27 “Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ke tujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada Tuhan. 28 Pada hari itu janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan Tuhan, Allahmu. 29 Karena setiap orang yang pada hari itu tidak merendahkan diri dengan berpuasa, haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya. 30 Setiap orang yang melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu, orang itu akan Kubinasakan dari tengah-tengah bangsanya. 31 Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun di segala tempat kediamanmu. 32 Itu harus menjadi suatu sabat, hari perhentian penuh bagimu, dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Mulai pada malam tanggal sembilan bulan itu, dari matahari terbenam sampai matahari terbenam, kamu harus merayakan sabatmu.”
Pendamaian juga digunakan untuk mendeklarasikan Yobel, karena Yobel merupakan dasar dari sistem Allah dalam menata urusan manusia di dunia. Ini merupakan Sabat yang di-Sabatkan, sebuah Shabbath Shabbathown yang menekankan kekudusannya (lihat SHD 7677). Signifikansi rohani dari Yobel akan diuraikan kemudian.
Imamat 25:8-12 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. 9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ke tujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. 10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. 11 Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. 12 Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.
Keluaran 30:11-16 Tuhan berfirman kepada Musa: 12 “Apabila engkau menghitung jumlah orang Israel pada waktu mereka didaftarkan, maka haruslah mereka masing-masing mempersembahkan kepada Tuhan uang pendamaian karena nyawanya, pada waktu orang mendaftarkan mereka, supaya jangan ada tulah di antara mereka pada waktu pendaftarannya itu. 13 Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus—syikal ini dua puluh gera beratnya—;setengah syikal itulah persembahan khusus kepada Tuhan. 14 Setiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu, yang berumur dua puluh tahun ke atas, haruslah mempersembahkan persembahan khusus itu kepada Tuhan. 15 Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan persembahan khusus itu kepada Tuhan untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian. 16 Dan haruslah engkau memungut uang pendamaian itu dari orang Israel dan menggunakannya untuk ibadah dalam Kemah Pertemuan; supaya itu menjadi peringatan di hadapan Tuhan untuk mengingat kepada orang Israel dan untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian.”
Pajak atau uang pendamaian dalam hari raya Pendamaian adalah untuk penghitungan umat pilihan Israel. Besarnya tetap untuk tiap orang dan tidak beragam menurut keadaan sang individu. Penghitungan Israel ini dilakukan oleh Allah pada saat penciptaan dunia (Wahyu 17:8) dan berat dengan jumlah nilai yang tetap dibayar sekali dan selama-lamanya oleh Yesus Kristus (Roma 6:10). Nilai yang tetap mengindikasikan bahwa keselamatan telah lunas, tidak menurut keadaan fisik masing-masing individu, tetapi dengan pengurbanan Yesus Kristus sekali dan untuk selamanya (Ibrani 7:27; 9:26; 10:10; 1Petrus 3:18). Pengambilan kolekte pada hari raya Pendamaian menunjukkan betapa memadainya pengurbanan Yesus Kristus.
Adalah dengan alasan ini maka ada tiga kolekte saja sebagaimana dispesifikasikan dalam Keluaran 23:14-18, 34:24; Ulangan 16:16; 1 Raja-raja 9:25 dan ketiganya harus ditarik sebelum pagi hari yang pertama dari masing-masing saat perayaan.
Keluaran 23:14-18 “Tiga kali setahun haruslah engkau mengadakan perayaan bagiKu. 15 Hari raya Roti Tidak Beragi haruslah kaupelihara; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi, seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu, pada waktu yang ditetapkan dalam bulan Abib, sebab dalam bulan itulah engkau keluar dari Mesir, tetapi janganlah orang menghadap ke hadiratKu dengan tangan hampa. 16 Kaupeliharalah juga hari raya menuai, yakni menuai buah bungaran dari hasil usahamu menabur di ladang; demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang. 17 Tiga kali setahun semua orangmu yang laki-laki harus menghadap ke hadirat Tuhanmu Tuhan. 18 Janganlah kaupersembahkan darah korban sembelihan yang kepadaKu beserta sesuatu yang beragi, dan janganlah lemak korban hari rayaKu bermalam sampai pagi.
Dalam ayat 18 “lemak korban hari rayaKu” mengisahkan persembahan perayaan kewangan kita pada waktu ini. Kita tidak boleh memakan apapun lemak binatang.
Imamat 3:17 Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah."
Tanda yang utama dan pertama akan umat perjanjian adalah sunat (Kejadian 17:10-14). Tindakan fisik ini merupakan sebuah meterai. Sekarang ini sunat menjadi sunat rohani dan juga menyertakan wanita di saat pembaptisan mereka (lihat makalah Pertobatan dan Baptisan [052]). Inilah maksud sesungguhnya sejak permulaan (Ulangan 10:15-17) tetapi di dalamnya juga harus ada partisipasi Allah.
Ulangan 30:6 6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup.
Baptisan dan penerimaan Roh Kudus, adalah tanda utama bagi umat pilihan, melalui darah Yesus Kristus, ke dalam satu tubuh (Matius 28:19; Kisah Para Rasul 1:5; 11:16; Roma 6:3; 1Korintus 12:13; Ibrani 9:11-28). Tanda-tanda hukum Allah ini, Sabat, dan Paskah, secara spesifik dirancang untuk perlindungan terhadap penyembahan berhala (Ulangan 11:6). Keduanya merupakan meterai pada tangan dan dahi umat pilihan Allah.
Bersama Roh Kudus tanda-tanda ini membentuk dasar dari pemeteraian dalam Wahyu 7:3 di jaman akhir. Tanda dari umat pilihan dengan demikian dipusatkan pada perintah yang pertama. Kristus menyatakan Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti (atau melayani) (Matius 4:10; Lukas 4:8). Pelayanan kita adalah penyembahan dalam terminologi Alkitabiah dan pernyataan ini menunjukkan bahwa hanya ada satu, Allah Bapa, yang boleh disembah. Yahoshua, Yang DiurapiNya, tidak boleh disembah.
Sabat merupakan sebuah tanda dari Gereja Allah tetapi bukan satu-satunya tanda. Tanda yang utama adalah Allah Bapa. Struktur Alkitabiah kaum Unitarian adalah bahwa hanya ada Satu Allah (Ulangan 6:4, 1Korintus 8:4) yang dapat kita kenal (Hosea 8:2; 13:4). Kita dituntut untuk mengenalNya (Galatia 4:8-9) dan mengenal kehendakNya (Kisah Para Rasul 22:14).
Kita diberitahu untuk membedakan antara Allah dan KristusNya (Yohanes 17:3) dan sungguh amat memalukan apabila kita tidak atau tidak dapat membedakannya (1Korintus 15:34). Memahami bahwa Yahovah Sabaoth, Allah Bapa, adalah Satu Allah yang Tunggal, adalah amat fundamental untuk keimanan.
Yehezkiel 20:16-20 oleh karena mereka menolak peraturan-peraturanKu dan tidak hidup menurut ketetapan-ketetapanKu dan melanggar kekudusan hari-hari SabatKu; sebab hati mereka mengikuti berhala-berhala mereka. 17 Tetapi Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun. 18 Maka Aku berkata kepada anak-anak mereka di padang gurun: Janganlah kamu hidup menurut ketetapan-ketetapan ayahmu dan janganlah berpegang pada peraturan-peraturan mereka dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka. 19 Akulah Tuhan, Allahmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapanKu dan lakukanlah peraturan-peraturanKu dengan setia, 20 kuduskanlah hari-hari SabatKu, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah Tuhan, Allahmu.
Yehezkiel 20:21-24 Tetapi anak-anak mereka memberontak terhadap Aku, mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapanKu dan tidak melakukan peraturan-peraturanKu dengan setia, sedang manusia yang melakukannya, akan hidup; mereka juga melanggar kekudusan hari-hari SabatKu. Maka Aku bermaksud mencurahkan amarahKu ke atas mereka untuk melampiaskan murkaKu kepadanya di padang gurun. 22 Tetapi Aku menarik tanganKu kembali dan bertindak karena namaKu, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa yang melihat sendiri waktu Aku membawa mereka ke luar. 23 Walaupun begitu Aku bersumpah kepadanya di padang gurun untuk menyerakkan mereka di antara bangsa-bangsa dan menghamburkan mereka ke semua negeri, 24 oleh karena mereka tidak melakukan peraturan-peraturanKu dan menolak ketetapan-ketetapanKu dan melanggar kekudusan hari-hari SabatKu dan matanya selalu tertuju kepada berhala-berhala ayah-ayah mereka.
Sabat-sabat adalah sesuatu yang tak terpisahkan dari perintah yang pertama dan hukum Allah. Suatu bangsa akan dihukum bila gagal untuk mematuhi keseluruhan aspek dari hukum Allah (Zakharia 14:16-19).
Sabat juga merupakan sebuah tanda
kesetiaan kita dan pembebasan kita ke dalam perhentian Allah. Melalaikan Sabat
adalah sama dengan meninggalkan harapan akan Allah. Inilah alasannya mengapa
sekarang ini kita mengalami aniaya dalam upaya mematuhi Sabat-sabat Allah.
Siapapun yang
menodai Sabat akan dihukum mati (Keluaran 31:14; Bilangan 32:36). Ini merupakan
sebuah tanda antara Allah dan anak-anak Israel untuk selama-lamanya (Keluaran 31:17). Kata yang diterjemahkan menjadi
‘selama-lamanya’ adalah dari SHD 05769; Olam, sebuah kata yang mengandung arti
‘sepanjang usia’ selain juga terus-menerus, dalam jangka waktu yang panjang,
tidak berkesudahan atau kekal, dsb.
Kita, pengikut Perjanjian Jalan Allah
yang Baru atau yang Diperbarui, merupakan Israel rohani (Roma 9:4).
Persiapan untuk Sabat harus dilakukan
pada hari sebelumnya (Keluaran 16:5). Makan harus dikumpulkan dan dipersiapkan
menurut contoh dalam manna. Tiap manusia harus tinggal di tempat kediamannya
(Keluaran 16. 29-30). Manusia harus beristirahat dari membajak dan menuai pada
hari Sabat (Keluaran 34:21). Tindakan Allah untuk memetik bulir gandum pada
hari Sabat dipersalahkan oleh mereka yang telah menjadikan Sabat sebagai sebuah
beban dengan menambahkan tradisi lisan padanya.
Kita tidak boleh menyalakan api-api
perusahaan untuk bekerja pada hari-hari Sabat. Ini jelas dari Keluaran
35:1-36:2. Penyalaan api yang disebutkan dalam ayat 3 adalah berkaitan dengan
kerja berat dalam pembinaan pada enam hari bekerja, yang dilarang pada
hari-hari Sabat.
Keluaran 35:1 Lalu
Musa menyuruh berkumpul segenap jemaah Israel dan berkata kepada mereka:
"Inilah firman yang diperintahkan TUHAN untuk dilakukan. 2 Enam
hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah
ada perhentian kudus bagimu, yakni sabat, hari perhentian penuh bagi TUHAN;
setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, haruslah dihukum mati. 3
Janganlah kamu memasang api di manapun dalam tempat kediamanmu pada hari
Sabat." 4 Berkatalah Musa kepada segenap jemaah Israel:
"Inilah firman yang diperintahkan TUHAN, bunyinya:
Kita mesti menyalakan api dalam
kediaman kita dan menjaganya kerana ini bagi kehangatan yang diperlukan dalam
cuaca kawasan utara atau selatan yang ekstrim. Lebih baik kita menyalakan api
ini untuk mereka yang sakit atau tua atau untuk mereka yang mempunyai anak
kecil. Hangatkan diri kamu dan nikmati hari Sabat. Ini adalah akal Tuhan dan
perintah-perintahNya bukan satu beban (1 Yohanes 5:3; Yesaya 43:23) namun ia
boleh dijadikan begitu dengan pemakaian yang tidak betul (Lukas 11:46) dan
dosa-dosa kita (Yesaya 43:24).
5 Ambillah bagi TUHAN
persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya
harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN: emas, perak, tembaga,
6 kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu
kambing; 7 kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit-kulit
lumba-lumba, kayu penaga, 8 minyak untuk penerangan, rempah-rempah
untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian, 9 permata
krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada. 10
Segala orang yang ahli di antara kamu haruslah datang untuk membuat segala yang
diperintahkan TUHAN, 11 yakni Kemah Suci, atap kemahnya dan
tudungnya, kaitannya, dan papannya, kayu lintangnya, tiangnya dan alasnya; 12
tabut dengan kayu pengusungnya, tutup pendamaian dan tabir penudung; 13
meja dengan kayu pengusungnya, segala perkakasnya dan roti sajian; 14
kandil untuk penerangan dengan perkakasnya, lampunya dan minyak untuk
penerangan; 15 mezbah pembakaran ukupan dengan kayu pengusungnya,
minyak urapan dan ukupan dari wangi-wangian; tirai pintu untuk pintu Kemah
Suci; 16 mezbah korban bakaran dengan kisi-kisi tembaganya, kayu
pengusungnya dan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya; 17
layar pelataran, tiangnya, alasnya dan tirai pintu gerbang pelataran itu; 18
patok Kemah Suci dan patok pelataran dan talinya; 19 pakaian jabatan
untuk menyelenggarakan kebaktian di tempat kudus, dan pakaian kudus bagi imam
Harun, dan pakaian anak-anaknya untuk memegang jabatan imam." 20
Lalu pergilah segenap jemaah Israel dari depan Musa. 21 Sesudah itu
datanglah setiap orang yang tergerak hatinya, setiap orang yang terdorong
jiwanya, membawa persembahan khusus kepada TUHAN untuk pekerjaan melengkapi
Kemah Pertemuan dan untuk segala ibadah di dalamnya dan untuk pakaian kudus
itu. 22 Maka datanglah mereka, baik laki-laki maupun perempuan,
setiap orang yang terdorong hatinya, dengan membawa anting-anting hidung,
anting-anting telinga, cincin meterai dan kerongsang, segala macam barang emas;
demikian juga setiap orang yang mempersembahkan persembahan unjukan dari emas
bagi TUHAN. 23 Juga setiap orang yang mempunyai kain ungu tua, kain
ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing, kulit domba jantan yang
diwarnai merah dan kulit lumba-lumba, datang membawanya. 24 Setiap
orang yang hendak mempersembahkan persembahan khusus dari perak atau tembaga,
membawa persembahan khusus yang kepada TUHAN itu, dan setiap orang yang
mempunyai kayu penaga membawanya juga untuk segala pekerjaan mendirikan itu. 25
Setiap perempuan yang ahli, memintal dengan tangannya sendiri dan membawa yang
dipintalnya itu, yakni kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan
halus. 26 Semua perempuan yang tergerak hatinya oleh karena ia
berkeahlian, memintal bulu kambing. 27 Pemimpin-pemimpin membawa
permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada, 28
rempah-rempah dan minyak untuk penerangan, untuk minyak urapan dan untuk ukupan
dari wangi-wangian. 29 Semua laki-laki dan perempuan, yang terdorong
hatinya akan membawa sesuatu untuk segala pekerjaan yang diperintahkan TUHAN
dengan perantaraan Musa untuk dilakukan--mereka itu, yakni orang Israel,
membawanya sebagai pemberian sukarela bagi TUHAN. 30 Berkatalah Musa
kepada orang Israel: "Lihatlah, TUHAN telah menunjuk Bezaleel bin Uri bin
Hur, dari suku Yehuda, 31 dan telah memenuhinya dengan Roh Allah,
dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, 32
yakni untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan
tembaga; 33 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk
mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan yang dirancang
itu. 34 Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin
Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar. 35 Ia telah
memenuhi mereka dengan keahlian, untuk membuat segala macam pekerjaan seorang
tukang, pekerjaan seorang ahli, pekerjaan seorang yang membuat tenunan yang
berwarna-warna dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus,
dan pekerjaan seorang tukang tenun, yakni sebagai pelaksana segala macam
pekerjaan dan perancang segala sesuatu.
Keluaran 36:1
Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli,
yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan
segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang
diperintahkan TUHAN."
Ayat-ayat 35:6 hingga 36:2
menghuraikan kerja meluas yang dimaksudkan dan untuk apa tiada api yang boleh
dinyalakan pada hari-hari Sabat.
Allah mendemonstrasikan bahwa ia
adalah Allah Sabat bukan dengan maksud bahwa Sabat tidak perlu dipatuhi, tetapi
untuk menunjukkan kekeliruan jika Sabat diterapkan dengan cara yang selama ini
ada. Adalah tidak salah untuk mengumpulkan cukup makanan atau mempersiapkan
makanan untuk dimakan pada hari Sabat dalam teks ini dan demikian juga menurut
hukum Perjanjian (Mat. 12:1-12).
Matius 12:1-12 Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-muridNya memetik bulir gandum dan memakannya. 2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepadaNya: “Lihatlah, murid-muridMu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” 3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? 5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? 6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. 7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. 8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” 9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka. 10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepadaNya: “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia. 11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? 12 Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.”
Ayat ke tiga di atas merujuk pada 1
Samuel 21:6 ketika Daud memakan roti sajian yang dilarang (Keluaran 25:30;
Imamat 24:5-8). Lebih rinci, para imam di dalam Bait Allah menafikan atau
menganggap biasa Sabat dan tidak dianggap bersalah (Matius 12:5; lihat
selanjutnya dalam Bilangan 28:9-10; lihat juga Nehemia 13:7; Yehezkiel 24:21;
Yohanes 7:22-23).
Kristus juga memberikan sebuah
perintah menyangkut penyembuhan orang sakit. Ini harus dilakukan pada hari
Sabat. Adalah sah untuk menyembuhkan dan memberi makan orang sakit dan orang
cacat pada hari Sabat (Lukas 6:8-10; 13:14-16; 14:3; Mat. 12:10-13).
Yohanes 7:23 Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat, supaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepadaKu, karena Aku menyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat.
Lukas 14:5 menunjukkan bahwa sangat
penting untuk menangani hal-hal yang gawat di hari Sabat.
Hal ini pada kenyataannya, menguraikan
mengenai konsep penyembuhan pada saat Sabat. Perawatan yang baik dan persiapan
bagi orang sakit dan yang cacat pada hari Sabat merupakan sesuatu yang amat
serius. Adalah amat memalukan bila dikatakan bahwa seseorang harus makan
seorang diri dan menyendiri pada hari Sabat. Orang harus menyiapkan diri untuk
Sabat sehingga mereka dapat memberikan pelayanan yang baik bagi sesamanya.
Markus 3:1-5 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. 2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!” 4 Kemudian kataNya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. 5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekelilingNya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.
Pelajaran melalui sapi di selokan menunjukkan
keadaan darurat, tetapi sudah harus ada persiapan sebelumnya. Keledai tidak
boleh dibebani (Nehemia 13:5) dan pintu-pintu gerbang tidak boleh ditutup
(Nehemia 13:15). Ini berarti bahwa kita bahkan harus menghentikan kesempatan
bekerja. Beberan tidak boleh dipanggul (Yeremia 17:21) dan kayu tidak boleh
dikumpulkan (Bilangan 15:32-35). Panenan tidak boleh dibawa masuk dan anggur
tidak boleh diperas (Nehemia 13:15).
Dengan persiapan, kesemua pekerjaan
sehari-hari ini dapat dan harus dihentikan. Bahkan kita harus menyingkirkannya
dari pemikiran kita (2 Korintus 10:5).
Jumbai-jumbai
(Fringes - RSV) atau rumbai-rumbai (bands - KJV) berwarna biru harus dikenakan
pada punca (ujung) pakaian kita sebagai peringatan akan Hukum Allah.
Bilangan 15:37-41 Tuhan berfirman kepada Musa: 38 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. 39 Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah Tuhan, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap Tuhan. 40 Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintahKu dan menjadi kudus bagi Allahmu. 41 Akulah Tuhan, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah Tuhan, Allahmu.”
Ini merupakan sesuatu yang pribadi
antara anda dan Yahovah, Elohim anda. Hal ini tidak disertai hukuman
pelanggaran bila dilalaikan sebagaimana pelanggaran Hukum Allah yang lainnya.
Akan tetapi ketentuan ini tetap merupakan ketentuan dan bukan sekedar untuk
pamer (Matius 23:5).
Makanan dan perlengkapan makan tidak
boleh dibeli (Nehemia 10:31) ataupun dijual (Nehemia 13:15). Baik membeli
maupun menjual merupakan kegiatan yang dilarang.
Penebusan adalah apa yang diunjuk oleh
sistem Sabat dan kehidupan harus diselamatkan (Markus 3:4; Lukas 6:9) dan
penyelamatan harus dilakukan bila memang memungkinkan (Matius 12:11).
1Yohanes 5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat,
Sabat-sabat bukanlah suatu beban,
tetapi harus dijalankan dalam kemurnian rohani (Yesaya 1:13). Pelaksanaannya
tidak boleh dicemarkan atau dikotori (Yesaya 56:2, 4-7).
Yesaya 1:13-14 Jangan
lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan
bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan
pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh
kejahatan. 14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan
pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi
beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.
Yesaya 56:2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.
Yesaya 56:4-7 Sebab beginilah firman Tuhan: “Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari SabatKu dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjianKu, 5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumahKu dan di lingkungan tembok-tembok kediamanKu suatu tanda peringatan dan nama—itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan—,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka. 6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama Tuhan dan untuk menjadi hamba-hambaNya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjianKu, 7 mereka akan Kubawa ke gunungKu yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doaKu. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbahKu, sebab rumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
Sabat adalah suatu kesukacitaan, bukan
suatu hari perkabungan (Yesaya 58:13-14). Sabat harus dijalankan oleh semua
orang saat mereka akan datang menyembah Allah. Dari satu Bulan Baru ke Bulan
Baru berikutnya dan dari satu Sabat ke Sabat berikutnya (Yesaya 66:23).
Tak ada beban yang boleh dipikul pada
Sabat, karena tidak boleh beban itu dibawa atau dipikul ke Yerusalem (Yeremia
17:21). Bersukacitalah pada saat Sabat dan bawa sukacita ke rumah Allah. Jangan
memikul beban rumah tempat tinggalmu di saat Sabat (Yeremia 17:22) menunjukkan
bahwa mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan perbaikan rumah atau halaman
juga dilarang pada hari Sabat. Sabat harus dikuduskan dan dibedakan dari
hari-hari lainnya.
Kristus adalah lebih besar dari Bait
Allah sebagaimana kita juga adalah lebih besar dari Bait fisik, karena kita
adalah Bait Allah (2Korintus 6:16) dan Bait Allah dibuat bagi kita (Markus
2:27).
Demikian pula kita harus melaksanakan
Sabat hari ke tujuh sebagai sebuah persiapan, untuk sebuah rumah yang
dipersembahkan bagi Allah. Kesemuanya ini adalah untuk umat manusia,
sebagaimana kesemuanya itu dijadikan sebuah ujian bagi Israel (Keluaran 16:18).
Keluaran 16:4 Lalu
berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari
langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap
hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka
hidup menurut hukum-Ku atau tidak.
Sabat merupakan prasyarat untuk
pewarisan kerajaan Israel, apabila tak ada beban yang dibawa melalui
pintu-pintu gerbang kota. Raja-raja dan penguasa-penguasa akan duduk di tahta
Daud. Tetapi apabila peringatan ini tidak didengar maka kota itu akan
dihancurkan dengan api (Yeremia 17:27).
Yeremia 17:27 Tetapi
apabila kamu tidak mendengarkan perintah-Ku untuk menguduskan hari Sabat dan
untuk tidak masuk mengangkut barang-barang melalui pintu-pintu gerbang
Yerusalem pada hari Sabat, maka di pintu-pintu gerbangnya Aku akan menyalakan
api, yang akan memakan habis puri-puri Yerusalem, dan yang tidak akan
terpadamkan."
Bangsa bar-bar akan mencemooh Sabat
(Ratapan 1:7: RSV downfall (kejatuhan))
pada hari kesusahannya. Dengan demikian Sabat merupakan sebuah tanda dan sumber
cemoohan dalam kesusahan bagi mereka yang adalah rumah Allah. Raja dan penguasa
akan menanggung amarahNya untuk pelanggaran atas Sabat (Ratapan 2:6).
Ratapan 2:6 Ia
melanda kemah-Nya seperti kebun, menghancurkan tempat pertemuan-Nya. Di Sion
TUHAN menjadikan orang lupa akan perayaan dan sabat, dan menolak dalam
kegeraman murka-Nya raja dan imam.
Sabat-sabat dimaksudkan untuk
keria-riaan dan kesukacitaan. Tetapi sebagai hukuman atas pelanggaran,
kesukacitaan di dalam Sabat-sabat dicabut (Hosea 2:11).
Sikap yang betul harus diambil pada
Sabat. Seseorang harus menantikan sampai Sabat tuntas selesai pada waktu gelap
sebelum melakukan suatu usaha, karena hal ini akan juga berlanjut pada sikap
kejujuran, kurban dan pemberian (Amos 8:5). Jadilah senantiasa sadar untuk
melakukan perbuatan baik dan untuk menyembuhkan akar pahit pada semua orang
(Lukas 13:10-16).
Lukas 23:54 menunjukkan bahwa anda
harus mempersiapkan diri menghadapi Sabat. Berpikirlah jauh ke depan, lakukan
perbuatan baik satu-sama-lain. Tunjukkan bahwa kita mengasihi orang lain sama seperti
Kristus mengasihi kita. Marilah kita bertumbuh di dalam iman sementara kita
semua ditahirkan (Lukas 5:5-14).
Karena merupakan suatu ketentuan untuk
bersunat pada Sabat, demikian pula merupakan suatu ketentuan untuk bersunat
dalam hati anda dengan pemberian dan kuasa dari Roh Kudus. Saling menghakimilah
dengan penghakiman yang adil melalui perbuatan baik yang engkau lakukan pada
Sabat (Yohanes 7:21-24).
Yesaya 56:2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.
Yeremia 10:21 Sungguh, gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk Tuhan. Sebab itu mereka tidak berbahagia dan seluruh binatang gembalaan mereka cerai-berai.
Para penggembala dari Israel rohani yang tidak berusaha memperdalam pengetahuannya dengan belajar secara rajin dan melalui kepatuhan pada Firman Allah akan dihakimi dan gembalaan mereka akan dicerai-beraikan! Penghakiman ini dapat berarti kematian bagi seorang gembala yang mengajarkan penyelewengan dari Hukum Allah (Yesaya 66:16-24).
Dalam periode setelah Sang Mesias kita diharuskan mengadakan baptisan dewasa untuk memperoleh Roh Kudus dan pembaruan Perjanjian Allah. Kewajiban-kewajiban Sabbatismos (SGD 4520) tetap tidak berubah.
Ibrani 4:9-11 Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ke tujuh, bagi umat Allah. 10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentianNya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaanNya. 11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.
Perhentian Sabat hari ke tujuh tetap berlaku! Kita, yang dibaptis sebagai Israel rohani dan yang telah memperbarui perjanjian dengan Allah, akan mentaatinya dan berhenti dari yang kita kerjakan.
Keluaran 31:12-18 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: 13 “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari SabatKu harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. 14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya. 15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ke tujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi Tuhan: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati. 16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. 17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ke tujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.” 18 Dan Tuhan memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.
Di masa yang akan datang pada waktu yang tepat bagi Allah, Ia akan memilih diantara bangsa-bangsa, individu-individu yang akan dijadikan imam-imam dan Lewi sesuai dengan tatanan Melkisedek. Mereka dan semua orang akan datang menyembah Dia pada hari Sabat.
Yesaya 66:18-23 Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka, dan Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaanKu. 19 Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa, yakni Tarsis, Pul dan Lud, ke Mesekh dan Rosh, ke Tubal dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh yang belum pernah mendengar kabar tentang Aku dan yang belum pernah melihat kemuliaanKu, supaya mereka memberitakan kemuliaanKu di antara bangsa-bangsa. 20 Mereka itu akan membawa semua saudaramu dari antara segala bangsa sebagai korban untuk Tuhan di atas kuda dan kereta dan di atas usungan, di atas bagal dan unta betina yang cepat, ke atas gunungKu yang kudus, ke Yerusalem, firman Tuhan, sama seperti orang Israel membawa korban dalam wadah yang tahir ke dalam rumah Tuhan. 21 Juga dari antara mereka akan Kuambil imam-imam dan orang-orang Lewi, firman Tuhan. 22 Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapanKu, demikianlah firman Tuhan, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. 23 Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapanKu, firman Tuhan.
Sabat hari yang ke tujuh harus dipatuhi (dari Keluaran 20:8-11; Ulangan 5:12-15; Ibrani 4:9-11) sebagai suatu perintah nyata dari Allah dan sebagai satu dari sepuluh perintahNya. Ini merupakan ketetapan yang selama-lamanya bagi umatNya. Sabat adalah kudus. Setiap orang yang tidak menghormati Sabat akan mengalami kematian dan dibuang dari bangsanya (Keluaran 31:14-15). Sabat hari ke tujuh tetap berlaku bagi pengamat perjanjian yang diperbarui (Ibrani 4:9). Hari yang ke tujuh dimulai pada akhir dari hari yang ke enam pada setiap minggu, atau yang kita kenal sebagai hari Jum’at pada akhir dari cahaya matahari sore. Sabat ini adalah dari matahari terbenam sampai dengan matahari terbenam (Imamat 23:23, Kisah Para Rasul 27:27-33).
Waktu EENT diterbitkan di sini http://aa.usno.navy.mil/data/docs/RS_OneDay.html
atau kamu boleh menggulung benang atau reben merah dan biru bersama dan
memegangnya ke arah barat sewaktu senja semakin mendalam dan apabila kamu tidak
dapat membezakan warna-warna itu, ianya waktu gelap. Ini sangat hampir kepada
waktu tempatan EENT yang diumumkan bergantung pada penglihatan kamu.
Ini merupakan perjanjian kekal antara umat Israel dan merupakan sebuah tanda selama-lamanya antara mereka dan Allah, mengakui Dia sebagai Sang Pencipta (Keluaran 31:15-16). Semua orang Kristen sejati adalah Israel rohani dan semua orang asing pada akhirnya akan masuk ke dalam bangsa Israel (Roma 9:6; 11:16-25). Hukuman untuk pelanggaran Sabat adalah kematian yang terjadi karena tidak dimilikinya Roh Kudus dan karenanya dikelompokkan ke dalam kebangkitan yang ke dua (Wahyu 20:5).
Sabat adalah suatu kesukacitaan dan harus
dihormati sebagai Hari Kudus Allah. Ini bukan merupakan hari bersantai-santai
tetapi merupakan hari pertemuan kudus (Yesaya 58:13-14). Tak ada pekerjaan atau
beban yang boleh ditanggung pada hari itu (Yeremia 17:21-22) dan pada hari itu
kita tidak boleh membeli (Nehemia 10:31) dan tidak boleh pula menjual (Nehemia
13:15).
Yesaya 66:22-23 Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapanKu, demikianlah firman Tuhan, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. 23 Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapanKu, firman Tuhan.
Umat manusia diperintahkan untuk menghadiri pelataran dalam dan menyembah baik pada Sabat hari ke tujuh maupun pada Bulan-bulan Baru (lihat juga Yehezkiel 46:6, 9-10).
Yehezkiel 46:1-3 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup selama enam hari kerja, tetapi pada hari Sabat supaya dibuka; pada hari bulan baru juga supaya dibuka. 2 Raja itu akan masuk dari luar melalui balai gerbang dan akan berdiri dekat tiang pintu gerbang itu. Sementara itu imam-imam akan mengolah korban bakaran dan korban keselamatan raja itu dan ia akan sujud menyembah di ambang pintu gerbang itu, lalu keluar lagi. Dan pintu gerbang itu tidak boleh ditutup sampai petang hari. 3 Penduduk negeri juga harus turut sujud menyembah di hadapan Tuhan di pintu gerbang itu pada hari Sabat dan hari bulan baru.
Kurban pada Bulan Baru sebenarnya lebih besar dari kurban pada saat Sabat (Yehezkiel 46:4, 6). Tak ada perbedaan antara Bulan Baru dengan Sabat mingguan. Keduanya adalah kudus dan tak ada jual-beli yang dibolehkan pada kedua hari itu.
Amos 8:5 dan berpikir: “Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,
Signifikansi dari kurban-kurban dalam lingkup Bulan-bulan Baru berkaitan dengan Gereja dan dewan-dewan di Israel. Hanya dengan mematuhi perayaan Bulan-bulan Baru saja maka seseorang dapat memahami Penanggalan Allah (lihat makalah Penanggalan Allah [156]). Penanggalan Yahudi modern bukanlah penanggalan yang benar dan menghalangi pemulihan. Sampai Penanggalan Allah dipulihkan, Perayaan-perayaan dan Bulan-bulan Baru tidak dapat dijalankan dengan benar dan karena itu pemulihan akan tertunda. Hanya dengan memulihkan Bulan-bulan Baru sajalah Penanggalan dan Perayaan-perayaan dapat dijalankan dan dipahami dengan benar.
Bulan Baru merupakan salah satu peringatan akan Allah seperti yang ditulis dalam Bilangan 10:10
Bilangan 10:10 Juga pada hari-hari kamu bersukaria, pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah Tuhan, Allahmu.”
Tuhan Allahmu adalah Yahovah, Elohimmu. Kurban telah digenapi dalam diri Kristus. Sabat-sabat, Bulan Baru dan rangkaian Perayaan tidak pernah dihapuskan. Janganlah kita bersetuju dengan mereka yang membuat penilaian negatif tentang pemeliharaan Bulan-bulan Baru.
Kolose 2:16-17 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu
mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari
Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang,
sedang wujudnya ialah Kristus.
Perayaan Bulan Baru diperlakukan sebagai Shabbatown atau Sabat Kudus. Kurban dipersembahkan, sebagaimana kita lihat di atas, sebagai suatu peringatan.
Bilangan 28:11-15 Pada bulan barumu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada Tuhan: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun yang tidak bercela, 12 dan juga tiga persepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, untuk tiap-tiap lembu jantan, serta dua persepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, untuk domba jantan yang seekor itu, 13 serta sepersepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, untuk tiap-tiap domba; itulah suatu korban bakaran, bau yang menyenangkan, suatu korban api-apian bagi Tuhan. 14 Dan korban-korban curahannya haruslah untuk seekor lembu jantan setengah hin anggur, untuk seekor domba jantan sepertiga hin dan untuk seekor domba seperempat hin. Itulah korban bakaran pada setiap bulan baru dalam setahun. 15 Dan seekor kambing jantan haruslah diolah menjadi korban penghapus dosa bagi Tuhan, serta dengan korban curahannya, di samping korban bakaran yang tetap.”
1Tawarikh 23:31 dan pada waktu mempersembahkan segala korban bakaran kepada Tuhan, pada hari-hari Sabat, bulan-bulan baru, dan hari-hari raya, menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi mereka, sebagai tugas tetap di hadapan Tuhan.
Bulan Baru merupakan sebuah perantaraan
antara Sabat-sabat dan Perayaan-perayaan.
2Tawarikh 31:3 Raja memberi sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran, yakni: korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, korban bakaran pada hari-hari Sabat dan pada bulan-bulan baru dan pada hari-hari raya, yang semuanya tertulis di dalam Taurat Tuhan.
Ezra 3:5 juga mencatat bahwa Bulan-bulan Baru dipulihkan. Kedua pemulihan yang besar juga menyertakan pemulihan Bulan-bulan Baru.
Ezra 3:5 Dan sejak itu diadakanlah korban
bakaran yang tetap, juga korban bakaran pada bulan baru dan pada setiap hari
raya yang kudus bagi Tuhan, dan setiap kali orang mempersembahkan persembahan
sukarela kepada Tuhan.
Bulan Baru adalah permulaan dari hari yang pertama dari sebuah bulan (Bilangan 10:10; 28:11) Penanggalan lunar merupakan tanda dari Umat Kudus. Dalam catatannya untuk Keluaran 12:2, Mekilta menyatakan bahwa “bangsa-bangsa” menghitung waktu berdasarkan matahari, tetapi Israel menghitungnya berdasarkan bulan (Mazmur 104:19). Sabat-sabat dan Bulan-bulan Baru secara bersama merupakan perhentian dari pekerjaan sebagaimana yang kita baca dalam Amos 8:5. Hari itu merupakan hari kesukacitaan. Akan tetapi sukacita yang dianugrahkan untuk Hari-hari Kudus, Bulan-bulan Baru dan Sabbaths ditiadakan.
Hosea 2:11 Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya.
Hosea 2:12 Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku! Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis.
Kejadian 1:14 menunjukkan bahwa Allah menempatkan terang di langit untuk menentukan siang dan malam dan sebagai tanda musim. Bulan-bulan Baru menentukan urutan dan tenggat waktu perayaan-perayaan dan secara logis mendahului Sabat, yang merepresentasikan tindakan pemenuhan sebagai hari yang ke tujuh, sementara Bulan-bulan dimulai dari hari yang ke empat. Cahaya adalah untuk memisahkan terang dari gelap (Kejadian 1:18). Bulan menunjukkan terang dari dunia di tengah kegelapan yang melingkupinya. Matahari digunakan untuk melambangkan Kristus.
Maleakhi 4:2-4 Tetapi kamu yang takut akan namaKu, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. 3 Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman Tuhan semesta alam. 4 Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hambaKu, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
Takut akan Allah adalah pengingatan Hukum Allah. Sabat-sabat dan Bulan-bulan Baru diperlakukan sama seperti dalam penjalanan sebuah usaha. Sikap dalam berdagang atau membeli dan menjual adalah, dan sudah ditetapkan, sesuai dengan Bulan Baru dan Sabat.
Amos 8:4-6 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: “Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?”
Secara keseluruhan ada duabelas bulan dan bulan ke tigabelas atau bulan interkalar ditambahkan tujuh kali dalam setiap siklus sembilan belas tahun, di dalam tiap-tiap tahun, sebagaimana ditentukan dalam Keluaran 12:1. Sekuens dari penanggalan yang ditetapkan Allah di saat penciptaan ditentukan dari benda-benda langit. Pergerakan dan posisi dari benda-benda langit merupakan faktor penentu dari penanggalan. Ini akan nampak sebagai sesuatu yang dikembangkan di sepanjang Alkitab dan merupakan sentra dari Hukum Allah.
Mazmur 104:19 Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, matahari yang tahu akan saat terbenamnya.
Bulan merupakan faktor penentu, bukan matahari. Matahari merupakan operatif dari hari saja, dan sebagai titik sumbu untuk permulaan tahun dari equinox atau pergantian tahun sebagaimana dalam Keluaran 34:22, dari SHD 8622 {tek-oo-faw’} atau {tekquphah}, yang berarti:
· 1(a) berputar balik, putaran waktu atau ruang, perputaran, lingkaran
· 1(b) dalam perputaran (sebuah kata sifat)
(Schurer, A History of the Jewish People in the Time of Jesus Christ, First Division, Volume II, Appendix III).
Peraturan penting ini tidak akan ditemui dalam Alkitab.
Peraturan ini masih lagi diikuti oleh penganut Roman Katolik selepas 1800 tahun, dalam menentukan hari Easter mereka. Tahun 2005 ini ia jatuh sama waktu dengan Unjukan Berkas sejati pada hari Minggu 27 Mac. Mereka tidak melihat sebarang konflik kerana orang Yahudi lewat sebulan seperti dalam tahun 1997. (lihat Kenapakah Paskah Begitu Lewat Pada 1997? (No. 239))
Pada waktu itu ia lambat demi untuk memuatkan Pemberkatan Matahari, yang ditentukan oleh pihak Rabbi namun tidak bererti dari segi astronomi. Ini merupakan tradisi moden yang menyebabkan seluruh Yehuda berdosa.
Permulaan bulan pada konjunksi adalah sangat penting dalam memahami bilakah permulaan Tahun Baru.
Permulaan Tahun TIDAK bergantung pada kematangan barli/jelai dalam Israel moden. Ini mungkin berbeda-beda sebanyak beberapa minggu dalam mana-mana tahun dan ini menjadikan pembuatan suatu kalendar dengan Hari-hari Raya dipastikan sesuatu yang mustahil.
Pencarian tanda ini boleh digolongkan dalam kategori ‘melihat’ bulan sabit atau ‘melihat’ bulan penuh untuk dijadikan dasar bagi putaran-putaran dan hari-hari yang penting sekali ini. Hari ini, orang ramai menggunakan bijirin moden yang matang pada kadar berlainan dan sangat berbeda dari bijirin-bijirin primitif. Malah ada orang yang menanam bijirin ini di dalam sekitaran terkawal untuk menampung andaian-andaian mereka. Walau begitu sekalipun keadaan-keadaan tertentu boleh mengubah kesan-kesan yang diingini.
Nuh masuk dan Bahtera telah ditutup (Kejadian 7:16) namun pada akhir banjir itu dia tahu bilakah hari Tahun Baru dan dia kemudiannya membuka penutupnya (Kejadian 8:13). Pengetahuan akan permulaan Tahun Baru ini tidak berdasarkan tanda-tanda visual dan yang pastinya tidak berdasar pada tuaian jelai dekat Yerusalem pada akhir banjir itu.
Tahun ini (2005) adalah tahun ketujuh dalam putaran dan merupakan tahun sabat di mana kita tidak menanam tanaman satu tahun. Dalam Milenium tiada orang yang akan menanam bijirin tahunan seperti jelai. Oleh itu, tiada seorangpun yang akan dapat melihat keadaan pertumbuhan gandum baru ketika bulan Mac atau April dalam tahun ketujuh atau tahun Jubli (Yobel). Pengetahuan ini tidak diperlukan untuk mengetahui permulaan tahun dan kemudian mengenalpasti Perayaan serta Hari Raya yang berikutan.
Kalendar Hari Raya hingga Yobel berikutnya diterbitkan di sini
http://www.ccg.org/english/s/c3.html
Menurut Hukum Allah, Bulan-bulan Baru harus ditaati (Bilangan 10:10, 28:11-15; 1 Tawarikh 23:31; 2 Tawarikh 2:4, 8:13, 31:3). Pada saat ini perdagangan dihentikan sementara oleh karena Sabat (Amos 8:5). Israel mentaati Bulan-bulan Baru (Yesaya 1:13-14; Ezra 3:5; Nehemia 10:33; Mazmur 81:3; Hosea 2:11) sebagaimana Gereja selama berabad-abad. Gereja mentaati Bulan-bulan Baru dengan Sabatnya dan Hari-hari Kudus (Kolose 2:16). Bulan-bulan Baru akan ditaati dalam jaman pemulihan di bawah pemerintahan Sang Mesias (Yesaya 66:23; Yehezkiel 45:17, 46:1, 3, 6) sebagai sebuah Sabat, dan bagi kita saat ini juga merupakan kewajiban. Bulan Baru merupakan sebuah ketaatan yang diperintahkan bahakan sebelum adanya Hari-hari Kudus yang diadakan sebagai suatu waktu yang tetap (Mazmur 81:3). Ini merupakan keterkaitan dengan siklus astronomis lunar (bulan) dan tidak bergantung pada observasi (Mazmur 104:19).
Hari-hari Kudus tahunan ditemukan dalam Imamat 23:1-44, Bi