Jemaat Jemaat Allah Al Maséhi

 

 

[259]

 

 

 

Hukum dan Perintah Tuhan Keenam [259]

(Edition 1.1 19981009-19990525)

 

Telah tercatat: Jangan membunuh. Karya ini menerangkan keseluruhan struktur Hukum Allah, seperti yang diaplikasikan kepada Perintahnya sepertimana telah diterangkan oleh para nabi dan Kitab-kitab Perjanjian dalam menuruti pembacaan Hukum pada setiap tahun Sabat.

 

 

 

Christian Churches of God

 

PO Box 369, WODEN ACT 2606, AUSTRALIA

E-mail: secretary@ccg.org

 

(Hakcipta ã 1998, 1999 Wade Cox)

(tr. 2002)

 

Karya tulis ini boleh disalin semula dan didistribusikan secara bebas dengan syarat ia disalin semuanya tanpa apa-apa perubahan atau penghapusan kata. Nama dan alamat penerbit serta notis hakcipta harus disertakan.  Sebarang bayaran tidak boleh dikenakan ke atas penerima-penerima salinan yang didistribusikan.  Petikan-petikan ringkas daripadanya boleh dimasukkan ke dalam artikel-artikel kritis dan karya ulasan tanpa melanggar undang-undang hakcipta.

 

Karya ini boleh didapati daripada Internet di:
http://www.logon.org dan http://www.ccg.org


 

 

Hukum dan Perintah Tuhan Keenam [259]

 


Sudah tercatat:

Keluaran 20:13  Jangan membunuh.

 

Ulangan 5:17  Jangan membunuh.

 

Pemeliharaan hidup dilanjutkan kepada pemeliharaan tubuh badan. Ia berkenaan perintah untuk menjadi suci dan menguduskan diri sendiri. Seperti pada perintah kelima, yang mengukuhkan keluarga dan bangsa, begitu juga dengan pemeliharaan keluarga dan bangsa yang tersirat di dalam perintah keenam.

 

Imamat 19:28     Janganlah kamu menggoresi tubuhmu karena orang mati dan janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu; Akulah TUHAN.

 

Ratapan bagi orang yang telah mati seperti kebiasaan bangsa-bangsa lain tidak patut ada di kalangan keluarga-keluarga Israel. Kematian secara semulajadi seseorang individu itu adalah menurut rencana Allah, dan diperbetulkan pada kebangkitan orang mati nanti, dan Israel akan ditempatkan di tanah milik mereka sendiri (Yehezkiel 37:1-14; Wahyu 20:1-15).

 

Israel seharusnya tiada titik dan cacat-celanya dan kerana itu kulit mereka tidak patut ditandakan. Oleh itu, tatu dan lain-lain penandaan kulit yang disengajakan adalah dilarang. Seorang hamba yang membenarkan pencucukan telinganya, untuk tujuan untuk meletakkan pencucuk di dalamnya, dilihat sebagai suatu tanda kelemahan.

 

Asal-usul dan Organisasi Kerajaan Negeri

Kuasa hidup dan mati terletak pada Allah, seperti yang telah kita lihat daripada karya Hukum dan Perintah Tuhan Kelima [258].

 

Allah mentahbiskan keluarga-keluarga sebagai asas kepada pembinaan Kerajaan Negeri. Dia yang mentahbiskan pemerintah-pemerintah yang lebih tinggi, dan segala kuasa pemerintahan datangnya daripada Allah.

 

Roma 13:1-7  Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. 2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. 3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. 4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. 5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. 6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. 7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

 

Allah mengaruniakan kuasaNya melalui loh-loh batu hukum, yang telah diberikanNya kepada Musa (Ulangan 9:11). Kerana itu semua raja wajib untuk membuat salinan hukum bagi diri mereka sendiri sebelum mereka menjadi raja.

 

Ulangan 17:18 Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.

 

Allah telah menetapkan para penatua Israel pada negeri itu, dan mereka diberikan hikmat bijaksana melalui kuasa Roh Kudus, sepertimana juga Musa yang telah menerima kuasa itu.

Bilangan 11:16-17 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau. 17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.

 

Bilangan 11:24-30  Setelah Musa datang ke luar, disampaikannya firman TUHAN itu kepada bangsa itu. Ia mengumpulkan tujuh puluh orang dari para tua-tua bangsa itu dan menyuruh mereka berdiri di sekeliling kemah. 25 Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi. 26 Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka--mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah--maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan. 27 Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: "Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan." 28 Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: "Tuanku Musa, cegahlah mereka!" 29 Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!" 30 Kemudian kembalilah Musa ke tempat perkemahan, dia dan para tua-tua Israel.

 

Dan Allah juga telah menyediakan dua orang nabi pada luar perkhemahan Israel. Allah tidak berbuat apa-apa tanpa menyatakannya melalui hamba-hambaNya para nabi, iaitu mereka yang Dia sendiri pilih dari kalangan umatNya.

 

Begitu juga dengan para hakim yang melaksanakan pengadilan bagi Tuhan.

 

2Tawarikh 19:5-7 Ia mengangkat juga hakim-hakim di seluruh negeri, yakni di semua kota yang berkubu di Yehuda, di tiap-tiap kota. 6 Berpesanlah ia kepada hakim-hakim itu: "Pertimbangkanlah apa yang kamu buat, karena bukanlah untuk manusia kamu memutuskan hukum, melainkan untuk TUHAN, yang ada beserta kamu, bila kamu memutuskan hukum. 7             Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita."

 

Dan Raja juga dipilih dan diberikan kuasa oleh Roh, supaya dia dapat memerintah Israel (1Samuel 10:1-7). Kepala-kepala atau para pemimpin pelayanan rohani bagi Israel dipilih secara undian (Kisah Para Rasul 1:26). Kisah 6:3-6 menunjukkan bahawa para diakon dan penatua seharusnya dipilih daripada kalangan jemaat. Pemimpin-pemimpin fizikal dipilih dengan pengurapan sebagai raja-raja atau hakim-hakim, dan dengan cara pengundian (Hosea 1:11; Lukas 14:28 dan juga nota kaki pada Companion Bible).

Ulangan 1:9-14 "Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. 10 TUHAN, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya. 11 TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. 12Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? 13    Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu. 14 Lalu kamu menjawab aku: Memang baik apa yang kauanjurkan untuk dilakukan itu.

 

Di dalam segalanya tiada sebarang beban yang tidak seimbang di kalangan orang-orang, atau para hakim, atau haiwan, atau sebarang makhluk, atau di dalam asas hukum itu sendiri.

 

Ulangan 22:10  Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama.

 

2Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

 

Hukum Allah seharusnya tidak dipasangkan dengan undang-undang para bangsa; juga tidak ditawarkan atau dikurangkan oleh perundangan para bangsa. Sistem Hukum Allah, kalendarNya, dan sistem penyembahanNya, tidak boleh dipasangkan dengan yang ada pada orang-orang tidak percaya. Pentadbiran serta penghakiman di kalangan semua umat yang memeliharakan perjanjian itu seharusnya mencerminkan tepat-tepat Hukum Allah.

 

Imamat 19:19 Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

 

Segala ciptaan haruslah dipelihara dalam bentuk tulen ciptaannya. Tiada sepatutnya berlaku pemutarbelitan pada ciptaan Allah sepertimana pada perbuatan mencipta baghal (mule), atau kacukan (hybrid). Semua ini terlarang di bawah hukum-hukum Tuhan. Kita seharusnya menjadi suatu umat yang suci dan murni di bawah hukum-hukum yang suci dan murni. Ini adalah juga untuk memelihara kehidupan.

 

Begitu juga, seorang hamba Allah tidak boleh diperintahkan untuk melaksanakan hukum-hukum, dan menguatkuasakannya atau mentadbirkannya, tanpa diberikan apa-apa ganjaran di dalam usaha mingguannya. Juga tiada sebarang haiwan atau orang yang boleh dihalang daripada menikmati hasil usaha mereka.

 

Ulangan 25:4 Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik."

 

Adakah Tuhan hanya prihatin terhadap lembu? (1Korintus 9:9; 1 Timotius 5:18; Ayub 38:41; Matius 6:26; 10:29). Segala macam sesuatu dipersediakan di bawah hukum-hukum Allah, bersyaratkan pada sama ada bangsa menuruti Hukum-hukumNya atau tidak.

 

Begitu juga dengan persembahan bagi dosa dan pelanggaran, yang seharusnya konsisten dengan hukum (Imamat 5:5-7). Persembahan pendamaian dan pelanggaran terkandung di dalam pengorbanan Mesias.

 

Keadilan dilanjutkan kepada bangsa-bangsa lain dan musuh;

Keluaran 23:4-5 Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kaukembalikan binatang itu. 5 Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya.

 

Serta juga saudara sendiri (Ulangan 22:1-4; Imamat 20:22-24).

 

Kerana sepertimana kita harus menjadi suci, begitulah juga dengan mereka yang tinggal bersama kita harus menjadi suci, dan kesemua kita tertakhluk di bawah hukum-hukum Allah di dalam Roh Kudus.

 

2Korintus 6:14-18 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? 15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? 16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. 17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."

 

Telah dicatatkan: Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN. Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia. Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu (Imamat 19:17,18, 33, 34; Keluaran 22:21).

 

Perintah keenam bukan hanya suatu perintah yang melarang daripada membunuh. Ianya suatu perintah untuk memelihara hidup nyawa agar suci kepada Tuhan, di dalam batas-batas Hukum-hukum Allah yang Hidup. Hidup janganlah direndahkan kualitinya atau standardnya dengan ketidakadilan, atau penindasan, atau dari segi perseorangan. Dengan itu struktur perintah ini meliputi konsep-konsep serangan terhadap seseorang dan harta benda.

 

Pemutarbelitan Hukum Alkitab di dalam Judaisme

Dengan itu orang asing juga diperuntukkan dengan keistimewaan perlindungan individu di dalam masyarakat, dan seharusnya dibantu apabila bertemukan kesusahan. Pemutarbelitan pada hukum Alkitab telah berlaku dengan begitu meluas sekali di dalam Talmud Yahudi sehinggakan ia melanggar asas Hukum-hukum Allah. Kita dapat lihat bagaimana teruknya pengajaran para rabbi ini telah terjadi dengan pernyataan ini daripada karya Maimonides’ Mishneh Thorah Murderer 4, 11

 

“Bagi bangsa-bangsa lain yang tidak bertentang dengan kita…janganlah kita menjadi penyebab kematian mereka, tetapi adalah dilarang untuk menyelamatkan mereka jika mereka pada tahap hampir mati; sebagai contoh, jika salah seorang daripada mereka jatuh ke laut, dia seharusnya tidak diselamatkan, kerana telah tercatat ‘janganlah engkau mengancam hidup temanmu’ [Imamat 19:16] – tetapi [seorang bangsa lain] bukanlah temanmu.”

 

Soncino tidak membuat apa-apa rujukan tentang penterjemahan para rabbi di dalam teksnya, kerana pemutarbelitan Alkitab yang tidak berperikemanusiaan dan tidak adil ini merupakan penerangan yang standard. Pernyataan yang sebenarnya dilihat sebagai ini:

 

Imamat 19:16  Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.

 

Teks ini (pada ayat 16b) difahami sebagai bermaksud, gagal memberikan bantuan bagi menyelamatkan hidup. Karya Stone iaitu Chumash mengakui pemahaman ini dan menyatakan: Jika nyawa seseorang itu di dalam bahaya engkau harus cuba untuk menyelamatkannya…Para Yahudi sejak dari zaman Kristus di dalam adat mereka telah menafsirkan ini sebagai bermaksud bahawa sesamamu manusia adalah sama dengan Yahudi. Ini telah memasuki amalan agama Yahudi kemudiannya:

Melanggar sabat menjadi suatu tanggungjawab apabila ada perlunya bagi menyelamatkan nyawa seorang Yahudi. Persoalan sama ada mau menyelamatkan nyawa seorang bangsa lain atau tida pada hari sabat, tidak ditimbulkan di dalam Talmud sebagai isu utama, kerana ia sememangnya dilarang sungguhpun pada hari-hari biasa.

 

Tafsiran berkenaan bangsa lain ini mungkin merupakan pemutarbelitan yang paling jahat sekali kepada matlamat Alkitab. Inilah sebabnya kenapa Kristus telah memberikan perumpamaan tentang orang Samaria yang Murah Hati, kerana sikap tersebut telah menyusup masuk ke dalam agama Judaisme sejak dari jangkamasa Bait Suci pada abad pertama era masakini (Apa yang dipanggil sebagai adat tradisi Oral Law atau Hukum Lisan yang dianggap telah mentafsirkan atau mempengaruhi Mishnah yang merupakan asal kepada terbitan Talmud Yerusalem dan Babilon, sebenarnya adalah suatu siri tafsiran yang dituliskan. Mereka ditulis bagi mengesahkan adat-adat tradisi yang telah diperkenalkan. Adat-adat ini kebanyakannya bertentangan dan banyak merupakan pemutarbelitan yang ketara kepada pernyataan Alkitab).

Lukas 10:25-37 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." 29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" 30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" 37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

 

Tiada lagi pemutarbelitan yang lebih ketara di dalam adat tradisi Yahudi, sepertimana yang terjadi pada pemahaman akan kewajipan untuk memelihara hidup dan penganggapan keadaan tidak bersalah.

 

Penganggapan Tidak Bersalah

Penganggapan Tidak Bersalah merupakan suatu sifat yang sedia ada di dalam Alkitab, dan tiada sesiapapun yang boleh dibunuh atau dihukum, kecualilah adanya kesaksian daripada dua atau tiga orang saksi. Ianya begitu menyeluruh sekali di dalam Alkitab di dalam segala aspek. Namun, Mishnah memperkenalkan pula konsep yang betul-betul bertentangan di dalam Divisi Keempat: Aturan Kerosakan Sanhedrin 4:1 E(2) [Fourth Division: The Order of Damages Sanhedrin 4:1 E(2)]:

Dalam kes-kes berkenaan harta benda mereka memulakan [hujah] kes tersebut sama ada untuk dibebaskan atau disabitkan kesalahan, manakala di dalam kes-kes utama (capital) pula mereka memulakannya hanya untuk pembebasan dan tidak bagi pensabitan kesalahan.

 

(rujuk The Mishnah A New Translation, Jacob Neusner, Yale University Press, New Haven and London, 1988, mukasurat 589).

 

Di dalam semua kes, fahaman penganggapan tidak bersalah mewajibkan agar tuduhan-tuduhan diberikan dan didengari, serta diikuti dengan kesaksian dua orang saksi, dan kemudiannya si tertuduh akan diberikan peluang untuk membela dirinya, di hadapan suatu tribunal hakim-hakim terlantik, yang tiada berat sebelah dalam segala aspek. Pada jangkamasa Bait Suci kes-kes harta benda didengari oleh suatu tribunal yang terdiri daripada tiga hakim sementara semua tuduhan utama didengari oleh sekurang-kurangnya dua puluh tiga daripada anggota Sanhedrin, sepertimana yang ditunjukkan oleh Mishnah sendiri (rujuk bahagian D (1)). Dengan itu segala keputusan berkenaan hal harta benda boleh dirayukan kepada suatu tribunal, jika telah diserahkan untuk perbicaraan preliminari. Segala kes-kes kapital harus didengari oleh sekurang-kurangnya dua puluh tiga anggota Sanhedrin sendiri, kerana ini melibatkan hukuman mati. Jangkamasa untuk membuat rayuan dibenarkan dengan adanya saksi-saksi dan bukti, juga sejak masa-masa awal ini (rujuk Mishnah).

 

Atas sebab inilah pernyataan-pernyataan membahayakan yang dibuat daripada undang-undang Noahide, yang cuba ditubuhkan oleh Judaisme daripada Talmud dan membenarkan persabitan kesalahan dengan hanya satu saksi, adalah bertentangan dengan keadilan dan Hukum-hukum Allah. Idea-idea dan amalan-amalan tersebut adalah membahayakan, tidak berasaskan Kitab dan tidak adil. Konsep-konsep tidak adil yang sama ini diterapkan di dalam sistem-sistem perundangan Eropah moden, di mana orang akan dianggap bersalah sehinggalah dibuktikan tidak. Senarai-senarai suspek boleh dikumpulkan dan disebarkan tanpa perbicaraan, atau bukti, atau keadilan. Negara UK telah mengambil masuk fahaman ini ke dalam sistem penguatkuasaan undang-undangnya tanpa bantahan mana-mana pihak. Keputusan-keputusan dan pembaharuan-pembaharuan yang dibuat sejak Perang Saudara dan masa-masa yang lainnya dilenyapkan begitu saja, tanpa pertimbangan yang baik. Orang yang mempunyai akses kepada fail-fail boleh membinasakan musuh-musuh mereka dan tidak akan ada keadilan. Atas alasan ini, dan pembunuhan serta ketidakadilan yang dibenarkan di dalamnya, empayar Suci Roma telah dimusnahkan dan Revolusi telah mengubah Eropah pada 1850 (Malachi Martin, The Decline and Fall of the Roman Church, Secker and Warburg, London, 1982, mukasurat 250-256). Agama Kristian dengan caranya yang tersendiri telah meracuni hukum itu, seperti atau lebih lagi daripada para imam Judaisme. Hukum Allah tidak pernah benar-benar dilaksanakan, kecualilah pada zaman Musa dan Daud dan pada waktu-waktu singkat di mana berlakunya pemulihan. Agama Kristian belum pernah dicuba, apa lagi diuji dengan sempurna.

 

Dengan cara yang sama juga apabila Muhammad telah cuba untuk memperkenalkannya kembali, dan Khalifah Terpimpin Berempat telah cuba untuk melaksanakannya, ianya telah dirosakkan dan dimusnahkan. Islam berhayat pendek seperti juga kerajaan di bawah Daud. Islam telah dibinasakan oleh Hadis, seperti juga Majlis-majlis telah membinasakan agama Kristian dan adat tradisi serta Talmud telah membinasakan Hukum dan menjadi Judaisme. Babel/Babilon sudahpun memimpin selama beribu tahun. Inilah agama tuhan dunia ini sehinggalah masa pemulihan yang akan datang nanti.

 

Peruntukan-peruntukan bagi pelanggaran Perintah Keenam

 

Ulangan 19:1-13 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

 

Ketika Israel ditubuhkan ia perlu menyediakan tiga kota sebagai kota-kota perlindungan, bagi sesiapa yang telah membunuh seseorang secara tidak sengaja, supaya pembalasan dendam tidak dibuat tanpa usul periksa. Tidak patut ada pembunuhan orang yang tidak bersalah. Hukum-hukum harus dipatuhi dan tiga lagi kota lindungan telah ditambah. Namun, apabila berlakunya pembunuhan yang disengajakan, maka orang yang terbabit haruslah dibicarakan di mana hukumannya adalah mati.

 

Dengan itu pelanggaran hukum yang tidak disengajakan haruslah diberikan perlindungan kerajaan, di dalam kota-kota lindungan tersebut, jika ianya tidak dapat diberikan di dalam sekitaran biasa suku kaum yang terlibat. Adalah menjadi tanggungjawab setiap individu dan kerajaan, untuk memastikan perlindungan bagi semua rakyat.

 

Tanggungjawab untuk Memberi Hidup

Bersama-sama dengan konsep kawalan perundangan ke atas nyawa hidup, kita juga mempunyai konsep untuk Memberikan Hidup atau untuk Menghidupkan (Provide Life or Make Alive).

Ulangan 32:39 Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.

 

Allah tiada tuhan bersamaNya, tetapi Dia seorang adalah Tuhan dan memberikan hidup serta mengambil hidup. Dia berpegang pada pengadilan. Dengan itu pengambilan nyawa hidup di dalam penciptaan selepas kejatuhan dosa (Lihat karya-karya Doktrin Mengenai Dosa Asal Bagian I [246] dan Doktrin Mengenai Dosa Asal Bagian 2 Generasi-generasi Adam [248]) diperbetulkan dengan pemberian hidup pada kebangkitan (karya Kebangkitan Orang Mati [143]). Oleh itu, Allah sendiri tertakhluk kepada hukum-hukumNya dan membayar kembali apa-apa perbuatanNya, atau yang telah diperintahkanNya, dalam proses penciptaan.

 

1Samuel 2:6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.

 

(rujuk Yesaya 43:13).

 

Yahovah-elohim menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung Adam (Kejadian 2:7) dan begitu juga daripada elohim yang sama kita mendapat nafas Roh Kudus (Yohanes 20:22-23).

 

Allah menghukum orang untuk mati kerana dosa dan pelanggaran hukum. Oleh itu kita lihat bahawa pelanggaran perintah keenam membawakan hukuman mati yang muktamad, iaitu hukuman muktamad bagi setiap hal yang berkenaan dengan hukum-hukum Allah. Hukuman muktamad bagi pelanggaran hukum adalah mati, dari perintah pertama hinggalah pada perintah kesepuluh (Keluaran 22:22-24; Ulangan 24:14-17). Hukum-hukum ini adalah berasaskan pembayaran balik dan pemulihan semula, tetapi keputusan muktamad kepada pelanggaran berulang-kali dan tidak mahu menurut, adalah hukuman mati pada setiap keadaan.

 

Menghidupkan dengan Hukum-Hukum Adil

Bangsa mempunyai kewajipan untuk memelihara hidup orang yang lahir asli, dan orang asing, serta orang luar di atas tanahnya.

 

Imamat 19:9-10 Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. 10 Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.

 

Serangan terhadap Orang Cacat

Hukum memberi peruntukan bagi perlindungan orang-orang yang kurang daya upaya.

 

Imamat 19:14 Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.

 

Pemeliharaan Hidup dan Keluarga

Imamat 25:35-43 "Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. 36 Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu. 37 Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba. 38 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi Allahmu. 39 Apabila saudaramu jatuh miskin di antaramu, sehingga menyerahkan dirinya kepadamu, maka janganlah memperbudak dia. 40 Sebagai orang upahan dan sebagai pendatang ia harus tinggal di antaramu; sampai kepada tahun Yobel ia harus bekerja padamu. 41 Kemudian ia harus diizinkan keluar dari padamu, ia bersama-sama anak-anaknya, lalu pulang kembali kepada kaumnya dan ia boleh pulang ke tanah milik nenek moyangnya. 42 Karena mereka itu hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir, janganlah mereka itu dijual, secara orang menjual budak. 43 Janganlah engkau memerintah dia dengan kejam, melainkan engkau harus takut akan Allahmu.

 

Riba (bunga uang yang tinggi) dilarang bagi semua iman, kerana dengannya kita menindas antara satu sama lain. Kerana kita semuanya telah dibeli dengan harga mahal, dan oleh itu kita seharusnya mengagungkan Allah yang memelihara semua (1Korintus 6:20; Keluaran 22:21). Kerana Allah adalah elohe kepada elohim, atau Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan (adonai kepada adonim) (Ulangan 10:17-19 serta nota kaki pada Companion Bible)

 

Bangsa dan individu haruslah dipelihara hidupnya dalam kebebasan di bawah hukum-hukum adil.

Keluaran 21:2-6 Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. 3 Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia. 4 Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri. 5 Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, 6 maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.

 

Ini merupakan tanda yang menghina. Orang tersebut seharusnya merdeka dan dia sepatutnya membebaskan isterinya juga. Tiada tuan yang boleh menindas hambanya, tetapi dia harus memberikan ganjaran bagi layanan mereka.

Ulangan 15:12-15 "Apabila seorang saudaramu menjual dirinya kepadamu, baik seorang laki-laki Ibrani ataupun seorang perempuan Ibrani, maka ia akan bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh engkau harus melepaskan dia sebagai orang merdeka. 13 Dan apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, maka janganlah engkau melepaskan dia dengan tangan hampa, 14 engkau harus dengan limpahnya memberi bekal kepadanya dari kambing dombamu, dari tempat pengirikanmu dan dari tempat pemerasanmu, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kauberikan kepadanya. 15 Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu; itulah sebabnya aku memberi perintah itu kepadamu pada hari ini.

 

Bagaimana pulanya seorang lelaki itu dipulihkan kebebasannya dan diberikan keperluannya oleh masyarakat, sedangkan isterinya dan anak-anaknya ditahan daripada semua itu? Inilah hukum yang menuntut pemulihan yang adil dan saksama. Idea yang mahu ditekankan di sini adalah bahawa perhambaan haruslah bersyarat. Tuan tersebut tidak dihukum, atau ditolak kemurahannya dalam memberikan karunia asal, jika ianya dibuat di dalam pelayanan. Hukum-hukum ini ada batasnya hari ini, namun hanya bagi abad ini pada asasnya. Perhambaan dan hamba abdi merupakan suatu kebiasaan hanyalah sehingga abad yang lalu saja.

 

Lebih-lebih lagi, hukum itu dikenakan pada seluruh ahli keluarga, serta bangsa, dan tanggungjawab tersebut jatuh pada para pemimpin dan pemilik harta, bagi menyediakan keperluan kebajikan mereka yang ada di kawasan mereka sendiri.

 

Keluaran 23:10-11  Enam tahunlah lamanya engkau menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, 11 tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu.

 

Dengan itu engkau janganlah membunuh kerana sikap tidak peduli atau membiarkan kelaparan di seluruh kawasan milikmu.

 

Imamat 19:9-10 Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. 10 Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.

 

Allah Tuhanmu akan mengutus malaikatNya kepadamu, untuk memeliharamu, dan memastikan bahawa kamu menurut hukum-hukum ini.

 

Keluaran 23:20-25 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Malaikat Allah telah diutus kepada bangsa bagi memelihara mereka dalam jalan-jalan mereka dan bagi membimbing mereka ke tempat yang telah disediakan bagi mereka. Dia seharusnya dipatuhi dan tidak ditimbulkan kemarahannya, kerana dia tidak akan memaafkan pelanggaran mereka. Nama Allah ada padanya, dengan itu dia bertindak bagi Allah sebagai wakilNya. Dengan itu dia juga digelar sebagai Yahovah dan Elohim serta juga Malaikat Yahovah dan Malaikat Elohim. Dengan penurutan, maksudnya Allah akan melindungi mereka daripada musuh-musuh mereka. Mereka tidak dibenarkan menyembah tuhan-tuhan musuh mereka, tetapi sebaliknya diperintah untuk mengalahkan mereka sepenuhnya, dan membinasakan patung-patung mereka. Hanya Allah saja yang diperintahkan untuk disembah, yang kemudiannya akan memberkati roti mereka, dan air serta menyembuhkan mereka.

 

Ulangan 16:10-14 Kemudian haruslah engkau merayakan hari raya Tujuh Minggu bagi TUHAN, Allahmu, sekedar persembahan sukarela yang akan kauberikan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 11 Haruslah engkau bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, dan orang asing, anak yatim dan janda, yang di tengah-tengahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana. 12 Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir, dan haruslah engkau melakukan ketetapan ini dengan setia. 13 Hari raya Pondok Daun haruslah kaurayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu. 14 Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu.

 

Tanggungjawab tersebut adalah untuk menghidupkan seluruh bahagian masyarakat, dalam lingkungan pengaruh seseorang individu itu. Mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri merupakan suatu perintah yang meliputi semua yang berada di dalam lingkungan pengaruhmu (rujuk perumpamaan Orang Samaria yang Bermurah Hati; Lukas 10:30-37).

 

Sokonganmu terhadap sesama manusia harus dilanjutkan ke tahap itu, supaya apa yang disebut kelalaianmu sendiri akan membantu mereka yang miskin.

 

Ulangan 24:19-21 Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu. 20 Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda. 21 Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.

 

(Bandingkan juga dengan cerita Rut pada pasal 2).

Allah telah melindungi Israel di dalam segala perjalanannya, bagi memelihara hidupnya sebagai teladan bagi kita.

 

Musa Mengenangkan Pengembaraan Israel

 

Ulangan 1:1-46 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Allah memastikan bahawa semua orang diberikan keperluan berlimpahan di dalam kediaman mereka, dan Dia memberkati sesuai dengan penurutan bangsa tersebut kepadaNya.

 

Ulangan 2:1-37 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Haiwan ternakan dan barang rampasan telah diambil semuanya, kecuali pada mana Allah melarangnya.

 

Ulangan 3:1-29 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Umat-umat tidak perlu takut. Musuh-musuh mereka akan ditumpaskan dan dihancurkan sepenuhnya.

 

Kesemua orang Israel diperintahkan untuk membantu suku-suku kaum di dalam segala harta bena mereka dan di dalam mengambil warisan pusaka mereka. Tiada suku yang harus berdiam diri daripada menolong suku yang lain dalam melaksanakan secara adil kehendak Allah, dan penubuhan bangsa Israel.

 

Tiada orang yang harus menolak daripada membantu sesiapapun di dalam suku-suku daripada terus hidup, dan tiada orang yang dibenarkan menindas atau menyakitkan atau menyusahkan orang lain. Tiada orang yang dibenarkan merendahkan hidup orang lain melalui pengambilan riba atau sebarang penindasan lain.

 

Hak Hidup dan Hak untuk Membunuh terletak pada Allah

Allah menubuhkan segala kuasa dan segala kuasa pemerintahan. Majistret/Pemerintah memegang pedang atas kehendak Allah.

 

Titus 3:1-3 Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. 3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

(lihat Roma 13:1-7).

 

Kita berhutangkan budi dan hormat terhadap Allah yang sememangnya patut menerimanya.

 

Namun begitu, bangsa mempunyai hak untuk memelihara hidup di bawah penindasan melalui undang-undang yang tidak adil.

 

Keluaran 11:1-10 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Aku akan mendatangkan satu tulah lagi atas Firaun dan atas Mesir, sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi dari sini; apabila ia membiarkan kamu pergi, ia akan benar-benar mengusir kamu dari sini. 2 Baiklah katakan kepada bangsa itu, supaya setiap laki-laki meminta barang-barang emas dan perak kepada tetangganya dan setiap perempuan kepada tetangganya pula." 3 Lalu TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu; lagipula Musa adalah seorang yang sangat terpandang di tanah Mesir, di mata pegawai-pegawai Firaun dan di mata rakyat. 4 Berkatalah Musa: "Beginilah firman TUHAN: Pada waktu tengah malam Aku akan berjalan dari tengah-tengah Mesir. 5 Maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung budak perempuan yang menghadapi batu kilangan, juga segala anak sulung hewan. 6 Dan seruan yang hebat akan terjadi di seluruh tanah Mesir, seperti yang belum pernah terjadi dan seperti yang tidak akan ada lagi. 7 Tetapi kepada siapa juga dari orang Israel, seekor anjingpun tidak akan berani menggonggong, baik kepada manusia maupun kepada binatang, supaya kamu mengetahui, bahwa TUHAN membuat perbedaan antara orang Mesir dan orang Israel. 8 Dan semua pegawaimu ini akan datang kepadaku dan sujud kepadaku serta berkata: Keluarlah, engkau dan seluruh rakyat yang mengikut engkau; sesudah itu aku akan keluar." Lalu Musa meninggalkan Firaun dengan marah yang bernyala-nyala. 9 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun tidak akan mendengarkan kamu, supaya mujizat-mujizat yang Kubuat bertambah banyak di tanah Mesir." 10 Musa dan Harun telah melakukan segala mujizat ini di depan Firaun. Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak membiarkan orang Israel pergi dari negerinya.

 

Kematian adalah berlambang, dan darah digunakan untuk menunjuk kepada kedatangan Mesias, yang mana darahnya yang telah dicurahkan menunjuk kepada penghidupan seluruh umat manusia. Sistem korban yang telah didirikan menunjuk kepada persembahan seluruh struktur tersebut kepada Allah di dalam penurutan. Sepertimana Bangsa Israel telah dipelihara hidupnya dan dibawa keluar dari Mesir, melalui korban darah domba Paskah, begitu jugalah dengan dunia ini yang dipelihara hidupnya melalui persembahan korban Mesias. Persembahan korban ini bukanlah sesuatu yang dimahukan Tuhan sewenang-wenangnya, tetapi suatu ujian terhadap kerelaan anak-anakNya, dalam menyerahkan hidup mereka untuk sesama sendiri.

 

Keluaran 29:11-12 Haruslah kausembelih lembu jantan itu di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan. 12 Haruslah kauambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan kaububuh dengan jarimu pada tanduk-tanduk mezbah, dan segala darah selebihnya haruslah kaucurahkan pada bagian bawah mezbah.

 

Mesias telah memasuki tempah Maha Kudus sekali dan bagi semuanya dengan darahnya sendiri. Dengan itu dia telah menyediakan jalan bagi kita masuk, dan menjadi anak-anak Tuhan dalam kuasa daripada kebangkitan orang mati, sebagai pewaris bersama dengan Kristus (Roma 1:4; Ibrani 9:12 dan seterusnya). Kem Suci/Pertemuan merupakan replika kepada bait suci surgawi. Bait Suci menunjuk kepada kita sebagai Bait rohani (1 Korintus 3:16-17).

 

Israel berjalan di gurun pasir selama empat puluh tahun, dan semua yang tidak berpegang pada janji itu telah mati di gurun, kecualilah Kaleb dan Yosua. Hakikat ini menunjuk kepada mereka dari kalangan Israel yang tidak mahu menerima janji tersebut. Suku-suku kaum itu memakan manna sepanjang masa tersebut, dan mereka meminum daripada batu rohani iaitu Kristus. Dia menjelma kepada mereka sebagai Ketua Tentera Tuhan, untuk menubuhkan mereka di dalam warisan pusaka mereka di Yerikho, selepas persunatan mereka di Gilgal.

 

Bait Suci fizikal ditubuhkan untuk berkekalan sehinggalah pada zaman Mesias dan kemudiannya yang fizikal ini memberi laluan kepada yang rohani pula. Seluruh jemaat di gurun belantara selama empat puluh jubli tersebut, tidak mempunyai sebarang persembahan korban selain daripada umat pilihan. Golongan 144,000 itu merupakan korban-korban Sabat, Bulan-bulan Baru dan Hari-hari Suci. Korban harian menunjuk kepada kumpulan besar orang-orang, dan malam datang sebelum hari siang; petang sebelum pagi. Itulah sebabnya kenapa hanya ada satu saja persembahan korban di dalam Bait Suci di Yehezkiel, kerana bahagian lebih besar/penting daripada penuaian telahpun tamat, tetapi hanya yang daripada kebangkitan pertama sahaja yang telah bangun. Banyak lagi yang akan mengikuti (Wahyu 20:4-15). Persembahan korban petang telahpun bangkit sebagai kumpulan besar orang banyak pada kebangkitan pertama (Wahyu 7:9 dan seterusnya). Dengan itu, persembahan korban pagi, iaitu juga merupakan permulaan hari yang baru di bawah Bintang Timur/Pagi, merupakan satu-satunya korban daripada dua korban harian tersebut yang dilaksanakan pada sistem Milenia nanti (Yehezkiel 46:13-15). Malam yang panjang sudahpun berlalu. Itulah juga sebabnya kenapa tiada korban yang dibenarkan dalam tempoh masa (malam berpanjangan) empat puluh jubli tersebut di gurun pasir, kerana penuaian sedang berlangsung dan mereka semuanya menjadi batu-batu hidup bagi Bait Suci semasa tempoh masa ini.

 

Yehezkiel 46:13-15 Tiap hari ia harus mengolah domba yang berumur satu tahun dan yang tiada bercela sebagai korban bakaran bagi TUHAN; setiap pagi ia harus melakukan itu. 14 Di samping itu setiap pagi ia harus mempersembahkan korban sajian seperenam efa tepung dengan minyak sepertiga hin untuk mencampur tepung yang terbaik itu; itulah korban sajian bagi TUHAN, dan ketetapan itu tetap selama-lamanya. 15 Demikianlah mereka harus mempersembahkan domba dan korban sajian dan minyak setiap pagi sebagai korban bakaran yang tetap.

 

Sistem persembahan korban menunjuk kepada setiap aspek kasih karunia Allah yang menyelamatkan di dalam kerja penebusan oleh korban Mesias. Apabila Bait Suci dimusnahkan di Yerusalem, sentiasa terdapat satu lagi di Mesir. Ianya berada di Elephantine ketika penawanan oleh Babilon. Elephantine kemudiannya sendirinya telah dimusnahkan dan persembahan korban di situ telah terbatas. Bait Suci juga telah dibangunkan oleh Onias IV di Leontopolis di kawasan purba Goshen, bersesuaian dengan nubuatan Yesaya 19:19, bagi pencabulan-pencabulan yang berlaku kemudiannya sehinggalah pada masa pemusnahan Yerusalem pada 70 TM. Bait Suci di Leontopolis telah ditutup mengikut perintah daripada Vespasian pada 71 TM (lihat karya Tanda Yunus dan Sejarah Pembangunan Semula Bait Suci [013]).

 

Jangkamasa Bait Suci berlanjutan dari masa pembangunannya oleh Salomo/Sulaiman untuk seribu tahun, sehinggalah pada penetapan Mesias sebagai Imam Besar dan Jemaat di bawah aturan Melkisedek. Inilah dia tempoh masa dua puluh jubli, yang dilambangkan oleh korban-korban petang.

 

Gereja kemudiannya memasuki tempoh masa malam panjang di gurun pasir, di mana tiadanya bentuk fizikal Bait Suci dan korban-korban merupakan 144,000 daripada tujuh puluh dua (korban-korban mingguan, bulanan dan Hari Kudus) yang diperolehi sepanjang dua ribu tahun atau empat puluh jubli. Umat-umat pilihan merupakan korban-korban hidup dan kumpulan besar orang banyak yang berdiri bersama mereka daripada Wahyu 7:1-17 merupakan korban-korban harian yang tidak terkira oleh sesiapapun. Mereka jatuh tidur di dalam Allah bagi kebangkitan pertama, begitulah perlambangannya.

 

Korban-korban pagi yang ditentukan di dalam Bait Suci Yehezkiel, mewakili tempoh masa Milenia terakhir bagi pemerintahan Yesus Kristus dan umat-umat terpilih. Tempoh masa terakhir dua puluh jubli atau seribu tahun ini, daripada jangkamasa empat ribu tahun bagi Bait Suci, berakhir dengan kebangkitan kedua dan Penghakiman, dan kedatangan Allah Sebenar yang satu di dalam Kemuliaan Kota Allah (lihat karya-karya Jadual Waktu Ringkasan Segala Zaman [272] dan Kota Allah [180]).

 

Imamat 1:1-17 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Persembahan-persembahan harus diberikan dari kalangan haiwan ternakan, (domba, kambing atau lembu) atau jenis burung, yang tanpa cacat-cela dan persembahan tersebut haruslah direlakan. Para imam harus menanganinya seperti yang telah ditentukan.

 

Tiada korban telah dibenarkan untuk dipersembahkan selama dua ribu tahun sudah, selain daripada korban umat-umat pilihan untuk satu sama lain. Bait Suci telah dibiarkan termusnah oleh kuasa perintah Tuhan, dan persembahan korban telah dihalang. Semua yang telah cuba untuk memperkenalkan kembali persembahan korban telah dibunuh atau dipenjarakan. Keselamatan adalah milik bangsa lain dan seluruh Israel. Mereka yang cuba untuk menindas bangsa lain di bawah naungan hukum, dihapuskan atau dihukum.

 

Imamat 2:1-16 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Persembahan bagi Allah bukan lagi berada di bawah naungan keimamatan Harun, tetapi Melkisedek (rujuk Mazmur 110:4). Mereka adalah tanpa genealogi/salasilah, tanpa penentuan oleh ibu atau bapa, tetapi merupakan imam-imam selamanya di bawah Imam Besar, iaitu Mesias (rujuk Ibrani 7:1-22).

 

Imamat 3:1-17 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Korban-korban itu adalah bagi para imam di bawah sistem yang lama. Korban-korban itu sendirilah yang merupakan para imam di bawah sistem yang baru.

 

Imamat 4:1-35 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Kita menjadi sempurna melalui korban Mesias. Hukum dituliskan ke dalam hati dan fikiran kita (Ibrani 8:8-13). Persembahan-persembahan kita adalah berkenaan pemulihan semula, kerana imam besar kita duduk pada sebelah kanan Allah (Ibrani 8:1 dan seterusnya). Semua yang dibunuh, adalah dibunuh di bawah kuasa dan perintah Allah. Semua nyawa hidup adalah kepunyaan Allah kerana haiwan ternakan adalah milik Allah, dan periuk belanga di Yerusalem pada pemulihan nanti akan menjadi kudus bagi Tuhan, sepertimana juga dengan kesemua hidupan. Dialah yang memerintahkannya dikorbankan. Korban Mesias dan korban penghapus dosa merupakan keperluan bagi seluruh keimamatan yang baru, tiada seorangpun yang dapat menjadi imam kecualilah melalui persembahan korban penghapus dosa oleh Mesias. Dialah yang menjadi persembahan korban pendamaian/keselamatan yang menjadikan kita satu dengan Tuhan.

 

Imamat 7:1-38 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Maka dengan itulah para imam dikuduskan melalui persembahan-persembahan korban itu, yang semuanya dinyatakan di dalam Mesias.

 

Para imam haruslah dimandikan di dalam air pembaptisan, dan dipakaikan dengan pakaian-pakaian yang tanpa cacat cela yang dibasuhkan di dalam darah domba, kemudiannya barulah mereka tersedia sebagai para imam. Para imam telah dikuduskan bermula dari Musa, yang menjadi nabi bagi dia yang akan diangkat kemudiannya, yang mana melalui nabi terkemudian ini seluruh umat manusia akan dihidupkan. Dari Mesias, para imam kemudiannya dipersediakan dan ditempatkan. Inilah yang ditunjukkan oleh Musa, dan apa yang kemudiannya digenapi di dalam jemaat.

Imamat 8:1-36 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

 

Pengudusan para imam, dibuat serupa dengan pengudusan Bait Suci (rujuk karya Penyucian Bait Suci Allah [241]). Mereka adalah tanpa ragi, bebas daripada ragi kejahatan dan kedengkian, dan menunggukan ragi baru Roh Kudus.

 

Dari hari pertama bulan pertama yang dipanggil Abib atau Nisan, hinggalah hari ketujuh bulan pertama, para imam dan umat pilihan akan menguduskan Bait Suci, dan kemudiannya yang lurus dan bersalah pada hari terakhir (iaitu ketujuh). Kerana para imam merupakan Bait di bawah aturan Melkisedek.

 

Adat kebiasaan dalam merayakan Tahun Baru pada hari pertama bulan ketujuh, yang dipanggil Rosh Hashanah, bertentangan dengan perintah jelas oleh Allah di dalam hukum, tidak memasuki Judaisme sehinggalah abad ketiga era masakini mengikut kata Rabbi Kohn, Rabbi Besar di Budapest (rujuk The Sabbatarians in Transylvania, [1894] ed., W. Cox, tr. T. McElwain and B. Rook, 1998, CCG Publishing). Ianya tidak pernah dilihat dalam tempoh masa Bait Suci. Keseluruhan perlambangan Penyucian Bait Suci menyangkal konsep sebegitu.

 

Imamat 9:1-24 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Daripada penyucian dan pengasingan umat-umat pilihan, umat-umat akan terberkat semula secara berurutan. Bangsa dan dunia ini tidak dilukai sehinggalah umat pilihan terakhir telah dibaptiskan dan dimeteraikan dan diasingkan, kemudian barulah datang kesudahan dunia ini (Wahyu 7:3-4).

 

Kesemua pematian adalah bagi Tuhan, dan darah harus dibayar dengan darah, kecualilah ianya dilakukan secara kudus bagi Allah.

 

Imamat 17:1-6 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Dengan itu segalanya dibuat bagi kemuliaan lebih besar Allah. Fungsi tempat penyembelihan juga terletak di bawah pemerhatian imam. Pada pemulihan nanti kesemua pembunuhan untuk mendapatkan daging akan seumpama korban-korban suci kepada Allah, dan periuk belanga akan menjadi kudus bagi Allah (Zakharia 14:20-21; rujuk karya Vegetarianisme dan Alkitab [183]).

 

Pengambilan sebarang nyawa hidup dibuat dengan kekuasaan Allah. Darah adalah nyawa dan haruslah dicurahkan ke atas tanah.

 

Kawalan Hidup di Waktu Damai

Kesemua hukum-hukum kebersihan diberikan bagi memelihara hidup. Kejahilan bukanlah suatu alasan yang munasabah di bawah hukum.

 

Imamat 5:2-3 Atau bila seseorang kena kepada sesuatu yang najis, baik bangkai binatang liar yang najis, atau bangkai hewan yang najis, atau bangkai binatang yang mengeriap yang najis, tanpa menyadari hal itu, maka ia menjadi najis dan bersalah. 3 Atau apabila ia kena kepada kenajisan berasal dari manusia, dengan kenajisan apapun juga ia menjadi najis, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya, maka ia bersalah.

 

Beberapa daripada aspek korban diperuntukkan khasnya bagi Tuhan. Ini bertindak sebagai hukuman, dan akan dipulihkan nanti sebagai hukuman pada sistem Milenia. Aspek ini berlainan daripada peraturan kebersihan, yang merupakan sebahagian daripada hukum-hukum kehidupan, untuk menjadikan sempurna atau menghidupkan.

Imamat 7:21-27  Dan apabila seseorang kena kepada sesuatu yang najis, yakni kepada kenajisan berasal dari manusia, atau kepada hewan yang najis atau kepada setiap binatang yang merayap yang najis, lalu memakan dari pada daging korban keselamatan yang untuk TUHAN, maka haruslah nyawa orang itu dilenyapkan dari antara bangsanya." 22 TUHAN berfirman kepada Musa: 23 "Katakanlah kepada orang Israel: Segala lemak dari lembu, domba ataupun kambing janganlah kamu makan. 24 Lemak bangkai atau lemak binatang yang mati diterkam boleh dipergunakan untuk segala keperluan, tetapi jangan sekali-kali kamu memakannya. 25 Karena setiap orang yang memakan lemak dari hewan yang dipergunakan untuk mempersembahkan korban api-apian bagi TUHAN, nyawa orang yang memakan itu, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya. 26 Demikian juga janganlah kamu memakan darah apapun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung ataupun darah hewan. 27 Setiap orang yang memakan darah apapun, nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya."

Kesan-kesan jangka panjang kepada pemakanan lemak dan darah memang jelas diketahui. Perbuatan sebegitu dilarang di bawah peraturan tersebut demi melanjutkan kehidupan.

 

Kesemua pembunuhan haruslah untuk tujuan pemakanan, atau pemeliharaan keseimbangan, atau bagi harta benda, dan ia haruslah dibuat sesuai dengan hukum adil. Pemeliharaan sekitaran adalah tanggungjawab seseorang individu, dan begitu juga dengan perlindungan orang lain daripada kelalaian di dalam harta benda atau pembangunan.

 

Ulangan 22:6-8 Apabila engkau menemui di jalan sarang burung di salah satu pohon atau di tanah dengan anak-anak burung atau telur-telur di dalamnya, dan induknya sedang duduk mendekap anak-anak atau telur-telur itu, maka janganlah engkau mengambil induk itu bersama-sama dengan anak-anaknya. 7 Setidak-tidaknya induk itu haruslah kaulepaskan, tetapi anak-anaknya boleh kauambil. Maksudnya supaya baik keadaanmu dan lanjut umurmu. 8 Apabila engkau mendirikan rumah yang baru, maka haruslah engkau memagari sotoh rumahmu, supaya jangan kaudatangkan hutang darah kepada rumahmu itu, apabila ada seorang jatuh dari atasnya.

 

Kerana darah semua haiwan dipertanggungkan kepada sesiapa yang mencurahkannya. Terdapat kewajipan untuk memelihara orang-orang, daripada kehilangan nyawa, atau kecederaan, daripada benda-benda yang mungkin membahayakan. Dalam kes ini suatu tembok benteng yang dipasang pada bumbung dan pembinaan suatu pagar di sekeliling kolam mandi untuk melindungi anak-anak yang sangat muda lagi, adalah suatu langkah pencegahan yang perlu.

 

Dengan cara yang sama, gagal untuk membantu seseorang yang berada dalam keadaan sukar, merupakan suatu pelanggaran terhadap maksud hukum itu. Namun begitu, tidak perlulah untuk membahayakan diri atau mengorbankan diri sendiri dalam hal seperti ini. Terdapat suatu kewajipan, bertentangan dengan fahaman keimamatan Judaisme, untuk cuba menyelamatkan hidup nyawa.

 

Penyakit-penyakit

Kawalan terhadap penyakit-penyakit merupakan suatu bahagian penting kepada pemeliharaan hidup. Hukum keenam meliputi pembunuhan dengan penjangkitan penyakit. Seseorang individu itu mempunyai tanggungjawab untuk memastikan bahawa mereka tidak mendatangkan ancaman bagi orang lain dengan gagal untuk mengikuti langkah-langkah kuarantin yang mudah. Kelahiran seorang bayi meletakkannya di dalam bangsa di bawah perjanjian, dan bersesuaian dengan perundangan pemurnian.

 

Imamat 12:1-8 TUHAN berfirman kepada Musa, demikian: 2 "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis. 3 Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu. 4 Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apapun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya. 5 Tetapi jikalau ia melahirkan anak perempuan, maka najislah ia selama dua minggu, sama seperti pada waktu ia bercemar kain; selanjutnya enam puluh enam hari lamanya ia harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas. 6 Bila sudah genap hari-hari pentahirannya, maka untuk anak laki-laki atau anak perempuan haruslah dibawanya seekor domba berumur setahun sebagai korban bakaran dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur sebagai korban penghapus dosa ke pintu Kemah Pertemuan, dengan menyerahkannya kepada imam. 7 Imam itu harus mempersembahkannya ke hadapan TUHAN dan mengadakan pendamaian bagi perempuan itu. Demikianlah perempuan itu ditahirkan dari leleran darahnya. Itulah hukum tentang perempuan yang melahirkan anak laki-laki atau anak perempuan. 8 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa, dan imam itu harus mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia."

 

Hukum-hukum pentahiran/pemurnian membezakan antara anak lelaki dan perempuan. Aspek ini belum lagi dikaji sepenuhnya oleh sains, untuk melihat apa sebenarnya asasnya. Seperti hukum-hukum lainnya, terdapat suatu asas tertentu bagi hukum ini. Peraturan ini mungkin bertujuan untuk melindungi si ibu atau si anak daripada pelbagai ketidakseimbangan kimia, yang mungkin menyebabkan atau melemahkan pertahanan mana-mana mereka ini terhadap penyakit. Keseluruhan isu pentahiran perempuan ini diperiksa di dalam apendiks.

 

Kuarantin merupakan suatu bahagian yang perlu dan serius bagi hidup. Ianya merupakan tanggungjawab masyarakat dan individu. Hukum-hukum berkenaan penyakit kusta menunjukkan betapa pentingnya dan keperluan-keperluan kuarantin yang ketat. Walaupun kini kita dapat menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta, hukum ini masih lagi berkuatkuasa dan kuarantin ini merupakan sesuatu yang mandatori.

 

Imamat 13:1-59 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Pasal ini adalah mengenai pengenalan dan cara-cara untuk menangani pelbagai penyakit kulit dan pakaian orang yang telah dijangkiti.

 

Nomenklatur (daftar nama)nya juga cukup mudah untuk orang-orang kebiasaan. Larangan-larangannya sesuai dijalankan, dan dengan terminologi moden Taurat mungkin lebih panjang lagi, tetapi prinsip-prinsipnya tetap sama.

 

Imamat 14:1-57 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Imamat 14 adalah berkenaan penyakit kusta dan korban-korban selepas disembuhkan. Ianya juga mengenai bagaimana menguruskan pakaian yang telah dikotori dan sekitaran tempat tinggal.

 

Keseluruhan aspek berkenaan jangkitan kawasan diliputi di bawah hukum-hukum ini. Jika peraturan-peraturan ini dituruti hari ini, penyakit-penyakit berjangkit dan jangkitan-jangkitan yang resistan terhadap hospital akan dikurangkan atau dihapuskan sama sekali. Kita faham hari ini tentang sebab-sebab kepada jangkitan-jangkitan tersebut, lebih banyak pengetahuan kita dari segi sains berbanding dahulu, namun sikap kita terhadap kuarantin dan pengasingan tidaklah sebegitu cermat. Kita tidak menutup wad-wad pesakit, disebabkan kos dan keperluan katil tidur, dan dengan itu baka-baka resistan disebarkan. Orang mati di hospital kerana pelanggaran terhadap hukum Alkitab, sehinggakan hari inipun.

 

Ulangan 24:8-9 Hati-hatilah dalam hal penyakit kusta dan lakukanlah dengan tepat segala yang diajarkan imam-imam orang Lewi kepadamu; apa yang kuperintahkan kepada mereka haruslah kamu lakukan dengan setia. 9 Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir.

 

Kusta juga merupakan hukuman terhadap pemberontakan. Hari ini aspek-aspek campur tangan ilahi biasanya tidak diambil kira.

 

Imamat 15:1-33 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Pasal ini pertama sekali berhadapan dengan penyakit-penyakit yang menghasilkan lelehan, sebagai contohnya penyakit jangkitan seks, AIDS, selsema dan lain-lain penyakit yang berjangkit. Kemudiannya ia berhadapan dengan barang-barang yang dijangkiti seperti pakaian dan alatan makan, dan lain-lain, dan juga berkenaan persetubuhan dan kedatangan haid.

 

Hukum-hukum kebersihan dan kuarantin, merupakan hukum-hukum yang telah diberikan bagi mengawal jangkitan. Kini kita lebih tahu tentang sebab-sebab berlakunya penyakit dengan lebih tepat lagi, namun hukum-hukum kuarantin masih laku lagi. Perhubungan korban adalah bagi menunjukkan kita kepada Allah, sebagai sumber kehidupan dan penyembuhan. Penyembuhan adalah suatu bentuk sains, dan para penyembuh bekerja di dalam bangsa, dalam lingkungan hukum-hukum Allah. Dengan itu mereka bekerja dengan rajin dan cermat kerana mereka bertindak sebagai alat-alatan Tuhan di dalam batasan Hukum-hukumNya.

Ulangan 23:1-8 (1-14) "Orang yang hancur buah pelirnya atau yang terpotong kemaluannya, janganlah masuk jemaah TUHAN. 2 Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN. 3 Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya, 4 karena mereka tidak menyongsong kamu dengan roti dan air pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir, dan karena mereka mengupah Bileam bin Beor dari Petor di Aram-Mesopotamia melawan engkau, supaya dikutukinya engkau. 5 Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau. 6 Selama engkau hidup, janganlah engkau mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya. 7 Janganlah engkau menganggap keji orang Edom, sebab dia saudaramu. Janganlah engkau menganggap keji orang Mesir, sebab engkaupun dahulu adalah orang asing di negerinya. 8 Anak-anak yang lahir bagi mereka dalam keturunan yang ketiga, boleh masuk jemaah TUHAN."

 

Di dalam bahagian hukum ini, kita lihat bahawa pemeliharaan bangsa datangnya daripada pemeliharaan keluarga di dalam perkahwinan. Kategori-kategori orang tersebut dilarang daripada memasuki jemaat Tuhan sebagai suatu contoh bagi Israel. Orang-orang ini mati di dalam dosa-dosa mereka, mengikut tuntutan hukum.

 

Juga menjadi adat bagi orang-orang pagan/jahiliah untuk mewajibkan para imam mereka untuk tetap bujang, ataupun menjadikan mereka sebagai sida (orang yang telah dipotong kemaluannya/dikasi). Hukum telah diberikan di sini bagi melarang amalan tersebut. Orang-orang pagan dan yang lainnya, dengan pengetahuan mereka tentang hukum ini, kadang-kadang memperlihatkan umat pilihan sebagai sida demi untuk bertentangan dengan aspek-aspek hukum ini, dan menyebabkan umat ini secara teknikalnya tidak sesuai untuk memasuki tempat sembahyang dan lantas jemaat juga. Perjanjian Baru mengesahkan amalan tersebut dan keputusan-keputusan kemudiannya (rujuk Apostolic Constitutions, ANF, vol VIII, mukasurat 479 et seq.) membenarkan orang-orang sedemikian untuk menjadi biskop atau penatua jemaat.

 

Mesias telah mati bagi dosa-dosa dunia ini. Keselamatan kini adalah milik bangsa-bangsa lain, dan dosa-dosa para bapa tidak lagi diperturunkan kepada anak-anak. Inilah dia perjanjian baru itu. Intipati hukum dituliskan di dalam hati mereka, dan setiap orang bertanggungjawab untuk dosa dirinya sendiri. Ini merupakan kepentingan perubahan pada ciri perjanjian itu.

Yeremia 31:29-34  Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, 30 melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu. 31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

 

Keseluruhan struktur Janji Baru (New Covenant) di bawah Mesias, adalah bagi menangani dosa (rujuk Matius 26:28; Ibrani 8:8-12; 10:16-17). Komentari-komentari para rabbi telah gagal menangani intipati perubahan tersebut dengan tepatnya (rujuk komentari Soncino pada ayat 30). Israel sememangnya akan terus setia kepada Allah, tetapi pembawaan dosa dari bapa kepada anak dihapuskan oleh perjanjian baru itu di bawah Mesias, dan inilah khabar yang menghapuskan seluruh struktur berkenaan akibat dosa-dosa asal para bapa daripada buku Perjanjian Lama. Agama Kristian Moden sebaliknya mempunyai khabar yang bertentangan dengan apa yang dimaksudkan di bawah Mesias.

 

Akibat daripada sifat tidak tahir dari kalangan para bangsa sewaktu perang juga diliputi di dalam teks ini. Bangsa Israel dilarang berbuat seperti bangsa lain, begitu juga mereka dilarang mencemari/mengotori diri mereka sepertimana bangsa-bangsa lain.

Ulangan 23:9-14 (1-14) "Apabila engkau maju dengan tentaramu melawan musuhmu, maka haruslah engkau menjaga diri terhadap segala yang jahat. 10 Apabila ada di antaramu seorang laki-laki yang tidak tahir disebabkan oleh sesuatu yang terjadi atasnya pada malam hari, maka haruslah ia pergi ke luar perkemahan, janganlah ia masuk ke dalam perkemahan. 11 Kemudian menjelang senja haruslah ia mandi dengan air, dan pada waktu matahari terbenam, ia boleh masuk kembali ke dalam perkemahan. 12 Di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat. 13 Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajat, haruslah engkau menggali lobang dengan itu dan menimbuni kotoranmu. 14 Sebab TUHAN, Allahmu, berjalan dari tengah-tengah perkemahanmu untuk melepaskan engkau dan menyerahkan musuhmu kepadamu; sebab itu haruslah perkemahanmu itu kudus, supaya jangan Ia melihat sesuatu yang tidak senonoh di antaramu, lalu berbalik dari padamu."

 

Allah Tuhan kita berjalan di kalangan kita dan kita seharusnya suci di waktu damai mahupun di waktu perang, kerana Allah berdiam di antara kita dan kita adalah Bait Allah.

 

Hukum-hukum Pemakanan

Hukum-hukum pemakanan adalah untuk melanjutkan hidup dan bagi memelihara bumi ini. Ianya memastikan keutuhan rantai makanan dan mengurangkan berlakunya penyakit. Asas saintifik kepada hukum-hukum makanan diterangkan di dalam Hukum-hukum Pemakanan [015]). Penyimpangan-penyimpangan berkenaan hukum-hukum makanan dan doktrin-doktrin pertapa vegetarianisme (pemakanan sayuran sahaja) serta penyimpangan-penyimpangan yang berkaitan, diliputi di dalam karya Vegetarianisme dan Alkitab [183] dan juga Wain di dalam Alkitab [188] serta karya Perseimbangan [209].

 

Vegetarianisme dan pembujangan, serta menjauhi daripada berkahwin, telah dinyatakan sebagai doktrin-doktrin para iblis pada hari-hari terakhir (1 Timotius 4:3; rujuk Kisah Para Rasul 15:20; Matius 3:4)

 

Penghindaran daripada penyakit dengan penurutan pada hukum-hukum pemakanan dan penyembelihan yang betul, serta menjauhi haiwan-haiwan yang telah dicemari haiwan-haiwan liar, disemadikan di dalam ordinan-ordinan (Keluaran 22:31).

Juga, buah-buah hasil sulung didedikasikan kepada rumah Tuhan (Keluaran 34:26). Allah telah memimpin Israel kerana tiada tuhan yang asing di kalangan mereka, dan mereka memakan hasil kesuburan tanah, menerusi zaman Salomo sehinggalah dia telah berdosa, dan akibat dosa tersebut dikenakan kepada bangsa tersebut (Ulangan 32:14; rujuk juga Amsal 27:27; 1 Raja-raja 4:22-23).

 

Hukum-hukum pemakanan dicatat pada Imamat 11.

 

Imamat 11:1-47 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Harus diperhatikan bahawa Alkitab KJV (King James Version) menggunakan perkataan swan (angsa putih/burung undan) pada ayat 18. Perkataan itu sebenarnya bukanlah swan dan tidak merujuk kepada keluarga burung angsa dan itik. Perkataannya tinshemes merujuk kepada: kelawar (Rashi; Chizkuni) atau burung hantu (Ralbag; rujuk Chumash oleh Stones) atau burung hantu bertanduk; rujuk Soncino; atau tanshemes sebagai “water hen” (sejenis burung) SHD 8580.

 

Ulangan 14:1-21 "Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang; 2 sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi." 3 "Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian. 4 Inilah binatang-binatang berkaki empat yang boleh kamu makan: lembu, domba dan kambing; 5 rusa, kijang, rusa dandi, kambing hutan, kijang gunung, lembu hutan dan domba hutan. 6 Setiap binatang berkaki empat yang berkuku belah--yaitu yang kukunya bersela panjang menjadi dua--dan yang memamah biak di antara binatang-binatang berkaki empat, itu boleh kamu makan. 7 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari antara yang memamah biak atau dari antara yang berbelah dan bersela kukunya: unta, kelinci hutan dan marmot, karena semuanya itu memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram semuanya itu bagimu. 8 Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya. 9 Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air; segala yang bersirip dan bersisik boleh kamu makan, 10 tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik janganlah kamu makan; haram semuanya itu bagimu. 11 Setiap burung yang tidak haram boleh kamu makan. 12 Tetapi yang berikut janganlah kamu makan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut; 13 elang merah, elang hitam dan burung dendang menurut jenisnya; 14 setiap burung gagak menurut jenisnya; 15 burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya; 16 burung pungguk, burung hantu besar, burung hantu putih; 17 burung undan, burung ering dan burung dendang air; 18 burung ranggung, dan bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar. 19 Juga segala binatang mengeriap yang bersayap, itupun haram bagimu, jangan dimakan. 20 Segala burung yang tidak haram boleh kamu makan. 21 Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."

 

Begitu juga dengan ketulenan baka. Tidak boleh ada baghal atau binatang-binatang lain kacukan sepertinya;

Imamat 19:19 Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

 

dan begitu juga dengan pakaian campuran kain linen/lenan dan kain bulu domba.

 

Imamat 20:25 Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan.

 

Pembezaan-pembezaan antara yang haram dan tidak haram ini ditetapkan bagi memelihara hidup umat.

 

Imamat 22:1-33 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

Pasal ini adalah berkenaan dengan penggunaan dan pemakanan benda-benda kudus. Yang ini tidak boleh dicemari.

 

Perundangan yang ada di sini adalah untuk memelihara para imam, dan menunjuk ke hadapan kepada umat pilihan nanti. Jika perundangan tidak ditetapkan di situ untuk memelihara jenis-jenis haiwan yang dipersembahkan, maka Lewi mungkin telah memakan sisa buangan tanah, dan meja bagi Allah mungkin telah dicemari. Korban mempunyai dua tujuan dalam hal ini. Persembahan-persembahan korban adalah kudus bagi Tuhan, dan hanya yang terbaik sahaja yang dipersembahkan. Juga, korban-korban penghapus dosa dijadikan hukuman sepertimana yang sepatutnya, dan akan diadakan semula pada sistem Milenia nanti. Daud memakan roti sajian, yang sepatutnya terlarang bagi dia melakukannya, bagi menunjuk kepada Mesias dan para imam baru nanti, di bawah keturunan dan keluarga Daud.

 

Bilangan 5:1-4  TUHAN berfirman kepada Musa: 2 "Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya semua orang yang sakit kusta, semua orang yang mengeluarkan lelehan, dan semua orang yang najis oleh mayat disuruh meninggalkan tempat perkemahan; 3 baik laki-laki maupun perempuan haruslah kausuruh pergi; ke luar tempat perkemahan haruslah mereka kausuruh pergi, supaya mereka jangan menajiskan tempat perkemahan di mana Aku diam di tengah-tengah mereka." 4 Maka orang Israel berbuat demikian, mereka menyuruh orang-orang itu meninggalkan tempat perkemahan; seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa, demikianlah diperbuat orang Israel.

 

Dengan itu kuarantin bagi penyakit-penyakit yang berjangkit adalah mandatori.

 

Bilangan 9:6-11 Tetapi ada beberapa orang yang najis oleh karena mayat, sehingga tidak dapat merayakan Paskah pada hari itu. Mereka datang menghadap Musa dan Harun pada hari itu juga, 7 lalu berkata kepadanya: "Sungguhpun kami najis oleh karena mayat, dengan dasar apakah kami dicegah mempersembahkan persembahan bagi TUHAN di tengah-tengah orang Israel pada waktu yang ditetapkan?" 8 Lalu jawab Musa kepada mereka: "Tunggulah dahulu, aku hendak mendengar apa yang akan diperintahkan TUHAN mengenai kamu." 9 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 10 "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN. 11 Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya; beserta roti yang tidak beragi dan sayur pahit haruslah mereka memakannya.

 

Hari Paskah kedua diasingkan bagi mereka yang tidak dapat mengikutinya pada yang pertama, atas alasan mengembara, atau lain-lain masalah kuarantin. Ianya bukan suatu pilihan semata-mata.

 

Bilangan 19:1-22 [UNTUK DIBACAKAN SEPENUHNYA]

 

Bahagian ini adalah berkenaan korban lembu betina merah dan pengurusan orang mati.

 

Sistem pentahiran mempunyai dua tujuan. Ia menetapkan di dalam hukum, peraturan-peraturan bagi kebersihan di dalam keadaan-keadaan yang mungkin boleh menyebabkan pengkotoran, dan juga menunjuk kepada sistem Penyucian di dalam Bait umat pilihan. Oleh kerana gereja palsu telah tidak memahami perundangan di dalam Perjanjian Lama dari segi aspek-aspek ini, berjuta-juta orang telah mati awal dalam pelanggaran hukum-hukum itu melalui kejahilan serta penyakit.

 

Ulangan 22:9-11 Janganlah kautaburi kebun anggurmu dengan dua jenis benih, supaya seluruh hasil benih yang kautaburkan dan hasil kebun anggurmu jangan menjadi milik tempat kudus. 10 Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama. 11 Janganlah engkau memakai pakaian yang dua jenis bahannya, yakni bulu domba dan lenan bersama-sama.

 

Hukum-hukum ini berkenaan ketulenan biji benih dan jenis, dibicarakan di dalam karya Hukum dan Perintah Tuhan Kelima [258].

 

Pencampuran (hibridasi) tumbuhan yang tidak sepatutnya akan hanya membawa kepada kekeliruan. Pengolahan (engineering) secara sengaja ciri-ciri seperti itu dan tumbuhan-tumbuhan yang dibuat sekarang ini merupakan hal yang sama.

 

Larangan Terhadap Memakan Darah

Darah adalah kehidupan dan pemakanan darah merupakan suatu risiko kesihatan yang serius.

 

Imamat 17:10-16  "Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apapun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. 11<